pustaka.png.orig
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Charlie Hebdo Pameran di Israel, Kartun Nabi Muhammad DisensorFiqhislam.com - Dua kartun yang dibuat kartunis Israel untuk menggambarkan sosok Nabi Muhammad telah disensor dalam sebuah pameran majalah Charlie Hebdo di Israel. Pameran itu untuk menandai setahun pembantaian di kantor majalah satire Prancis tersebut.
 
Pameran digelar di kantor kebudayaan Prancis di Tel Aviv. Sensor atau penghapusan dua kartun itu dilakukan setelah ada kekhawatiran dari Kedutaaan Besar Prancis.
 
Namun, penyelenggara pameran membantah jika Pemerintah Prancis menganggu pameran dengan terlibat dalam sensor dua kartun itu.
 
Dua kartunis, Vladik Sandler dan Roy Friedler telah menyampaikan kartun mereka ke acara pameran bertajuk "Après Charlie" (Setelah Charlie) di Institut Kebudayaan Prancis di Tel Aviv. Acara ini merupakan penghargaan kepada 11 orang, termasuk lima kartunis, yang dibantai dua pria bersenjata tahun lalu karena Charlie Hebdo kerap menerbitkan kartun Nabi Muhammad.
 
Kartun karya Friedler yang disensor menampilkan sebuah stiker ditempatkan di atas gambar Nabi Muhammad. Kartun itu menceritakan bahwa kartunis yang tewas dibantai tiba di surga dan menemukan Nabi Muhammad di ruang tunggu.
 
Saya mengirim dua karikatur ke pameran (yang) menyentuh sejak serangan itu, (gambar Nabi) Muhammad tidak ditarik di acara (pameran) surat kabar,” tulis Sandler di halaman Facebook-nya, seperti dikutip IB Times, Senin (11/1/2016).


Yang sangat mengejutkan saya, ketika saya tiba di malam pembukaan pameran, saya menemukan bahwa setelah ada permintaan khusus dari Kedutaan Besar Prancis, salah satu karikatur saya telah dihapus,” lanjut dia.
 
Pihak Insititut Kebudayaan Prancis, melalui seorang juru bicara mengatakan bahwa kartun Sandler dipotong dari tampilannya karena pertimbangan ruang. Pihak Institut menolak berkomentar lebih lanjut. [yy/sindonews]

KATEGORI REVIEW