fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Khutbah Jumat di Sulsel Diseragamkan

Khutbah Jumat di Sulsel Diseragamkan

Fiqhislam.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencanangkan program penyeragaman khutbah Jumat untuk seluruh masjid di provinsi ini.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Abdul Wahid Tahir mengatakan, program ini dirancang setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel. Dari perbincangan tersebut disepakati, masyarakat Sulsel perlu mendapatkan penyampaian khutbah yang sama saat melaksanakan shalat Jumat.

"Ini disampaikan agar seluruh masyarakat Sulsel mendapatkan kedamaian, ketenteraman, dan kebahagiaan yang sama saat melaksanakan shalat Jumat," ujar Wahid Tahir, Senin (11/1). Terkait hal itu, Kanwil Kemenag Sulsel telah menginformasikan tema khutbah kepada Kanwil Kemenag di 24 kabupaten/kota, yakni "Membangun Optimisme Umat Menuju Masyarakat yang Sejahtera, Maju, dan Damai". Informasi mengenai tema khutbah ini disebarkan melalui laman resmi Kanwil Kemenag Sulsel, yakni http:sulsel.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id=35131.

Dari tema ini, Wahid Tahir menjelaskan, setiap khatib bisa menjabarkan isi ceramah yang nantinya bermuara pada satu tujuan sesuai tema. Namun, khatib tidak harus mengikuti semua yang diinstruksikan Kanwil Kemenag Sulsel. Mereka dapat mencari dan mengembangkan kembali tema tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Kanwil Kemenag Sulsel juga tidak mewajibkan setiap khatib di semua masjid di Sulsel untuk menyampaikan materi tersebut selama empat kali shalat Jumat dalam satu bulan pada awal 2016. Pengurus masjid cukup satu kali memberikan materi tersebut. "Terserah mau di minggu satu atau empat. Kami juga tidak mewajibkan, cuma kami berharap setiap masjid minimal menyampaikan materi ini satu kali di awal tahun," katanya.

Untuk bulan-bulan berikutnya, Wahid Tahir mengaku belum memikirkan tema khutbah Jumat yang akan diberikan kepada para khatib. Menurutnya, program ini hanya untuk memberikan lecutan semangat pada awal tahun.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Sanusi Baco menilai, program ini cukup baik. Ia pun setuju dengan tema yang disampaikan, yakni "Membangun Optimisme Umat Menuju Masyarakat yang Sejahtera, Maju, dan Damai".

Menurutnya, dengan tema tersebut yang disampaikan secara serentak kepada seluruh masyarakat diharapkan mereka akan memiliki pemahaman yang sama mengenai arti dari sikap optimistis, sejahtera, maju, dan damai.

Penyampaikan tema tersebut, yakni di dalam masjid ketika umat Islam sedang melaksanakan shalat Jumat, menurut Sanusi, juga merupakan hal yang tepat dan bermanfaat. Sebab, masjid merupakan tempat sekaligus rumah yang baik untuk menjadikan manusia lebih utuh.

"Apalagi, dengan situasi masyarakat sekarang yang pusing dan gaduh dengan keadaan negara, penyampaian ini akan berfungsi sebagai pembinaan umat," ujar dia.

Namun, ia berharap, penyeragaman materi khutbah tidak dilakukan berulang pada bulan-bulan selanjutnya. Cukup pada awal tahun sebagai bentuk rasa kebersamaan masyarakat Sulsel.

"Ya kan setiap masjid punya umatnya sendiri dengan persoalan mereka masing-masing. Baiknya khatib mengambil tema yang bisa langsung kena kepada mereka."

Wali Kota Makassar Wajibkan Pejabat Berdakwah di Masjid

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mewajibkan seluruh pejabatnya baik yang ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah maupun unit kerja berdakwah di masjid.

"Semua SKPD harus bisa dan wajib membawakan kultum setiap kali habis melaksanakan shalat di masjid secara berjamaah," ujar Ramdhan Pomanto di Makassar, Selasa (12/1).

Dia mengatakan, kewajiban setiap pejabat yang beragama Islam untuk membawakan kuliah tujuh menit (kultum) atau berdakwah dilakukannya setelah perintah shalat berjamaah di masjid dikeluarkan beberapa waktu lalu.

Danny, sapaan akrab Wali Kota, menyebutkan kewajiban berdakwah tujuannya mengajak semua orang berbuat baik dengan cara meneladani sifat-sifat kenabian demi menciptakan manusia yang berakhlak baik. Ajakan dan perintah kepada semua SKPD itu sudah dikuatkan dengan mengeluarkan surat perintah (SP) wali kota bernomor 451/015/SP/1/2016.

Danny seusai shalat Dzuhur memulai kultumnya dengan disaksikan para pejabatnya. "Surat perintah untuk membawakan kultum telah saya keluarkan dan tidak ada alasan lagi untuk tidak melaksanakannya. Minimal satu ayat dalam Al Quran harus disampaikan kepada jamaah," katanya.

Berdasarkan surat tersebut diintruksikan agar para kepala SKPD lingkup Pemkot Makassar yang nama-namanya terlampir diwajibkan untuk memberikan ceramah agama dengan meteri dawah menyampaikan satu ayat Al Quran setiap menunaikan shalat Dzuhur berjamaah di masjid Balai Kota.

Surat perintah ini ditandatangani Danny dan ditembuskan kepada Ketua DPRD Makassar Farouk Mappaselling Betta, Wakil Wali Kota Syamsu Rizal, dan pengurus masjid setempat.

"Selain lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, tentu hal ini kita harapkan agar setiap pegawai utamanya kepala SKPD di Makassar bisa terus menjaga silaturrahminya serta menjaga timbulnya keinginan berbuat negatif," ucap Danny. [yy/republika]

KATEGORI REVIEW