4 Jumadil-Awal 1443  |  Rabu 08 Desember 2021

basmalah.png

Selain Islam, Agama Lain pun Jangan Kita Lecehkan

Selain Islam, Agama Lain pun Jangan Kita LecehkanFiqhislam.com - Kita tahu bahwa banyak sekali orang di luar sana yang menghina agama Islam. Tentu hati terasa tersakiti. Dan kita tidak akan membiarkan pelecehan itu berlangsung lama. Sebab, telinga kita sudah enggan untuk mendengar hujatan-hujatan yang dilontarkan kepada agama kita, khususnya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Meski begitu, jangan sampai amarah yang bergejolak membuat kita lupa diri. Walau bagaimana pun, tindakan yang harus kita lakukan harus berdasarkan niat karena Allah SWT, demi membersihkan nama-Nya. Agar Sang Raja kita tidak selalu dihina oleh mereka, orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Jangan sampai, lidah ini mengatakan hal yang merugikan diri kita sendiri. Seperti halnya kita pun ikut menghina atau melecehkan agama lain. Hal ini jangan sampai terlontar dari lidah kita. Sebab, Allah SWT tidak memerintahkan kita untuk melakukan hal tersebut.

Sebagaimana Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan,” (QS. Al-An’am: 108).

Menghina adalah sifat manusia yang mengikuti hawa nafsu. Islam melarang kita memaksa orang yang berbeda agama untuk memeluk Islam. Islam agama yang benar, kewajibaan kita hanyalah menyampaikan atau pun memanggil manusia ke jalan yang benar. Bukan dengan paksaan, tapi dengan kerelaan. Sebab paksaan akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik dan mengakibatkan hilangnya sifat ikhlas.

Islam mengajak umat lainnya supaya sama-sama kembali ke titik pertemuan, kalimat persamaan yaitu menyembah Tuhan yang Maha Esa dan tidak mempersekutukannya dengan apapun juga. Allah berfirman yang bermaksud, “Katakanlah, ‘Hai ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah.’ Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, ‘Saksikanlah, bahwa Kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)’,” (QS. Ali Imran: 64).

Allah SWT juga berfirman, “Untukmu agamamu dan untukkulah agamaku,” (QS. Al-Kafirun: 6).

Islam melarang kita menyakiti hati orang lain dengan tindakan-tindakan yang kasar, dzalim atau pun perbuatan tercela lainnya. Cobalah kita perhatikan kitab suci Al-Quran yang begitu memuliakan Nabi Musa AS, Nabi Isa AS dan nabi-nabi yang lainnya. Sifat yang baik ini mestilah pula dimiliki oleh semua pihak. Jadi dengan sifat menghormati keyakinan orang lain dan tidak menyakitkan hati pihak lain. InsyaAllah kerukunan umat menjadi kenyataan. [yy/islampos]

Selain Islam, Agama Lain pun Jangan Kita LecehkanFiqhislam.com - Kita tahu bahwa banyak sekali orang di luar sana yang menghina agama Islam. Tentu hati terasa tersakiti. Dan kita tidak akan membiarkan pelecehan itu berlangsung lama. Sebab, telinga kita sudah enggan untuk mendengar hujatan-hujatan yang dilontarkan kepada agama kita, khususnya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Meski begitu, jangan sampai amarah yang bergejolak membuat kita lupa diri. Walau bagaimana pun, tindakan yang harus kita lakukan harus berdasarkan niat karena Allah SWT, demi membersihkan nama-Nya. Agar Sang Raja kita tidak selalu dihina oleh mereka, orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Jangan sampai, lidah ini mengatakan hal yang merugikan diri kita sendiri. Seperti halnya kita pun ikut menghina atau melecehkan agama lain. Hal ini jangan sampai terlontar dari lidah kita. Sebab, Allah SWT tidak memerintahkan kita untuk melakukan hal tersebut.

Sebagaimana Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan,” (QS. Al-An’am: 108).

Menghina adalah sifat manusia yang mengikuti hawa nafsu. Islam melarang kita memaksa orang yang berbeda agama untuk memeluk Islam. Islam agama yang benar, kewajibaan kita hanyalah menyampaikan atau pun memanggil manusia ke jalan yang benar. Bukan dengan paksaan, tapi dengan kerelaan. Sebab paksaan akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik dan mengakibatkan hilangnya sifat ikhlas.

