fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Saat Rasulullah Kabarkan Kembali Suburnya Jazirah Arab

Saat Rasulullah Kabarkan Kembali Suburnya Jazirah Arab

Fiqhislam.com - Planet Bumi mengalami siklus iklim yang bervariasi, siklus ini berlangsung selama tahap waktu yang diperpanjang dan bertahap yang dapat berlangsung hingga ratusan atau bahkan ribuan tahun. Maka wilayah batuan es bisa saja meleleh dalam beberapa waktu tertentu, begitu pun sebaliknya mengenai hijaunya tanah gersang di Jazirah Arab.

Sebelum peradaban modern mengungkapkan lebih jauh mengenai fenomena iklim dan siklus kehidupan bumi, Rasulullah SAW telah memberikan nubuat mengenai pertanda itu. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

عن أبي هريرة حيث قال : ( لا تقوم الساعة حتى يكثر المال ويفيض ، حتى يخرج الرجل بزكاة ماله فلا يجد أحدا يقبلها منه ، وحتى تعود أرض العرب مروجا وأنهارا )

“Laa taqumu as-saa’atu hatta yaktsura al-maalu wa yafidha hatta yakhruja ar-rajulu bizakaati maalihi falaa yajidu ahadan yaqbaluha minhu wa hatta ta’udu ardhul-arabi murujan wa anhaaran.”

Yang artinya: “Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya tetapi dia tidak mendapatkan seorang pun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur (hijau) kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.”

Dilansir di Islamweb, di era modern, ahli geologi menemukan balasial di darat. Maka tak heran jika daerah tertentu di lintang tinggi dan bujur berubah menjadi daerah es yang tidak ada kehidupan, sedangkan cuaca berubah di daerah lain yakni berubah menjadi daerah hujan lebat, akibat adanya perubahan iklim.hwa bumi telah melalui sejumlah siklus es yang merayap di darat. Dan siklus ini dikenal sebagai siklus es atau tahun es, di mana sejumlah air laut berubah menjadi salju dan terkumpul di salah satu atau kedua kutub bumi.

Dan dari daerah-daerah ini sabuk gurun membentang dari Mauritania ke barat Ke Asia Tengah ke timur, sebagaimana dibuktikan bahwa terdapat lembah-lembah kering yang tersebar di gurun-gurun di wilayah itu. Yakni bahwa lembah-lembah itu terbelah selama periode ketika sungai-sungai mengalir dan kemudian mengering dengan curah hujan yang semakin berkurang.

Dan dari apa yang terjadi di negara-negara Arab, telah dibuktikan dengan penelitian bahwa selama 30 ribu tahun terakhir Jazirah Arab telah melewati masa-masa hujan, di mana di dalamnya tertutup padang rumput hijau, di dalamnya mengalir sungai-sungai dengan air mengalir, dan cekungan di dalamnya berubah menjadi danau.

Sehingga gurun Empty Quarter, yang saat ini dianggap sebagai salah satu daerah paling gersang di bumi telah terbukti bahwa di sana terdapat sejumlah danau kering dan saluran air yang terkubur di bawah pasirnya.

Dan juga danau dan sungai tersebut dipenuhi dengan kehidupan dan dialiri dengan air sampai pada zaman orang Aad yang mendirikan sebuah peradaban di selatan Jazirah Arab yang tidak sebanding dengan peradaban pada masanya. Kemudian Allah telah mengisyaratkan dengan tegas ini semua di dalam Alquran Surah As-Syuara ayat 132-135:

وَاتَّقُوا الَّذِي أَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُونَ أَمَدَّكُمْ بِأَنْعَامٍ وَبَنِينَ وَجَنَّاتٍ وَعُيُونٍ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

“Wattawulladzi amaddakum bimaa ta’lamun. Amaddakum bi-an’aamin wa banina. Wa jannatin wa ‘uyunin. Inniy akhaafu alaikum adzaaba yaumin azhimin.”

Yang artinya: “Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui. Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak dan anak-anak. Dan kebun-kebun dan mata air. Sesungguhnya aku takut engkau ditimpa adzab di hari yang besar.”

Dijelaskan bahwa umat manusia saat ini tengah hidup di akhir siklus terakhir retret glasial. Para ilmuwan mengumumkan permulaan siklus glasial baru yang prekursornya telah dimulai sebagaimana hasil studi iklim yang menunjukkan bahwa manusia saat ini sedang memasuki periode hujan baru.

Yaitu dibuktikan dengan permulaan merayapnya es di belahan bumi utara menuju selatan, dan penurunan derajat panas musim dingin. Seandainya bukan karena peningkatan terus-menerus dalam tingkat pencemaran lingkungan yang meningkatkan pemanasan global, umat manusia saat ini akan melihat seretan es di Amerika Utara, Eropa, dan Asia di zaman saat ini yang menegaskan kembalinya gurun, padang rumput, dan sungai yang gersang tersebut terjadi.

Fakta-fakta ini tidak diketahui manusia sampai akhir dekade abad ke-20. Adapun Rasulullah SAW telah mengisyaratkan dengan lugas fenomena tersebut sebagai peringatan bagi seluruh umat manusia, khususnya yang hidup di akhir zaman. [yy/republika]