29 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 04 Desember 2021

basmalah.png

Kisah Istri Salehah yang Islamkan Suaminya

Fiqhislam.com - Kisah istri shalihah yang Islamkan suaminya adalah kisah yang akan memberikan kita banyak hikmah kehidupan. Sebagai seorang wanita, sudah sepatutnya jika kita menjadi istri yang shalihah setelah menikah. Keimanan adalah prinsip yang tidak bisa digoyahkan oleh siapapun dan apapun, termasuk suami. Jikalau bisa, justru kita membawa suami ke jalan yang benar.
 
Kisah Istri Salehah yang Islamkan Suaminya
 
Kisah elok wanita shalihah dan suaminya ini bermula ketika ada seorang wanita yang hidup bersama suaminya di Makkah sebagai musuh dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebenarnya wanita ini termasuk dalam Bani Makzum dimana merupakan keturunan terhormat dari al-Harist bin Hisyam bin Mughairah. Wanita ini bernama Ummu Hakim yang merupakan istri dari Ikrimah bin Abu Jalah, dedengkot dari kaum kafir.
 
Saat Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya mampu menaklukkan kota Makkah dengan sangat damai, maka saat itulah Ummu Hakim memutuskan untuk masuk ke dalam Islam. Ia berjanji setia kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW untuk berjuang di jalan dakwah.
 
Sayangnya, kegembiraannya masuk Islam tidak diikuti dengan sang suami. Suaminya enggan untuk mengucapkan kalimat syahadat. Bahkan, suaminya masih memiliki api permusuhan dengan Nabi dan rasa dengkinya belum juga sembuh. Terlebih, dengan ketakutannya jika Nabi membalaskan semua perlakuan buruknya dari awal dakwah.
 
Pada suatu saat, Ikrimah kabur dan melarikan diri ke negeri Yaman. Karena rasa cinta Ummu Hakim pada suaminya, ia pun bertekad untuk terus berusaha mengantarkan sang suami menuju jalan yang benar. Ummu Hakim menemui Rasulullah dan meminta jaminan keamanan untuk sang suami jika ia kembali ke Makkah hingga memeluk agama Islam. Karena Rasulullah yang begitu besar rasa kasih sayang kepada umatnya maka beliau pun menyetujui untuk memberikan jaminan keamanan sebagaimana yang diminta oleh Ummu hakim untuk suaminya.
 
Setelah itulah, Ummu Hakim menghampiri suaminya yang berada di negeri Yaman dan mereka pun bertemu di pelabuhan. Duduklah mereka dan Ummu mulai menceritakan apa yang dialaminya selama ini. Ia menceritakan bahwa Nabi Muhammad telah menjamin keamanan baginya apabila ia kembali ke Makkah dan memiliki tekad untuk bertaubat, bergabung dengan kafilah dakwah.
 
Selain itu, wanita shalihah itu menceritakan kesan kebahagiaan, nikmat, dan kedamaian yang luar biasa setelah jadi seorang muslimah. Mendengar cerita yang disampaikan oleh istrinya, maka Ikrimah pun setuju untuk kembali ke Makkah. Mulai dari situlah Ikrimah setuju untuk bersyahadat dan memeluk agama Islam. Padahal dulunya ia adalah musuh utama dakwah Rasulullah dan kini ia menjadi umat yang sangat setia pada Allah dan Rasulullah SAW.
 
Berdasarkan kisah ini, seharusnya bisa dijadikan pelajaran yang sangat berharga bagi pasangan suami istri. Suami merupakan kepala keluarga dan merupakan imam yang bertugas untuk membimbing istrinya agar bisa masuk surga bersama. Namun, suami juga manusia biasa yang bisa melakukan perbuatan dosa. Keajaiban kesabaran dan kekuatan doa seorang isteri akan membuahkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, tugas bagi seorang istri yang mengingatkan dan kembali meluruskan jalan suami menuju jalan kebenaran. Tapi, sampaikanlah nasihat dengan cara yang betul, seperti dengan penuh rasa cinta, hormat, santun dan lembut.
 

Sudah sepantasnya jika sepasang suami istri saling mengingatkan dalam kesabaran, kebaikan, maupun kasih sayang. Hal inilah yang kemudian dijadikan jaminan untuk keluarga bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. [yy/viva]

Oleh Aris Fourtofour

 

Tags: Salehah