29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Diperkirakan pertumbuhan perekonomian Indonesia hanya sebesar 4,7 persen akibat penyebaran wabah virus korona. "RRT (Republik Rakyat Tiongkok/China) itu pengaruhnya ke ekonomi bisa itu 0,3 persen sampai 0,6 persen untuk korona, sehingga kita bisa turun sampai 4,7 persen akibat corona," ujar Sri Mulyani dalam acara Economic Outlook di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Agar pertumbuhan ekonomi tidak terus tergerus, Sri Mulyani menyebut, pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk menstimulus ekonomi Indonesia. Pasalnya, sektor pariwisata paling banyak mengalami tekanan akibat dari virus korona.



"Kita di pemerintah dan berkomunikasi dengan BI menstimulus untuk mengambil counter cycle kebijakan yang ada di dalam masing-masing menyambut baik penurunan suku bunga," kata dia.

Dengan pemberian stimulus ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memberikan keringanan berupa insentif di sektor pariwisata, penerbangan dan travel agent agar mendorong ekonomi di kuartal I.

"Ini instrumen yang kita siapkan yang mana negara-negara juga membahas ini seperti di negara G-20 dalam mendorong ekonomi Indonesia," ucap mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini. [yy/iNews]