Islam mengajak umat lainnya supaya sama-sama kembali ke titik pertemuan, kalimat persamaan yaitu menyembah Tuhan yang Maha Esa dan tidak mempersekutukannya dengan apapun juga. Allah berfirman yang bermaksud, “Katakanlah, ‘Hai ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah.’ Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, ‘Saksikanlah, bahwa Kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)’,” (QS. Ali Imran: 64).

Allah SWT juga berfirman, “Untukmu agamamu dan untukkulah agamaku,” (QS. Al-Kafirun: 6).

Islam melarang kita menyakiti hati orang lain dengan tindakan-tindakan yang kasar, dzalim atau pun perbuatan tercela lainnya. Cobalah kita perhatikan kitab suci Al-Quran yang begitu memuliakan Nabi Musa AS, Nabi Isa AS dan nabi-nabi yang lainnya. Sifat yang baik ini mestilah pula dimiliki oleh semua pihak. Jadi dengan sifat menghormati keyakinan orang lain dan tidak menyakitkan hati pihak lain. InsyaAllah kerukunan umat menjadi kenyataan. [yy/islampos]

Kasus-kasus Pelecehan Agama

Kasus-kasus Pelecehan Agama

Maraknya pemberitaan mengenai orang-orang yang melecehkan agama, khususnya terhadap agama Islam. Sebagai seorang muslim, tentu saja hati kita terasa terinjak-injak. Hati begitu sakit saat agama yang kita anut dihina. Terutama hinaan yang ditujukan itu kepada Tuhan kita –Allah SWT- dan Rasul-Nya.

Ada beberapa kasus yang pernah terjadi dan menimpa umat muslim. Di mana beberapa orang secara terang-terangan telah melecehkan agama. Kasus apa sajakah itu?

Pertama, dilakukan oleh dua orang lelaki yang mengikat daging babi di gagang pintu masjid di Bistrol, Inggris. Mereka adalah Kevin Crehan dan Mark Bennet. Parahnya, istri mereka juga ikut andil dalam aksi pelecehan agama tersebut. Mereka bukan hanya melakukan hal tidak baik itu, tetapi mereka juga mengikat bendera perwira Romawi di pagar masjid. Karena ulahnya itulah, BBC melaporkan bahwa akhirnya mereka ditahan di dalam penjara selama beberapa bulan. Selain itu selama 10 tahun ke depan, mereka juga dilarang mendekati area masjid.

Kedua, dilakukan oleh salah seorang Pendeta Antonius Rechmon Bawengan. Menurut voa-islam.com, secara terang-terangan, pendeta berdarah Manado ini menyebarkan buku dan selebaran hujatan terhadap Islam. Alhasil, ia pun diberi hukuman beberapa tahun penjara. Hanya saja, banyak umat muslim yang tak terima dengan hukuman tersebut. Hingga akhirnya, terjadilah keributan dan kerusakan, yang bermula dari seorang peleceh agama itu.

Ketiga, dilakukan oleh seorang perempuan asal Karimun, Indonesia Dewi yang secara terang-terangan melalui akun facebooknya menginjak Al-Quran. Hal ini tentu saja membuat geram umat Muslim. Alhasil, menurut laporan tolongshare.beritaislamterbaru.org, ia diberhentikan dari pekerjaannya secara sepihak. Selain itu, ia pun dikembalikan ke kampung halamannya. Namun sayang, kini ia menjadi sosok hina di mata umat Islam.

Keempat, dilakukan oleh seorang lelaki asal Sukabumi Indra Okta Permana. Ia pernah berulah dengan mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan. Ia memerintahkan seorang warga di daerahnya untuk menyembah matahari dan membakar Al-Quran. Hanya saja, orang yang dipaksa olehnya itu tidak mau mengikuti perintahnya. Alhasil ia menganiaya orang tersebut. Kini, menurut tempo.co, kondisi kejiwaannya dinyatakan terganggu. Hasil pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa ia menderita schizophrenia berat.

Itu hanya beberapa dari banyaknya kasus yang pernah terjadi mengenai pelecehan agama. Sungguh, perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang sangat hina. Mengapa? Sebagai umat beragama, tidak seharusnya kita saling menghina satu sama lain. Sebab, setiap orang memiliki kepercayaan dan keyakinannya masing-masing. Jika kepercayaan itu dinodai, tentu akan ada hati yang tersakiti.

Lihatlah kasus-kasus tersebut. Jika kita amati, perilaku pencela agama, hidupnya tidak ada yang bahagia. Mereka berakhir dengan kondisi yang tidak baik. Berniat merusak agama seseorang, malah ia sendiri yang rusak. Baik itu dalam hal kepribadiannya maupun kehidupan sosialnya. [yy/islampos]