25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Polisi Victoria Selidiki Tuduhan Pelecehan Seksual Kardinal Pell

 

Fiqhislam.com - Salah satu tokoh Katolik paling senior di Australia Kardinal George Pell telah meminta dilakukan penyelidikan terhadap beberapa kalangan di dalam tubuh Kepolisian Victoria dan ABC yang bersekongkol untuk membelokkan jalan keadilan.

Pada Rabu (27/7) malam televisi ABC dalam program 7.30 membeberkan rincian mengenai tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Kardinal Pell. Polisi Victoria mengukuhkan mereka menyelidiki beberapa laporan selama lebih dari satu tahun, namun tidak pernah meminta untuk mewawancarai Kardinal Pell.

Kardinal Pell dengan keras membantah tuduhan tersebut, dan menuduh ABC melakukan kampanye untuk memburukkan namanya. ABC pada Kamis (28/7) pagi mengeluarkan pernyataan.

"Polisi Victoria bukanlah menjadi sumber laporan yang dimuat di program 7.30. Dan juga bukan karena adanya saksi yang menghubungi ABC. Laporan itu adalah hasil dari kegiatan jurnalistik yang kami lakukan di lapangan selama beberapa bulan, yang termasuk mencari orang yang mau berbicara dengan kami di depan kamera. Jelas ada kepentingan publik dalam melaporkan masalah ini. Kardinal George Pell adalah tokoh publik penting, tokoh senior di Gereja Katolik dan dia juga memiliki tanggung jawab langsung sebagai bagian dari gereja dalam masalah pelecehan seksual terhadap anak-anak," kata pernyataan tersebut.

Saksi mengatakan mereka diraba-raba di kolam renang

Lyndon Monument mengatakan kepada 7.30 dia sudah membuat pernyataan kepada Polisi Victoria ketika dia masih remaja di akhir 1970-an, Kardinal Pell yang ketika itu masih menjadi pastor di Ballarat meraba-raba dirinya di tempat yang tidak seharusnya ketika mereka berada di kolam renang Eureka.

"Tangannya meraba alat vital, dan bermula dari bagian luar celana renang, dan kemudian perlahan tangannya akan meraba bagian depan celana renang saya," katanya.

Dalam pernyataan kepada polisi, mantan teman sekolah Monument, Damian Dignan, juga membuat tuduhan yang serupa mengenai perilaku George Pell di kolam renang. "Dia akan meraba, di bagian depan, di sekitar anus," katanya.

Namun istri dan mantan manajer kolam renang Eureka mengatakan kepada 7.30 dan polisi, dia tidak pernah melihat Kardinal Pell menunjukkan perilaku yang membuatnya khawatir.

Seorang warga asal Torquay Les Tyack memberikan pernyataan kepada Polisi Victoria, mengatakan di 1980-an, dia melihat George Pell berdiri telanjang di depan tiga remaja laki-laki di ruang ganti di klub surfing setempat.

"Saya berpikiran hal itu tidak pantas. Situasi yang aneh dimana seorang pria dewasa berdiri telanjang di depan tiga remaja laki-laki," Tyack mengatakan kepada 7.30.

"Ketika remaja itu pergi, saya kemudian mengatakan kepada George Pell 'saya tahu apa yang ingin kamu lakukan. Pergi dari sini. Bila saya melihat kamu di sini lagi, saya akan memanggil polisi'," katanya.

7.30 mengatakan polisi juga menyelidiki laporan Kardinal Pell melakukan pelecehan seksual terhadap dua remaja pria anggota koor ketika Pell menjadi Uskup Melbourne di 1990-an.

Kardinal Pell mengatakan semua tuduhan tidak benar sama sekali

Kardinal Pell menolak diwawancarai oleh 7.30 namun dalam sebuah pernyataan mengatakan laporan dia melakukan pelecehan seksual terhadap seseorang, di satu tempat, di satu masa dalam kehidupannya, sama sekali tidak benar, dan salah sepenuhnya.

