29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 4,4 persen pada tahun ini. Hal ini disebabkan ketidakpastian masih sangat tinggi pada tahun ini.

Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Habib Rab mengatakan, kasus pandemi Covid-19 semakin meningkat di berbagai negara. "Masuk ke dalam makro ekonomi, saya katakan bahwa ada margin ketidakpastian yang sangat tinggi. Apabila kami melihat proyeksi ekonomi atau pertumbuhan yaitu 4,4 persen pada 2021," ujarnya saat acara Indonesia Economic Prospects Launch June 2021, Kamis (17/6).

Laporan tersebut juga menyoroti pertumbuhan konsumsi dan investasi melambat selama kuartal pertama 2021, sentimen konsumen dan penjualan ritel mulai membaik pada kuartal kedua. Hal ini menunjukkan momentum pertumbuhan yang lebih kuat.

Sementara itu Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen, menambahkan langkah mempercepat distribusi vaksin, memastikan testing yang memadai maupun diambilnya tindakan terkait kesehatan masyarakat lainnya, serta mempertahankan dukungan moneter dan fiskal yang kuat dalam waktu dekat sangat penting untuk mendorong pemulihan Indonesia.

“Secara paralel, reformasi untuk memperkuat iklim investasi, memperdalam pasar keuangan, dan meningkatkan ruang fiskal untuk keberlanjutan dan pertumbuhan jangka panjang akan menjadi penting untuk lebih lanjut membangun kepercayaan konsumen dan investor,” ucapnya.

Laporan terbaru "Indonesia Economic Prospects" periode Juni 2021 juga merekomendasikan agar pemerintah mengembangkan strategi fiskal jangka menengah dengan urutan yang baik, termasuk rencana yang jelas untuk meningkatkan pendapatan pajak dan ruang fiskal untuk belanja prioritas.

Di samping itu, dibahas juga tentang pentingnya menjaga kebijakan moneter yang akomodatif dan mendorong kredit swasta untuk mendukung sektor riil sambil memantau kerentanan eksternal dan keuangan. Adapun laporan juga menyoroti peran penting bantuan sosial yang memadai dalam upaya mengurangi risiko terkait kemiskinan yang meningkat.

“Dengan dipertahankannya paket bantuan sosial seperti pada 2020 pada 2021 berpotensi menjaga 4,7 juta orang Indonesia tetap berada di luar kemiskinan,” ucapnya. [yy/republika]

 

Fiqhislam.com - Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 4,4 persen pada tahun ini. Hal ini disebabkan ketidakpastian masih sangat tinggi pada tahun ini.

Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Habib Rab mengatakan, kasus pandemi Covid-19 semakin meningkat di berbagai negara. "Masuk ke dalam makro ekonomi, saya katakan bahwa ada margin ketidakpastian yang sangat tinggi. Apabila kami melihat proyeksi ekonomi atau pertumbuhan yaitu 4,4 persen pada 2021," ujarnya saat acara Indonesia Economic Prospects Launch June 2021, Kamis (17/6).

Laporan tersebut juga menyoroti pertumbuhan konsumsi dan investasi melambat selama kuartal pertama 2021, sentimen konsumen dan penjualan ritel mulai membaik pada kuartal kedua. Hal ini menunjukkan momentum pertumbuhan yang lebih kuat.

Sementara itu Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen, menambahkan langkah mempercepat distribusi vaksin, memastikan testing yang memadai maupun diambilnya tindakan terkait kesehatan masyarakat lainnya, serta mempertahankan dukungan moneter dan fiskal yang kuat dalam waktu dekat sangat penting untuk mendorong pemulihan Indonesia.

“Secara paralel, reformasi untuk memperkuat iklim investasi, memperdalam pasar keuangan, dan meningkatkan ruang fiskal untuk keberlanjutan dan pertumbuhan jangka panjang akan menjadi penting untuk lebih lanjut membangun kepercayaan konsumen dan investor,” ucapnya.

Laporan terbaru "Indonesia Economic Prospects" periode Juni 2021 juga merekomendasikan agar pemerintah mengembangkan strategi fiskal jangka menengah dengan urutan yang baik, termasuk rencana yang jelas untuk meningkatkan pendapatan pajak dan ruang fiskal untuk belanja prioritas.

Di samping itu, dibahas juga tentang pentingnya menjaga kebijakan moneter yang akomodatif dan mendorong kredit swasta untuk mendukung sektor riil sambil memantau kerentanan eksternal dan keuangan. Adapun laporan juga menyoroti peran penting bantuan sosial yang memadai dalam upaya mengurangi risiko terkait kemiskinan yang meningkat.

“Dengan dipertahankannya paket bantuan sosial seperti pada 2020 pada 2021 berpotensi menjaga 4,7 juta orang Indonesia tetap berada di luar kemiskinan,” ucapnya. [yy/republika]

 

RI Tumbuh 5 Persen pada 2022

Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen pada 2022


Fiqhislam.com - Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan tumbuh lima persen. Adapun prediksi ini di bawah target yang ditetapkan pemerintah yakni kisaran 5,2 persen sampai 5,8 persen.

Dalam Global Economic Prospects June 2021, World Bank menuliskan angka tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan penyebaran wabah Covid-19 yang masih massif, sehingga memaksa pemerintah untuk mengetatkan mobilitas masyarakat.

“Tingkat infeksi Covid-19 tetap tinggi di Indonesia. Langkah-langkah jarak sosial untuk membendung pandemi telah diterapkan kembali di seluruh wilayah mencerminkan infeksi yang berkepanjangan dan lambatnya,” tulis World Bank dalam pernyataan resmi seperti dikutip Kamis (17/6).

Bank Dunia mencatatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diperkirakan sebesar 4,4 persen dan menguat ke level lima persen pada tahun depan. Namun demikian, pemerintah memiliki pekerjaan rumah untuk mampu merealisasikan target itu di antaranya memulihkan sektor-sektor usaha yang terdampak oleh pandemi Covid-19 sejak tahun lalu, yakni perdagangan, transportasi, dan jasa.

Pemerintah pun optimistis target pertumbuhan yang ditetapkan kisaran 5,2 persen sampai 5,8 persen pada 2022 bisa terealisasi.

Sementara itu Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan komponen sasaran prioritas nasional I dalam rancangan kerja pemerintah 2022 yaitu memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan. Adapun sejumlah komponen sasaran per sektor tersebut berbasis pada target pertumbuhan ekonomi yang telah disepakati.

“Pertumbuhan ekonomi 2022 kami break down ke beberapa sektor seperti ke pertanian, perikanan, industri pengolahan, ekspor, dan pariwisata,” kata Amalia. [yy/republika]