fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


28 Sya'ban 1442  |  Sabtu 10 April 2021

Umar RA: Allah Telah Mendahuluiku ...

Umar RA: Allah Telah Mendahuluiku ...


Fiqhislam.com - Umar bin Khattab diberi oleh Allah Ilmu Pengetahuan yang begitu luas, ia memiliki kecerdasan yang luar biasa. Dia juga seseorang yang kerap mendapatkan ilham, perkataannya sering bersesuaian dengan wahyu.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam berkata, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari Bani Israil ada yang diberikan ilham walaupun mereka bukan Nabi, jika salah seorang dari umatku mendapatkannya, maka Umar lah orangnya ”. (HR. Bukhari)

Dikisahkan dari buku yang berjudul ‘The Great of Two Umars’ karya Fuad Abdurrahman bahwa pada suatu hari, Umar ra mendatangi sekelompok orang Yahudi yang sedang membaca Taurat. Umar terkejut mengetahui isi Taurat ternyata membenarkan Alquran.

Ketika itu, Nabi lewat di depan mereka, Umar lalu berkata kepada orang Yahudi itu, “Aku memohon agar engkau menjawab pertanyaanku ini dengan jujur. Apakah engkau tahu bahwa sesunguhnya Beliau itu (seraya menunjuk kepada Rasulullah) adalah utusan Allah?”

Salah seorang dari mereka menjawab, “Memang benar kami tahu bahwa sesungguhnya Dia adalah utusan Allah.” Kemudian Umar ra bertanya kepada mereka, “Mengapa engkau tidak mau mengikutinya?”

“Ketika kami bertanya tentang penyampai kenabiannya,” kata mereka, “Muhammad menjawab Jibril. Dialah musuh kami yang menurunkan kekerasan, kekejaman, peperangan, dan kecelakaan.”

“Siapa nama malaikat yang biasa diutus kepada Nabimu?” tanya Umar. “Mikail yang menurunkan hujan dan rahmat,” jawab salah seorang Yahudi.

“Bagaimana kedudukan mereka itu di sisi Tuhannya?” tanya Umar lagi.

Mereka menjawab, “Yang satu di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.”

Umar ra berkomentar, “Tidak sepatutnya Jibril memusuhi pengikut Mikail dan tidak patut Mikail berbuat baik kepada musuh Jibril. Sesungguhnya aku percaya bahwa Jibril, Mikail, dan Tuhan mereka akan berbuat baik kepada siapa yang berbuat baik kepada mereka, dan akan berperang kepada siapa yang mengumumkan perang kepada mereka.”

Kemudian Umar ra bergegas mengejar Rasulullah SAW untuk menceritakan hal itu. Namun, sesampainya ke hadapan Rasulullah SAW, beliau berkata, “Apakah engkau ingin aku membacakan ayat yang baru saja turun kepadaku?” “Tentu saja, wahai Rasulullah,” jawab Umar ra.

Rasul lalu membacakan ayat itu, “Katakanlah (Muhammad), ‘Barangsiapa menjadi musuh Jibril maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Alquran) ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman. Barang siapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril, dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.” (Al-Baqarah:97-98).

Umar ra berkata, “Ya Rasulullah, demi Allah, aku tinggalkan kaum Yahudi tadi dan menghadap engkau justru untuk menceritakan hal yang kami perbicangkan. Akan tetapi, rupanya Allah telah mendahuluiku.” [yy/republika]