Kardinal Pell berhak mendapatkan perlakuan tidak bersalah, dan polisi dan pihak penuntut akan memutuskan apakah berbagai laporan itu bisa menjadi tuduhan resmi.

Uskup Agung Melbourne saat ini Denis Hart mengeluarkan pernyataan mengatakan dia sudah mengenal Kardinal Pell selama lebih 55 tahun, dan tuduhan 7.30 tidak mencerminkan pria yang dikenalnya tersebut, dan tindakan yang sudah ditunjukkan selama dia mengenal Pell.

Andrew Collins adalah seorang pria yang pernah mengalami pelecehan seksual oleh pastor di Ballarat dan melakukan perjalanan ke Roma Maret lalu untuk mendengarkan kesaksian yang diberikan Kardinal Pell untuk Penyelidikan Resmi soal Pelecehan Seksual terhadap Anak-anak di Australia dan bertemu dengan Kardinal Pell setelah kesaksian.

Collins juga menonton laporan 7.30. Dia mengatakan terkejut dengan sejumlah tuduhan yang diarahkan ke Kardinal Pell dan kesamaan dari berbagai tuduhan tersebut.

"Saya kira dia harus mengundurkan diri," kata Collins.

"Tentu saja kita harus tetap menerapkan praduga tidak bersalah, bahwa seseorang tidak bersalah sampai dinyatakan bersalah dan saya kira dia memiliki hak, namun menurut saya adalah tindakan bijak bila Vatikan memberhentikannya dari jabatan yang sekarang. Dan saya kira masa di mana Gereja menyelidiki tindakan yang mereka lakukan sendiri sudah berlalu," katanya.

"Kardinal Pell perlu kembali ke Australia secepat mungkin sehingga masalah ini bisa diselesaikan. Dan ini hanya bisa ditangani oleh polisi, bukan oleh penyelidikan yang dilakukan Gereja."

Kardinal Pell tidak akan berpartisipasi dalam peradilan oleh media

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah tayangan 7:30, Rabu malam, Kardinal Pell mengatakan dia tidak membenci dan tidak punya keinginan melakukan hal yang buruk terhadap mereka yang melakukan tuduhan terhadap dirinya, namun mereka salah.

Kardinal mengatakan ABC tidak memiliki izin menghancurkan reputasi orang yang tidak bersalah. Dia mengatakan berhak mendapatkan praduga tidak bersalah dan keadilan, dan bukannya kecaman segera. Dia mengatakan tidak akan ambil bagian dalam peradilan oleh ABC dan media lainnya.

Kardinal Pell juga merujuk polisi tidak pernah meminta untuk menanyai dirinya. Dia mengatakan tampaknya beberapa elemen di kepolisian Victoria membocorkan informasi kepada ABC. [yy/republika]

Polisi Victoria Selidiki Tuduhan Pelecehan Seksual Kardinal Pell

 

Fiqhislam.com - Salah satu tokoh Katolik paling senior di Australia Kardinal George Pell telah meminta dilakukan penyelidikan terhadap beberapa kalangan di dalam tubuh Kepolisian Victoria dan ABC yang bersekongkol untuk membelokkan jalan keadilan.

Pada Rabu (27/7) malam televisi ABC dalam program 7.30 membeberkan rincian mengenai tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Kardinal Pell. Polisi Victoria mengukuhkan mereka menyelidiki beberapa laporan selama lebih dari satu tahun, namun tidak pernah meminta untuk mewawancarai Kardinal Pell.

Kardinal Pell dengan keras membantah tuduhan tersebut, dan menuduh ABC melakukan kampanye untuk memburukkan namanya. ABC pada Kamis (28/7) pagi mengeluarkan pernyataan.

"Polisi Victoria bukanlah menjadi sumber laporan yang dimuat di program 7.30. Dan juga bukan karena adanya saksi yang menghubungi ABC. Laporan itu adalah hasil dari kegiatan jurnalistik yang kami lakukan di lapangan selama beberapa bulan, yang termasuk mencari orang yang mau berbicara dengan kami di depan kamera. Jelas ada kepentingan publik dalam melaporkan masalah ini. Kardinal George Pell adalah tokoh publik penting, tokoh senior di Gereja Katolik dan dia juga memiliki tanggung jawab langsung sebagai bagian dari gereja dalam masalah pelecehan seksual terhadap anak-anak," kata pernyataan tersebut.

