5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Rahasia Kedamaian Jiwa

Rahasia Kedamaian Jiwa

Fiqhislam.com - Lelaki ini pantas iri pada sahabatnya yang tak pernah terlihat sedih dan berduka. Hatinya seakan tertutup untuk menerima kesedihan dan hanya terbuka untuk kebahagiaan. Suatu hari dia memberanikan diri bertanya pada sahabatnya itu tentang rahasia kedamaian jiwa dan kelegaan hatinya menjalani fluktuasi psikologis kehidupannya.

Sahabatnya itu menjawab: "Semenjak aku mengenal Allah dan berkomitmen untuk senantiasa menyembahNya dengan hakikat penyembahan, maka aku titip pasrahkan semua urusan kepadaNya. Tak pernah aku mendapatkan nikmat kecuali aku langsung berwudlu' dan shalat sebagai syukurku kepadaNya serta pengharapan kebaikan dari nikmat-nikmat itu."

Sang sahabat itu diam sejenak sambil merenungkan kata-katanya itu, kemudian melanjutkan kalimat: "Dan kalau aku diberi ujian atau musibah, maka aku langsung berwudlu' dan shalat sambil memohon diberikan kesabaran dalam menjalani ujian atau misubah itu. Sementara jika aku dibingungkan oleh pilihan-pilihan, maka aku juga langsung berwudlu' dan shalat istikharah memohon bimbingan dan pilihan kepada Allah Yang Maha Mengetahui."

Sang sahabat itu terdiam lagi sambil menatap langit dengan tatapan tadabbur untuk kemudian berkata lagi: "Kawan, hidupku adalah berputar dari syukur, sabar dan doa yang aku antar dengan wudlu' dan shalatku. Jangan sombong kala diberi nikmat, jangan larut dalam tangis kesedihan ketika diberi musibah. Musibah itu sesungguhnya satu pangkat dengan nikmat, sebagai hadiah dari Allah. Ia hanya akan tinggal sebentar dalam kehidupan kita, lalu kembali ke atas menuju Allah membawa detail-detail kesabaran kita." Subhanallah, indah sekali. 

KH Ahmad Imam Mawardi
Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya
yy/inilah