18 Safar 1443  |  Minggu 26 September 2021

basmalah.png

The Next Big Trends : Siapa Yang Akan Ikut Mengubah Dunia?

The Next Big Trends : Siapa Yang Akan Ikut Mengubah Dunia? Fiqhislam.com - Tiga dekade lalu ketika sumber berita utama masih berupa koran, penulis kondang John Naisbitt menulis buku yang legendaris Megatrends.

Buku ini kemudian diterbitkan di 57 negara dan terjual sekitar 14 juta copy. Tetapi bagaimana John Naisbitt bisa membuat prediksinya yang begitu memukau dunia dengan hanya membaca koran ?. Ternyata bukan hanya sekedar membaca koran, John Naisbitt membuat prediksinya dengan cara yang lebih ‘primitif’ lagi yaitu dengan mengukur panjang kolom di masing-masing subject yang diamatinya!

Semakin panjang suatu kolom dari waktu ke waktu, berarti semakin penting subject ini dan inilah katanya yang akan mengubah Dunia. Konon mayoritas magatrends yang diprediksi John Naisbitt’s ini terbukti dalam dua-tiga dekade berikutnya. Yang paling nyata di antaranya  adalah prediksi tentang pergeseran pasca era industry ke masyarakat informasi seperti yang kita rasakan sekarang.

Para futurolog lain yang mencoba mengikuti jejak John Naisbitt di jaman ini untuk belajar memprediksi masa depan, sumber informasi itu sudah menjadi jauh lebih mudah untuk dikumpulkan, diekstrak dan disimpulkan. Terlepas dari masalah akurat atau tidaknya, tetapi kinipun Anda bisa dalam beberapa menit saja search di internet untuk memperoleh gambaran trend apa yang terjadi pada subject yang Anda minati.

Konon para pembuat film Hollywood kini cukup bertanya sama ‘mbah Google’ tentang film-film apa yang akan laris, siapa yang sebaiknya memerankannya dan bahkan sampai pada judulnya apa sebaiknya dst.

Bila hanya dengan mengukur panjang suatu kolom di koran John Naisbitt bisa memprediksi masa depan dengan cukup akurat (meskipun tetap tidak sepenuhnya benar), demikian pula dengan para produser film di Hollywood bisa relatif akurat menyiapkan film-film yang bakal banyak ditonton orang – maka mungkinkah ada instrumen yang lebih akurat lagi untuk memprediksi masa depan itu?

Prediksi yang sifatnya manusiawi pastinya tidak akan bisa dijamin kebenaran atau akurasinya – secanggih apapun tekniknya dan sebesar apapun data yang diolahnya. Terlalu banyak unknown factors untuk masa depan, hingga hanya Allah sendiri-lah yang mengetahui akan seperti apa masa depan itu.

Tetapi sesungguhnya Allah memberikan petunjuk dan penjelasanNya (QS 2 : 285) melalui Al-Qur’an, Allah menjelaskan segala urusan (QS 16 : 89) sehingga sangat mungkin kita bisa ‘membaca’ trend masa depan ini dengan akurat bila yang kita jadikan sumber informasinya adalah Al-Qur’an, bukan panjang kolom di koran dan bukan oula search engine-nya ‘mbah Google’.

Ambil contoh misalnya ketika Allah mengabarkan bahwa ada jaminan rezeki yang cukup bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini dan bahkan juga bagi binatang  yang tingggal didalamnya (QS 11 :6). Maka bila realitanya sekarang masih ada sekitar 1 milyar orang di muka bumi ini yang kekurangan pangan, pasti ada jalan untuk mengatasinya.

Trend yang mengarah pada upaya-upaya pencukupan pangan bagi seluruh penghuni bumi inilah yang antara lain akan mengubah dunia itu. Bila Anda bekerja pada  upaya-upaya untuk menghasilkan tanaman yang lebih produktif, distribusi pangan yang lebih adil, harga-harga pangan yang lebih terjangkau dst. Maka insyaAllah Anda sudah bekerja in right track, mengikuti trend kecukupan pangan global yang diskenariokan oleh Allah.

Ambil contoh lain misalnya tentang ciri-ciri orang yang beruntung antara lain adalah orang-orang yang beriman, yang sholat khusu’, yang meninggalkan perbuatan sia-sia, yang berzakat, yang menjaga kemaluannya, yang memelihara amanat dan memelihara sholatnya (QS 23 : 1-9). Maka inilah trend karakter  orang-orang yang akan memenangkan masa depan itu.

Ketika yang lain pesimis tentang dunianya, orang beriman tetap dapat optimis memandang dunia dan keluasan akhiratnya. Ketika yang lain stress dan galau, generasi yang beruntung kedepan adalah yang tetap dapat sholat secara khusus’ dimana saja dan kapan saja.

Ketika yang lain menghabiskan waktunya secara sia-sia, pememang masa depan adalah orang yang mampu mengoptimalkan waktunya sejak dini. Ketika trend yang lain hidup semakin individualistis, pemenangnya adalah yang berbuat sebaliknya yaitu semakin peduli terhadap orang lain.

Ketika umat lain dihancurkan dengan kehidupan bebas dengan segala penyakit fisik maupun penyakit sosial yang ditimbulkannya, generasi pemenangnya adalah yang mampu menjaga diri, keturunan dan nilai-nilainya.

Manusia punya kehendak dan Allah-pun punya kehendak, kehendak siapakah yang akan terjadi ?, pastinya adalah kehendakNya yang akan terjadi. Maka trend manakah yang akan kita ikuti untuk ikut bisa berperan mengubah dunia ?, pilihannya ada pada diri kita sendiri,  insyaAllah.

Oleh : Muhaimin Iqbal
Penulis Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

hidayatullah.com