pustaka.png
basmalah.png.orig


5 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 15 Juni 2021

Iran Larang Warga Syiah Beribadah Umrah ke Mekkah

Fiqhislam.com - Ketegangan hubungan antara Arab Saudi dan Iran kian parah hingga saling memutus kerja sama ekonomi. Menurut Reuters, selain memutus seluruh impor dari Saudi, Iran bahkan melarang rakyatnya untuk melakukan ibadah umrah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani, dalam rapat kabinet pada Kamis (7/1).

Menurut CNN, Saudi bukan merupakan mitra utama perdagangan bagi Iran. Namun, pelarangan ziarah ke tempat suci umat Islam tersebut dianggap dapat memukul mundur perekonomian Saudi.

Saudi meraup keuntungan sekitar US$18 miliar dalam setahun dari pos wisata keagamaan. Iran sendiri merupakan salah satu penyumbang peziarah terbanyak.

Pemerintah memperkirakan sekitar 600 ribu warga Iran pergi ke Saudi setiap tahunnya untuk melakukan ziarah. Namun kini, beberapa penerbangan antara kedua negara bahkan sudah diputus.

Kebijakan Teheran ini diumumkan tak lama setelah Saudi menyatakan memutus hubungan diplomatik dengan Iran. Saudi bahkan memutus hubungan perdagangan dan penerbangan serta melarang warganya pergi ke Iran.

Riyadh geram lantaran menganggap Iran tak berupaya keras untuk menahan pengunjuk rasa agar tidak menyerang gedung kedutaan besar Saudi di Teheran.

Kendati demikian, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al Jubeir, menyatakan bahwa peziarah Iran masih akan dipersilahkan mengunjungi situs suci Islam di Mekkah dan Madinah, baik untuk menunaikan ibadah haji tahunan maupun umroh.

Para pengunjuk rasa melontarkan protes karena Saudi mengeksekusi seorang ulama top Syiah, Nimr al-Nimr, pada Sabtu (2/1). [yy/atjehcyber]

KATEGORI REVIEW