fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


11 Ramadhan 1442  |  Jumat 23 April 2021

Nasihat Tsauri

Nasihat Tsauri


Fiqhislam.com - Suatu ketika, Ali bin Fudhail ingin melaksanakan tawaf. Tiba-tiba, dia melihat Ats Tsauri sedang bersujud. Fudhail menyegerakan tawafnya. Sufyan masih belum mengangkat kepalanya dari sujud. Suatu ketika, Ibnu Wahab juga melihat dia sedang melaksanakan shalat sunah usai Maghrib. Sampai azan Isya berkumandang, dia masih meletakkan kepalanya di tempat sujud, hingga mereka meng ajaknya untuk shalat Isya.

Sufyan pun selalu terlihat menangis di saat menjadi imam dan membaca surah al-fatihah sampai pada ayat Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in (Hanya kepadamu kami menyembah dan meminta pertolongan). Tangisan itu membuatnya harus mengulang bacaan surat pembuka tersebut.

Dia juga menangis ketika melihat sebongkah tanah yang khawatir akan dosa dan imannya tidak sampai hingga meninggal dunia. Sufyan juga selalu menasihati agar hidup berkucukupan. Karangan dia yang paling dikenal adalah Tafsir Alquran, salah satu yang paling awal dalam genre ini.

Beberapa karyanya dicetak oleh Imtiyaz Ali 'Arsyi pada 1965. Tafsir Tabari banyak mengutip penjelasan Sufyan. Karya mengenai ilmu Islam yang terkenal adalah Al-Jami'ul Kabir fil Fiqhi wal Ikhtilaf, Al-Jami'us Shaghir, dan Kitabut Tafsir. n ed: erdy nasrul

Beberapa Nasihat Sufyan kepada Saudaranya

Jika engkau melihat seorang ulama penjilat penguasa maka ketauhilah sesungguhnya dia pencuri. Imam yang adil itu ada lima: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan Umar bin Abdul Aziz.

Dari Yahya bin Yaman, Sufyan Ats Tsauri berkata, "Harta adalah penyakit umat ini. Penyembuhnya adalah orang alim. Jika penyakit ini ada pada diri seorang alim maka kapan dia akan menyelamatkan manusia."

Dari Abu Hisyam, dari Waqi', Sufyan Tsauriy berkata, Zuhud bukan memakan sesuatu yang kasar atau memakai pakaian yang kasar, akan tetapi yang dinamakan zuhud adalah sedikit angan-angan dan merasa dibayang-bayangi kematian. Dari Yahya al-Qatthan, Sufyan Tsauri bekata, Sesungguhnya sejelek-jelek manusia adalah yang mencari dunia dengan amalan akhirat.

Ulama sepakat bahwa Sufyan wafat di Basrah pada 161 Hijriyah. Demikian juga dengan muridnya, Yahya al-Qathan, berkata Sufyan meninggal pada tahun tersebut. Abudurrahman bin Mahdi berkata, Ketika Sufyan meninggal, kami mem bawa jasadnya kepada penguasa, kami tidak menghiraukan malam dan siang. Aku mendengar penguasa itu berkata, 'Pelindung telah pergi pelindung telah pergi," ujar Mahdi. [yy/republika]

 

Tags: Tsauri | Madzhab