27 Dzulqa'dah 1443  |  Senin 27 Juni 2022

basmalah.png

Menteri Agama Yordania, Mohammad Khalaylah, Selasa (14/4) mengatakan, pelaksanaan shalat tarawih di masjid selama Ramadhan tidak akan diizinkan.

Ia mengatakan, langkah itu sebagai bagian dari upaya untuk mengekang penyebaran virus corona. Otoritas setempat telah menutup masjid-masjid dan tempat beribadah sebagai bagian dari penerapan kebijakan lockdown di negara itu.

Selain itu, pemerintah Yordania juga melarang kegiatan perkumpulan untuk menahan penyebaran infeksi Covid-19. Di Yordania, sejauh ini tercatat ada 391 kasus virus corona, dengan tujuh angka kematian. Tidak hanya Yordania, kebijakan untuk menutup dan menghentikan kegiatan di masjid juga diterapkan oleh hampir semua negara yang terdampak wabah Covid-19. [yy/republika]

 

Menteri Agama Yordania, Mohammad Khalaylah, Selasa (14/4) mengatakan, pelaksanaan shalat tarawih di masjid selama Ramadhan tidak akan diizinkan.

Ia mengatakan, langkah itu sebagai bagian dari upaya untuk mengekang penyebaran virus corona. Otoritas setempat telah menutup masjid-masjid dan tempat beribadah sebagai bagian dari penerapan kebijakan lockdown di negara itu.

Selain itu, pemerintah Yordania juga melarang kegiatan perkumpulan untuk menahan penyebaran infeksi Covid-19. Di Yordania, sejauh ini tercatat ada 391 kasus virus corona, dengan tujuh angka kematian. Tidak hanya Yordania, kebijakan untuk menutup dan menghentikan kegiatan di masjid juga diterapkan oleh hampir semua negara yang terdampak wabah Covid-19. [yy/republika]

 

Fatwa Ulama India: Muslim Sholat Tarawih di Rumah

Fatwa Ulama India: Muslim Sholat Tarawih di Rumah


Fiqhislam.com - Ulama Muslim terkemuka Maulana Khalid Rasheed Farangi Mahali mengatakan selama pandemi corona umat Islam lakukan shalat tarawih di rumah saja. Ia mengimbau semua Muslim mengikuti pedoman yang sesuai selama Ramadhan yang akan dilaksanakan pada 24 April 2020.

"Hanya mereka yang tinggal di dalam masjid akan melaksanakan shalat tarawih. Doa diperpanjang pada malam hari setelah sholat Isya selama Ramadhan. Sementara sisanya dapat melakukan hal yang sama di rumah mereka karena saat ini virus corona harus dikontrol dengan kerja sama setiap individu," kata Mahali yang juga Imam Eidgah Aishbagh, Selasa (14/4).

Pemerintah Pusat telah memberlakukan peraturan selama 21 hari di seluruh negara untuk memerangi pandemi virus corona. Meskipun periode berdiam diri di rumah seharusnya berakhir pada 14 April 2020, tetapi kemungkinan akan diperpanjang.

“Dalam kasus seperti itu saya menyarankan semua Muslim mengikuti pedoman dan menjaga jarak sosial saat puasa selama periode ini. Semua Muslim diharapkan berdoa di rumah untuk mengakhiri pandemi corona dan hal-hal kembali normal," katanya.

Ia menambahkan ifthar (buka puasa) di masjid harus dihindari dan hanya orang-orang yang tinggal di dalam masjid yang dapat melakukan ifthar di dalam. Mereka yang dulu mengorganisir ifthar untuk orang miskin dan yang membutuhkan di masa lalu dapat menyumbang langsung kepada orang yang tidak mampu.

“Saya juga menyerukan kepada orang-orang untuk memastikan tidak ada yang tidur dalam keadaan lapar juga orang harus melakukan zakat karena wajib dalam Islam.  Selain itu, setiap orang harus mencoba membaca Alquran yang lengkap selama periode Ramadhan ini,” kata Mahali, yang juga ketua Islamic Centre of India.

Sementara itu, ulama Syiah Maulana Kalbe Jawwad, Imam Masjid Asafi, juga mengimbau masyarakat mengikuti pedoman selama Ramadhan. Semua orang harus berpuasa dan berdoa di dalam rumah mereka untuk mengakhiri pandemi corona agar keadaan normal dapat kembali.

