fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

MUI: Gafatar Aliran Sesat dan Bukan Organisasi Islam

MUI: Gafatar Aliran Sesat dan Bukan Organisasi Islam

Fiqhislam.com - Majelis Ulama Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat mengimbau masyarakat mewaspadai gerakan aliran Gafatar. Sebab, gerakan tersebut tidak murni sebagai organisasi Islam dan dinyatakan sebagai aliran sesat.

“Kita berharap jangan ada orang NTB ikut kelompok itu. MUI pusat sudah menyatakan Gafatar itu kelompok sesat dan bukan gerakan organisasi Islam murni,” ujar Ketua MUI NTB Saiful Muslim kepada Republika.co.id di Kota Mataram, Selasa (12/1).

Ia menuturkan, awal Januari 2015, kelompok tersebut pernah mendatangi MUI NTB untuk diakui sebagai organisasi yang sah. Namun, usai diteliti dan diperiksa lebih lanjut, Gafatar dinyatakan merupakan aliran sesat dan bukan organisasi Islam.

“Gafatar pernah datang ke NTB di awal 2015 ingin diakui, namun steelah dipelajari AD/ART organisasi bukan masuk ke organisasi Islam,” kata dia mengungkapkan.

Ia mengimbau kepada seluruh MUI di 10 kabupaten/kota untuk berhati-hati dengan keberadaan kelompok aliran Gafatar serta melakukan koordinasi untuk langkah antisipasi di masyarakat.

Saiful menegaskan, MUI NTB menolak keberadaan aliran Gafatar. Selain itu, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan serta informasi mengenai orang hilang akibat mengikuti aliran keagamaan ataupun Gafatar.  

Ia menuturkan, aliran Gafatar sempat terdeteksi beraktivitas di wilayah Sesela, Kabupaten Lombok Barat. Namun, kini keberadaannya sudah tidak ada sebab masyarakat sekitar menolak aliran tersebut.

“Masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dan terperangkap,” ucap dia.

MUI DI Yogyakarta Minta Pemerintah Tegas Perangi Gafatar

Majelis Ulama Indonesia (MUI) DI Yogyakarta meminta pemerintah untuk bertindak tegas dalam memerangi aliran sesat dan organisasi massa Gafatar. Pasalnya Gafatar merupakan penjelmaan dari aliran Alqiyadah yang sudah dinyatakan sesat oleh pemerintah.

Ketua MUI DIY, Thoha Abdurahman mengatakan, pemerintah sudah memutuskan jika Gafatar tersebut tidak boleh berdiri. "Karenanya kita meminta pemerintah untuk bertindak tegas," ujarnya, Selasa (12/1).

Diakuinya, pihaknya juga meminta ke Pemda DIY agar organisasi tersebut juga tidak diizinkan ada di DIY. Menurutnya, organisasi ini jelas memilik sangkut paut dengan aliran Alqiyadah yang sudah dinyatakan sesat. MUI DIY sendiri juga telah merekomendasikan pembubaran aliran ini beberapa tahun lalu yang sudah berhasil membaiat seribu pengikut di DIY.

Ke depan MUI berharap pemerintah lebih tegas menindak organisasi serupa. Apalagi anggota yang direkruet kelompok ini adalah kelompok muda. "Kita juga menghimbau masyarakat jangan menuruti hawa nafsu baik karena iming-iming ekonomi, pasangan atau jabatan lalu beergabung dalam organsasi semacam ini," ujarnya. [yy/republika]

KATEGORI REVIEW