27 Dzulqa'dah 1443  |  Senin 27 Juni 2022

basmalah.png

12 Perbedaan Sahabat Akhirat dan Sahabat Dunia

12 Perbedaan Sahabat Akhirat dan Sahabat Dunia

Fiqhislam.com - Ada dua macam sahabat, yaitu sahabat akhirat dan sahabat dunia. Kedua kelompok sahabat tersebut mempunyai ciri-ciri yang sangat bertolak belakang.

Ciri pertama, sahabat akhirat sangat mencintai sahabatnya karena Allah. Ssedangkan sahabat dunia dekat denganmu karena dunia, kekayaanmu, popularitasmu atau jabatanmu.

Ciri kedua, sahabat akhirat senang menasehati dalam taat. Sedangkan sahabat dunia senang menasehati tentang dunia.

Ciri ketiga, sahabat akhirat diam-diam senang mendoakanmu. Sedangkan sahabat dunia asyik hanya pada dirinya.

Ciri keempat, sahabat akhirat tidak akan membiarkan sahabatnya  susah, sakit bahkan celaka. Sedangkan sahabat dunia cuek bahkan bisa mencelakan sahabatnya.

Ciri kelima, sahabat akhirat merasakan kesusahanmu. Sedangkan sahabat dunia tidak peduli.

Ciri keenam, sahabat akhirat membantumu bila kamu dalam kesulitan. Sedangkan sahabat dunia lebih banyak membuat masalah dalam hidupmu.

Ciri ketujuh, sahabat akhirat tulus, senang, bahagia, apa adanya bersikap di hadapan sahabatnya. Sedangkan  sahabat dunia penuh kepura-puraan, hanya karena ada maunya dekat padamu.

Ciri kedelapan, sahabat akhirat mudah memaafkanmu karena cintanya padamu. Sedangkan sahabat dunia cepat menjauhimu dan membencimu.

Ciri kesembilan, sahabat akhirat akan menutupi aib sahabatnya. Sedangkan sahabat dunia menyebarkan aib sahabatnya.

Ciri kesepuluh, sahabat akhirat senang bersyukur kalau kamu meraih sukses. Sedangkan sahabat dunia tidak sesenang kamu, karena ada dengki.

Ciri kesebelas, sahabat akhirat tetap menjadi sahabat saat orang tersebut  jatuh. Sedangkan sahabat dunia segera meninggalkan orang tersebut.

Ciri kedua belas, sahabat akhirat yang mencintaimu karena Allah, ia juga akan menjadi sahabatmu di surga. Sedangkan sahabat dunia hanya sebatas di dunia.

Sebuah hadits Rasulullah yang disampaikan  Anas bin Malik,
bahwa seseorang mendatangi Nabi SAW lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, kapan kiamat terjadi?” Beliau balik bertanya, “Apa yang telah kau persiapkan untuknya?” Dia menjawab, “Wahai Rasulullah, aku tidak menyiapkan puasa yang banyak, tidak juga sedekah. Hanya saja, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Beliau bersabda, “Engkau bersama yang kaucintai.” (HR Bukhari dan Muslim). [yy/republika]

Ustadz Muhammad Arifin Ilham