"Tidak ada alternatif lain selain mengikuti jarak sosial untuk menyelamatkan umat manusia. Bahkan di negara-negara Arab penguncian diterapkan untuk mengendalikan pandemi," kata dia. [yy/republika]

 

Turki Imbau Penduduk yang Sehat Tetap Puasa Ramadhan

Turki Imbau Penduduk yang Sehat Tetap Puasa Ramadhan


Fiqhislam.com - Presiden Urusan Agama (DIB) Turki meminta umat Islam yang sehat siap menyambut bulan suci Ramadhan. Meskipun ibadah harus dilaksanakan di tengah kondisi umat bergulat dengan wabah covid-19 yang mematikan.

Dewan tinggi (DIB) Turki mengatakan bahwa puasa Ramadhan wajib bagi muslim yang berbadan sehat. Mengutip pendapat para ahli medis, dewan tinggi DIB mengatakan bahwa puasa tidaklah menimbulkan risiko bagi penyebaran wabah corona.

Bahkan dalam pernyataan itu menyebutkan bukti ilmiah mencatat bahwa puasa meningkatkan kekebalan tubuh. Ini menjadi penting untuk menangkal virus.

Namun demikian, dewan tinggi DIB mengatakan bagi pasien covid-19 bisa terbebas untuk tidak berpuasa bila dokter menentukan bahwa kesehatan pasien tersebut akan memburuk saat puasa. Begitu pun dengan petugas kesehatan yang memperoleh keringanan untuk tidak berpuasa.

"Petugas medis yang kesehatannya bisa terpengaruh atau yang karena puasa dapat mempengaruhi layanan perawatan medis, mereka juga dibebaskan (tidak berpuasa). Namun, begitu kesehatannya membaik, mereka harus berpuasa di lain waktu untuk mengganti waktu yang terlewat," kata kesehatan DIB seperti dilansir Daily Sabah pada Rabu (15/4).

Sebelumnya otoritas agama di Turki telah mengumumkan bahwa masjid ditutup untuk pelaksanaan tarawih hingga sholat malam sepanjang bulan suci Ramadhan. Selain itu masjid juga ditutup untuk sholat berjamaah termasuk pelaksanaan sholat Jumat.

Dewan tinggi DIB juga meminta umat Islam untuk menghindari berbuka puasa dengan teman atau kerabat sebagai upaya pencegahan terhadap pandemi corona seiring sejam ahli untuk menjaga jarak sosial dan upaya isolasi diri. [yy/ihram]

 

Masjid-Masjid di Karachi Pakistan akan Tetap Gelar Tarawih

Masjid-Masjid di Karachi Pakistan akan Tetap Gelar Tarawih


Fiqhislam.com - Ulama Pakistan di Karachi dari berbagai aliran pemikiran mengadakan konferensi pers di Karachi Press Club pada Selasa (14/4) waktu setempat terkait pelaksanaan ibadah di tengah pandemi wabah corona atau Covid-19. Mereka menyatakan bahwa masjid dibuka kembali setelah sempat ditutup sebagai respons menghadapi wabah Covid-19.

Dilansir dari laman Pakistan Observer, Rabu (15/4), Mufti Muneebur-Rahman mengatakan, sholat tarawih dan iktikaf pada Ramadhan 1441 Hijriyah akan berlanjut sesuai jadwal. Meski kembali dibuka, dia meminta orang-orang yang datang ke masjid untuk tetap menjaga jarak sosial maupun fisik.

Mufti itu juga menuntut agar tagihan masjid dan lembaga keagamaan untuk diampuni dan mendesak negara untuk membantu dan mendukung Muslim di seluruh negeri. Sementara itu, Mufti Taqi Usmani mendesak pemerintah untuk tidak menangkap orang dari dalam masjid.

"Semua orang yang telah ditangkap (karena datang ke masjid) harus dibebaskan," katanya, yang juga meminta umat untuk mengenakan masker dan melakukan wudhu di rumah mereka sebelum datang ke masjid.

"Gulung karpet masjid dan pastikan sanitizer tersedia," kata Mufti Usmani menginstruksikan administrator masjid.

Mufti Usmani juga mengakui masih banyak orang yang tidak menerapkan pedoman pemerintah yang mengatur bahwa jumlah jamaah sholat di masjid tidak lebih dari lima orang. 

Karena itu, dia meminta orang-orang untuk menerapkan tindakan pencegahan keamanan yang ditetapkan pemerintah.

Dia juga mengingatkan, bagi seorang Muslim, melakukan sholat berjamaah di bulan Ramadhan adalah wajib. Namun orang tua dan orang sakit tidak boleh datang ke masjid dan sholat di dalamnya. [yy/republika]