28 Safar 1444  |  Minggu 25 September 2022

basmalah.png

Mutiara Hikmah dari Asiyah, Sang Wanita Sempurna

Mutiara Hikmah dari Asiyah, Sang Wanita Sempurna

Fiqhislam.com - Dari kisah kehidupan Asiyah dapat kita petik beberapa pelajaran berharga, di antaranya:

1. Besarnya pengaruh keimanan dalam menghadapi siksaan serta kehinaan yang ditimpakan oleh orang-orang zalim kepada orang-orang mukmin, sampai-sampai wanita yang lembut dan hidup dalam kesenangan, dia bersabar atas siksaan untuk mendapatkan keridaan Allah dan rahmat-Nya serta surga-Nya.

2. Kedengkian orang-orang kafir kepada orang-orang beriman sangat besar, dimana Firaun tidak memperdulikan hak untuk istrinya, bahkan istrinya harus merasakan pedihnya siksaannya. Firaun juga tidak menghargai kelemahan seorang wanita.

3. Penjagaan Allah kepada hamba-Nya yang beriman tatkala mereka tertimpa bencana, Allah mengirimkan kepada Asiyah istri Firaun beberapa malaikat untuk menaunginya ketika dia dalam keadaan dipasak. Allah juga memberikan kabar gembira dengan memperlihatkan sebuah rumah yang disiapkan di surga yang penuh kenikmatan untuknya. Hal itu untuk keteguhan imannya.

4. Pilihan sebagian hamba Allah atas kenikmatan akhirat di atas kenikmatan dunia sekalipun mereka memperoleh ketinggian martabat, karena Asiyah adalah wanita pertama di istana kerajaan Firaun.

5. Keagungan kelembutan Allah, andaikan Allah berkehendak agar Asiyah terlepas dari cobaannya, dan kehancuran Firaun dan prajuritnya tentu hal itu tidak sulit bagi-Nya, tetapi Dia Maha Lembut, memperlambat dan tidak membiarkan agar Firaun mengambil pelajaran.

6. Cobaan Allah kepada hamba-Nya untuk menguji keimanannya, sebagaimana firman-Nya:

"Dan di antara manusia ada orang yang berkata: Kami beriman keapda Allah. Maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Rabbmu, mereka pasti akan berkata: Sesungguhnya kami adalah besertamu. Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?" (QS. Al-Ankabut: 10)

7. Hubungan antara mukmin dan kafir tidaklah membahayakan sedikitpun apabila dia memisahkan diri dari kekufuran dan perbuatan orang-orang kafir tersebut. Kemaksiatan orang bermaksiat tidaklah membahayakan sedikitpun bagi orang yang taat di akhiratnya, walaupun mungkin memadharatkan pada saat orang beriman berada di dunia. Istri Firaun tidak termadharati karena hubungannya dengan Firaun orang yang paling kafir.

8. Keutamaan Asiyah istri Firaun, karena dia memilih meninggal dunia di tangan raja, serta memilih siksaan di dunia daripada gelimang kenikmatan istana yang ia dapatkan. Sungguh firasatnya pada Nabi Musa alaihissalam benar tatkala Asiyah berkata, "Ia adalah penyejuk mata hati bagiku." (QS. Al-Qhashas: 9)

yy/alfurqon/inilah