29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Nasihat Imam Al Ghazali dalam Bergaul

Nasihat Imam Al Ghazali dalam Bergaul

Fiqhislam.com - Dalam sebuah kitab, Imam Al Ghazali menyampaikan sebuah nasihat yang sangat baik tentang pergaulan dengan seorang teman. Ada dua yang perlu diperhatikan: 1) melihat kriteria orang yang bisa dijadikan teman atau sahabat; 2) memperhatikan hak-hak persahabatan.

Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mencari tahu kriteria seperti apa atas diri seseorang yang bisa kita jadikan seorang teman atau sahabat. Rasulullah pernah bersabda, "Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya." (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Jika kita sedang mencari seorang teman yang bisa membersamai kita dalam urusan agama dan dunia, maka perhatikanlah lima hal berikut:

1. Akal

Bergaul dengan orang bodoh hanya akan berakhir pada kemalangan dan terputusnya hubungan. Musuh yang pandai lebih baik daripada teman yang bodoh. Ali bin Abi Thalib r.a., pernah berkata:

Jangan engkau bergaul dengan orang bodoh

Hendaknya kau betul-betul menghindarinya

Betapa banyak orang bodoh yang menghancurkan si penyabar ketika ia menginginkannya

Seseorang diukur dengan orang lain di mana orang itu mengikutinya

Seperti sepasang sandal yang sama di mana sandal itu menyerupainya

Sesuatu dari yang lain mempunyai ukuran dan kemiripan

Hati yang satu menjadi petunjuk bagi hati yang lain ketika berjumpa

2. Akhlak yang Baik

Orang yang buruk akhlaknya adalah orang yang tidak bisa menahan diri ketika muncul marah dan syahwat. Sudah seharusnya kita tidak bergaul dengan orang yang seperti ini. Alqamah al-Atharidi berkata dalam wasiatnya kepada sang putra. "Wahai anakku, jika engkau ingin bergaul dengan manusia, bergaulah dengan orang yang jika kau layani, dia menjagamu, dan jika kau temani dia membaguskanmu. Bersahabatlah dengan orang yang jika kau ulurkan tanganmu untuk kebaikan ia juga mengulurkannya, jika melihat kebaikanmu ia mengingatnya, dan jika melihat keburukanmu ia meluruskannya. Bersahabatlah dengan orang yang jika kau ungkapkan sesuatu, ia membenarkan ucapanmu itu, jika kau mengusahakan sesuatu ia membantu dan menolongmu, serta jika kalian berselisih dalam persoalan dia mengalah padamu."

3. Baik dan saleh

Temukanlah mereka yang baik dan saleh, yaitu mereka yang takut kepada Allah karena mereka tak akan terus berbuat maksiat besar. Hindarilah bergaul dengan orang-orang fasik, karena mereka akan selalu berubah-ubah sikap sesuai dengan kepentingannya. Bergaul dengan orang fasik juga dikhawatirkan akan membuat kita toleran dan meremehkan maksiat. Allah Swt berfirman, "Jangan engkau ikuti orang yang Kami lalaikan hatinya dari berzikir kepada Kami dan mengikutiku hawa nafsunya. Orang itu telah betul-betul melampaui batas." (QS Al Kahfi [18}: 28).

4. Tidak Tamak terhadap Dunia

Manusia cenderung meniru orang-orang di sekelilingnya. Jika kita bergaul dengan mereka yang tamak, kita bisa menjadi lebih tamak. Bergaul dengan jenis orang yang demikian dapat diibaratkan sebagai racun yang membunuh.

5. Jujur

Pembohong dapat diibaratkan sebagai sebuah fatamorgana. Kita bisa tertipu olehnya. Mereka bisa membuat dekat yang jauh, membuat jauh yang dekat.

Kedua adalah memperhatikan hak-hak persahabatan ketika kita sudah menemukan orang yang demikian untuk dijadikan sahabat. Sebagaimana Rasulullah berkata bahwa tidaklah dua orang bersahabat melainkan yang paling dicintai Allah adalah yang paling mengasihi temannya. Allahualam bi shawwab

yy/inilah