fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Empat Syarat Menjadi Mufti

Empat Syarat Menjadi Mufti

Fiqhislam.com - Fatwa ulama merupakan  pegangan umat dalam menjalankan syariat. Untuk itu, mufti (orang yang memberikan fatwa) merupakan ulama-ulama yang memiliki kompetensi dari segi ilmu dan pengalaman hidup.

Banyak bekal yang harus dimiliki untuk menjadi mufti. Berikut empat persyaratan menjadi mufti berdasarkan jumhur ulama.

Syarat Umum dan Syarat Pokok

Syarat-syarat tersebut mencakup syarat umum, syarat pokok.  Syarat umum yakni; baligh, muslim, sehat pikiran, dan cerdas.

Syarat pokok yakni; menguasai kandungan Alquran beserta ilmu-ilmunya yang mencakup ayat-ayat hukum, asbabun nuzul, nasakh-mansukh, takwil-tanzil, makiyah–madaniyah, dan sebagainya. Selain itu juga hafal dan menguasai berbagai hadis Nabi SAW dengan seluk-beluk asbabul wurud, periwayatan, ilmu mustalah, dan sebagainya.

Mahir Berbahasa Arab

Seorang mufti juga harus mahir berbahasa Arab berikut dengan kaidah-kaidah dan pengetahuan tentang literatur bahasa. Seperti ilmu nahwu-sharaf, balaghah, mantiq, bayan, ma'ani, adab, fiqhul lughah, dan sebagainya.

Selanjutnya, mufti harus memahami dan menguasai ilmu ushul fiqh beserta qawaid fiqhiyyahnya.

Berwawasan Luas dan Tahu Khilafiyah

Sedangkan syarat-syarat pelengkap yakni; berwawasan luas, mengetahui seluk-beluk khilafiyah, serta punya kompetensi untuk berijtihad dalam masalah yang belum ada pemecahannya dari segi hukum. Karena fatwa merupakan produk dari sebuah ijtihad yang didefinisikan sebagai usaha sungguh-sungguh dalam menggunakan segala kesanggupan untuk mengeluarkan hukum syara' dari kitabullah dan hadis Rasul.

Idealnya Berkecukupan

Para ulama lainnya juga memberikan syarat-syarat tambahan yang juga perlu diperhatikan seorang mufti. Misalkan, seorang mufti dalam memberi fatwa harus berniat semata-mata mencari keridhaan Allah SWT dan jauh dari tujuan kepentingan duniawi seperti pangkat, kedudukan, kekayaan, kekuasaan, dan sebagainya. Seorang mufti juga harus menjaga wibawa, sabar, dan tidak menyombongkan diri.

Seorang Mufti idealnya adalah orang yang berkecukupan hidupnya sehingga tidak menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Sehingga dalam mengeluarkan fatwa tak terhalang lidahnya karena kekuasaan orang lain. Mufti yang ideal juga paham seluk beluk ilmu kemasyarakatan. Sehingga fatwa yang dihasilkan punya maslahat dari semua sisi kehidupan.

yy/republika

KATEGORI REVIEW