fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Percaya Nyi Roro Kidul, Bisa Syirik Bisa Tidak

Percaya Nyi Roro Kidul, Bisa Syirik Bisa Tidak


Fiqhislam.com - Ada dua hal yang perlu dibedakan untuk menjawab kasus ini,

Pertama, jika sebatas percaya bahwa ada orang melihat jin yang menjelma menjadi makhluk seperti Roro Kidul, kemudian dia gambarkan sebagai sosok ratu, insyaaAllah tidak masalah dan bukan termasuk kesyirikan. Karena islam tidak menolak realita. Hanya saja, yang menjadi masalah, benarkah klaim orang yang mengaku ketemu si ratu itu? Ataukah hanya sebatas hayalan dan halusinasi. Atau bahkan bisa jadi hanya sebatas mimpi. Barangkali, yang ketiga inilah yang lebih sering terjadi.

Mengingat, semua berita tentang ini bisa jadi benar dan bisa jadi salah, pilihan tidak perlu memikirkan dan bersikap cuek, insya Allah lebih baik, meskipun tidak kita pungkiri jika ada orang yang mengaku jujur pernah melihatnya. Karena percaya dan tidak percaya sama sekali tidak memberikan pengaruh bagi kehidupan kita.

Kedua, mempercayai dalam bentuk mengagungkan. Lain halnya dengan mengagungkan. Mempercayai Nyi Roro Kidul dalam bentuk mengagungkan dirinya, atau gambarnya, atau memberikan sesajen untuknya, agar dia tidak mengganggu mannusia, hukumnya syirik. Allah berfirman,

Ingatlah hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah memanfaatkan dari sebagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)". (QS. Al-Anam: 128)

Siapakah yang dibahas di ayat ini? Ibnu Juraij menjelaskan,

Dulu ketika masyarakat Jahiliyah melakukan safar, kemudian mereka hendak melewati lembah, mereka membaca, "Aku berlindung kepada mbau rekso (jin pemimpin) lembah ini." Itulah bentuk memanfaatkan sebagian mereka dari sebagian yang lain kemudian mereka memohon ampunan pada hari kiamat. (Tafsir Ibn Katsir, 3:338)

Sikap mereka yang mengirim larung, sebagai bentuk persembahan kepada Nyi Roro Kidul, atau sesajen apapun bentuknya, sebagai bentuk pengabdian kepada Roro Kidul ketika hendak ketemu, itulah bentuk kesyirikan. Allahu alam. [yy/inilah]

Ustadz Ammi Nur Baits

 

Tags: roro kidul | jin | setan | iblis | syaitan