<
pustaka.png
basmalah.png

Mengatasi Permasalahan dalam Hidup

Mengatasi Permasalahan dalam Hidup

Fiqhislam.com - Setiap manusia yang hidup di dunia, pasti pernah mendapatkan suatu permasalahan dalam kehidupannya. Sabar dan ikhlas sulit dilakukan jika seseorang tidak mampu menyadari, bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, pada hakikatnya hanyalah ujian.

Kita sebagai manusia seringkali membahasakan ujian yang tidak menyenangkan sebagai sebuah permasalahan. Jangan pernah melihat bahwa suatu masalah adalah hal yang negatif. Dengan adanya permasalahan tersebut, justru seharusnya kita merasa gembira. Mengapa? Karena hal tersebut berarti bahwa Tuhan memberikan perhatian lebih kepada kita sebagai umat-Nya.

Beragam permasalahan yang diberikan Allah kepada kita juga merupakan refleksi bahwa kita merupakan orang yang diberi kemampuan dan tanggung jawab untuk bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut. Oleh karena itu, hadapilah masalah ini secara tenang dan tanpa ragu kepada Allah SWT, berprasangka baiklah kepada-Nya.  

Di saat kita mencari solusi dalam menyelesaikan masalah, di saat itulah sebuah proses pendewasaan hidup akan bermula. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya, akan senantiasa membimbing kita untuk menemukan solusi dari masalah yang di hadapi.

Seluruh masalah dan ujian merupakan mekanisme pengguguran dosa, karenanya kaitkan hanya kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya setelah kesulitan akan ada kemudahan, berusaha berlapang dadalah. Seperti halnya tertera dalam firman Allah SWT, “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain” (QS. Al- Insyirah :7).

Ketika kau selesai dalam urusan dunia, bersungguhlah kemudian dalam ibadah dan kataatan lainnya. Perbanyaklah shalat sunnah, berbuat kebajikan dan tambahlah dengan amal saleh lainnya. Setelah kau selesai melaksanakan shalat, berdoalah dengan penuh kesungguhan sesudahnya. Sabar dan shalat dalam menghadapi ujian, wastainu bi shabri wa shalah.

Huwalladzi anzala sakinatan fii qulubil mu'minin, karenanya hadapi masalah dengan hati yang sakinah, atau ketentraman hati. Karena ketentraman, akan diberikan kepada orang-orang yang beriman dan yakin bahwa Allah lah yang Maha segalaNya”, tambah Ustadz Erick.

Kehidupan seorang Muslim bukan untuk bermain-main, hidup tanpa arti, atau hanya berbuat keburukan saja. Hendaknya terus berbuat yang terbaik, selalu berbuat yang berarti, bermanfaat, dan selalu memberi kualitas pada hidup atau memberi manfaat dan kualitas bagi dirinya, bagi masyarakatnya dan bagi agama Islam umumnya. [yy/republika]

 

 

top