14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Cara Dukun Bekerjasama dengan Jin

Cara Dukun Bekerjasama dengan Jin Fiqhislam.com - Dukun atau Paranormal, sebagian besarnya (jikalau tidak seluruhnya) memiliki ikatan dengan Jin. Dan untuk ikatan perjanjian itu, bukan asal sah atau terjadi begitu saja. Ada point-point yang harus disepakati, yang pihak dukun harus tunduk kepadanya. Tidak jarang, syarat-syarat itu melukai akidah si dukun dan menodai agamanya. Makanya, bekerjasama dengan Jin itu bukanlah sesuatu yang direkomendasikan dengan Islam. Sebab, harga yang harus ditebus, juga akan mahal, yaitu akidah; sesuatu yang harganya tidak akan mampu disandingkan dengan apapun di dunia ini.

Nah, sekarang ada baiknya kita melihat perkataan Wahid bin Abdussalam Baali yang mengatakan bahwa cara tukang sihir mendatangkan jin itu dengan delapan cara:

1-Cara Al Iqsam (bersumpah)
Biasanya tukang sihir mendatangi ruangan/kamar yang gelap, lalu menyalakan api/dupa di dalamnya. jikalau keinginannya adalah kejelekan, maka dupa yang dibakar berbau busuk. Jikalau keinginannya adalah menghilangkan sihir, maka dupa yang dibakar berbau wangi. Setelah itu, tukang sihir mulai membaca mantra–mantra yang mengandung sumpah atas nama pembesar Jin. Ini jelas kesyirikan, karena bersumpah dengan selain Allah Swt.
Kemudian dalam hal ini juga disyaratkan, bahwa tukang sihir itu harus dalam keadaan bernajis, misalnya junub.

2-Cara Adz Dzabh (menyembelih)
Biasanya, tukang sihir menyembelih ayam atau merpati dengan warna tertentu. Mayoritasnya hitam, karena mereka suka dengan warna ini. Hewan ini disembelih dengan tidak menyebut nama Allah Swt sedikit-pun. Darahnya dioleskan kepada si penderita. Setelah itu dagingnya dibuang ke tempat tertentu yang biasanya menjadi sarang Jin tanpa menyebut nama Allah. Setelah kembali ke rumah, dia membaca mantra–mantra yang mengandung kesyirikan. Kemudian menyuruh Jin melakukan apapun yang diinginkannya.

3-Cara Sufliyah (melakukan kenistaan)
Cara ini sangat populer di kalangan tukang sihir. Biasanya mereka meletakkan mushaf Al Quran di kakinya sebagai sandal. Kemudian dibawanya ke toilet. Di dalamnya, dia membaca mantra–mantra untuk menghadirkan. Setelah itu keluar, dan dapat memerintahkan apapun kepada Jin.

4-Cara Najasah (menulis ayat–ayat Al Quran dengan benda najis)
Biasanya, tukang sihir menulis ayat–ayat Al Quran dengan menggunakan darah haidh atau nifas. Setelah membacakan mantranya, maka Jin akan datang hadir. Setelah itu dia dapat memerintahkan apapun kepadanya.

5-Cara Tankis (menulis ayat Al Quran secara terbalik)
Biasanya, tukang sihir menulis Al Quran dengan cara terbalik, atau bagian awal di akhirkan. Setelah membacakan mantranya, maka Jin akan datang dan menjalankan semua perintahnya.

6-Cara Tanjim (menyembah bintang)
Inilah salah satu hubungan tukang sihir dengan bintang. Cara ini juga dinamakan dengan Ar Rashd. Biasanya, tukang sihir memantau kemunculan bintang tertentu. Jikalau muncul, maka dia akan berbicara dengan bintang tersebut dengan membaca mantra–mantra tertentu. Kemudian membaca mantra lainnya yang mengandung kesyrikan dan kekufuran. Setelah itu dia melakukan beberapa gerakan yang– katanya, dapat menurunkan spritual bintang–bintang. Padahal hakikatnya, ini adalah bentuk penyembahan kepada bintang, dan syirik kepada Allah Swt; walaupun dia tidak menyadarinya. Kemudian Syetan akan datang untuk menjalankan semua perintahnya. Tukang sihir itu menduga bahwa bintanglah yang membantunya; padahala Syetan-lah yang menolongnya. Bintang–bintang itu tidak bisa, dan tidak melakukan apapun selamanya.

7-Cara Al Kaff (melihat melalui telapak tangan)
Biasanya, tukang sihir menggunakan anak kecil untuk melakukan ritual ini. Dengan syarat, tidak dalam keadaan berwudhu’. Di tangan kirinya digambar garis empat persegi. Di sekitarnya di tuliskan mantra–mantra yang mengandung kesyirikan. Lalu di tengah empat persegi tersebut diletakkan minyak dan bunga berwarna biru, atau minyak dan tinta berwarna biru. Kemudian di atas kertas lain di tulis mantra lainnya dan di letakkan di hadapan wajah anak kecil tersebut dengan cara tergantung. Biasanya memakai topi agar tidak terjatuh. Kemudian seluruh badannya ditutupi dengan kain yang berat. Anak kecil itu bisa melihat telapak tangannya (karena pengaruh sihir). Kemudian si tukang sihir mulai membacakan mantra–mantra kekufuran yang akan membuat anak kecil tersebut berada dalam cahaya terang benderang dan bisa melihat gerakan di telapak tangannya. Gambarnya yang disaksikannya itu adalah gambar Syetan dalam wujud tertentu yang siap menjalankan apapun yang diperintahkan oleh tukang sihir.

8-Cara Al Atsar (memamfa’atkan barang bekas pakai)
Biasanya, tukang sihir akan meminta sapu tangan, kain, ikat kepala, atau apapun yang masih menyisakan bau keringat si penderita. Kemudian kain tersebut akan diikat ujungnya dan diukur sepanjang empat jari. Setelah dipegang kuat, maka dibacakan surat At Takatsur dan lainnya dengan keras. Kemudian dengan suara halus dibacakan mantra–mantra yang mengandung kesyirikan. Setelah itu jinnya dipanggil seraya berkata,”Jikalau penyakitnya disebabkan oleh Jin, maka pendekkanlah kain ini. Jikalau penyakitnya, disebabkan oleh kedengkian, maka panjangkanlah. Jikalau penyakit ini adalah bagian kedokteran, maka biarkanlah seperti adanya“. Penyakit penderita akan diketahui sesuai dengan perubahan yang di alami kain tersebut.

Inilah cara–cara kemusyrikan yang sangat dilaknat oleh Allah Swt. Mereka menjadikan Syetan sebagai penguasa, dan mengenyampingkan kekuasaan-Nya. Padahal manusia dan Syetan sama–sama makhluk yang diciptakan oleh Allah Swt. Perbedaannya: Manusia diciptakan dari tanah, dan mereka diciptakan dari api.

Rasulullah Saw bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُلِقَتْ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

Rasulullah Saw bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari api, dan Adam diciptakan dari apa yang dijelaskan kepada kalian“. [Diriwayatkan oleh Muslim]

Denis Arifandi Pakih Sati
yy/surau-online/viva
 

 

Tags: dukun | sihir | paranormal | jin