29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan terus tumbuh dengan dukungan penetrasi internet yang cepat. Tercatat pengguna internet di Indonesia mencapai 130 juta jiwa.

Menurut Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo, ekonomi digital di Indonesia akan naik dua kali lipat pada 2022 atau tembus USD65 miliar.

"Dan teknologi digital berpotensi menambah 3,7 juta lapangan kerja di Indonesia," ujar dia dalam webinar Dies Natalis Universitas Trisakti, Selasa (1/12/2020).

Kemudian, lanjut dia ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan menyumbang USD155 miliar atau 9,5% terhadap PDB Indonesia pada 2025.

"Sumbangan itu terdiri atas peningkatan lapangan kerja senilai USD3,5 miliar atau 2,1% dari PDB. Serta mendorong produktivitas USD120 miliar 7,4% dari PDB," ungkap dia.

Sebelumnya, laporan e-Conomy SEA yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company mengungkap ketangguhan ekonomi digital Indonesia. Dari seluruh negara di Asia Tenggara, Indonesia menjadi target pasar ekonomi berbasis teknologi tersebut.

"Indonesia tetaplah pasar ekonomi internet terbesar di Asia Tenggara dan menjadi medan persaingan utama bagi platform-platform teknologi. Oleh sebab itu, mereka sangat siap untuk menjadi pendorong utama inovasi digital di kawasan ini," kata Partner and Leader dari Southeast Asia Private Equity Practice di Bain & Company Alessandro Cannarsi. [yy/okezone]

 

Fiqhislam.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan terus tumbuh dengan dukungan penetrasi internet yang cepat. Tercatat pengguna internet di Indonesia mencapai 130 juta jiwa.

Menurut Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo, ekonomi digital di Indonesia akan naik dua kali lipat pada 2022 atau tembus USD65 miliar.

"Dan teknologi digital berpotensi menambah 3,7 juta lapangan kerja di Indonesia," ujar dia dalam webinar Dies Natalis Universitas Trisakti, Selasa (1/12/2020).

Kemudian, lanjut dia ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan menyumbang USD155 miliar atau 9,5% terhadap PDB Indonesia pada 2025.

"Sumbangan itu terdiri atas peningkatan lapangan kerja senilai USD3,5 miliar atau 2,1% dari PDB. Serta mendorong produktivitas USD120 miliar 7,4% dari PDB," ungkap dia.

Sebelumnya, laporan e-Conomy SEA yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company mengungkap ketangguhan ekonomi digital Indonesia. Dari seluruh negara di Asia Tenggara, Indonesia menjadi target pasar ekonomi berbasis teknologi tersebut.

"Indonesia tetaplah pasar ekonomi internet terbesar di Asia Tenggara dan menjadi medan persaingan utama bagi platform-platform teknologi. Oleh sebab itu, mereka sangat siap untuk menjadi pendorong utama inovasi digital di kawasan ini," kata Partner and Leader dari Southeast Asia Private Equity Practice di Bain & Company Alessandro Cannarsi. [yy/okezone]

 

Manfaat Ekonomi Digital

Kemenkeu Ungkap Sederet Manfaat Ekonomi Digital di RI


Fiqhislam.com - Kementerian Keuangan mengungkapkan ada beberapa dampak ekonomi digital di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo dalam webinar Dies Natalis Universitas Trisakti, hari ini.

Menurut dia, dampak ekonomi digital ini bisa menciptakan lapangan kerja berbasis digital. Kemudian memudahkan konsumen dengan menghemat biaya.

"Lalu mendorong perkembangan UMKM yang berada di desa. Mendorong nilai transaksi masyarakat dan mendorong okupansi ekonomi," ujar dia, Selasa (1/12/2020).

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat ada tiga langkah strategis ihwal pengembangan infrastruktur teknologi dalam negeri. Ketika langkah tersebut adalah pengembangan infrastruktur digital untuk akses berusaha, pengembangan akses pemasaran, dan bantuan permodalan.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pasca pandemi Covid-19 percepatan digitalisasi akan terjadi di Tanah Air. Karena itu, pihaknya akan menggenjot transformasi digital dengan memanfaatkan kekuatan pasar (market) dan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Indonesia.

"Kami di Kementerian BUMN untuk ekonomi sendiri, kami melihat bahwa pasca dari Covid-19 ini sangat penting karena Covid-19 mengajarkan bagaimana percepatan digitalisasi akan terjadi dan harus terjadi juga di Indonesia, karena kita tahu kita negara besar yang salah satu kekuatan yaitu mempunyai market yang besar dan SDA yang besar," ujar Erick dalam Webinar, Jakarta.

Sebelumnya, Kemenkeu menyebut ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh dengan dukungan penetrasi internet yang cepat. Tercatat pengguna internet di Indonesia ini mencapai 130 juta jiwa.

Menurut Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo, ekonomi digital di Indonesia akan naik dua kali lipat pada 2022 atau akan tembus USD65 miliar.

"Dan teknologi digital berpotensi menambah 3,7 juta lapangan kerja di Indonesia," ujar dia dalam webinar Dies Natalis Universitas Trisakti, Selasa (1/12/2020).

Kemudian, lanjut dia ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan menyumbang USD155 miliar atau 9,5% terhadap PDB Indonesia pada 2025. [yy/okezone]