Saksi mengatakan mereka diraba-raba di kolam renang

Lyndon Monument mengatakan kepada 7.30 dia sudah membuat pernyataan kepada Polisi Victoria ketika dia masih remaja di akhir 1970-an, Kardinal Pell yang ketika itu masih menjadi pastor di Ballarat meraba-raba dirinya di tempat yang tidak seharusnya ketika mereka berada di kolam renang Eureka.

"Tangannya meraba alat vital, dan bermula dari bagian luar celana renang, dan kemudian perlahan tangannya akan meraba bagian depan celana renang saya," katanya.

Dalam pernyataan kepada polisi, mantan teman sekolah Monument, Damian Dignan, juga membuat tuduhan yang serupa mengenai perilaku George Pell di kolam renang. "Dia akan meraba, di bagian depan, di sekitar anus," katanya.

Namun istri dan mantan manajer kolam renang Eureka mengatakan kepada 7.30 dan polisi, dia tidak pernah melihat Kardinal Pell menunjukkan perilaku yang membuatnya khawatir.

Seorang warga asal Torquay Les Tyack memberikan pernyataan kepada Polisi Victoria, mengatakan di 1980-an, dia melihat George Pell berdiri telanjang di depan tiga remaja laki-laki di ruang ganti di klub surfing setempat.

"Saya berpikiran hal itu tidak pantas. Situasi yang aneh dimana seorang pria dewasa berdiri telanjang di depan tiga remaja laki-laki," Tyack mengatakan kepada 7.30.

"Ketika remaja itu pergi, saya kemudian mengatakan kepada George Pell 'saya tahu apa yang ingin kamu lakukan. Pergi dari sini. Bila saya melihat kamu di sini lagi, saya akan memanggil polisi'," katanya.

7.30 mengatakan polisi juga menyelidiki laporan Kardinal Pell melakukan pelecehan seksual terhadap dua remaja pria anggota koor ketika Pell menjadi Uskup Melbourne di 1990-an.

Kardinal Pell mengatakan semua tuduhan tidak benar sama sekali

Kardinal Pell menolak diwawancarai oleh 7.30 namun dalam sebuah pernyataan mengatakan laporan dia melakukan pelecehan seksual terhadap seseorang, di satu tempat, di satu masa dalam kehidupannya, sama sekali tidak benar, dan salah sepenuhnya.

Kardinal Pell berhak mendapatkan perlakuan tidak bersalah, dan polisi dan pihak penuntut akan memutuskan apakah berbagai laporan itu bisa menjadi tuduhan resmi.

Uskup Agung Melbourne saat ini Denis Hart mengeluarkan pernyataan mengatakan dia sudah mengenal Kardinal Pell selama lebih 55 tahun, dan tuduhan 7.30 tidak mencerminkan pria yang dikenalnya tersebut, dan tindakan yang sudah ditunjukkan selama dia mengenal Pell.

Andrew Collins adalah seorang pria yang pernah mengalami pelecehan seksual oleh pastor di Ballarat dan melakukan perjalanan ke Roma Maret lalu untuk mendengarkan kesaksian yang diberikan Kardinal Pell untuk Penyelidikan Resmi soal Pelecehan Seksual terhadap Anak-anak di Australia dan bertemu dengan Kardinal Pell setelah kesaksian.

Collins juga menonton laporan 7.30. Dia mengatakan terkejut dengan sejumlah tuduhan yang diarahkan ke Kardinal Pell dan kesamaan dari berbagai tuduhan tersebut.

"Saya kira dia harus mengundurkan diri," kata Collins.

"Tentu saja kita harus tetap menerapkan praduga tidak bersalah, bahwa seseorang tidak bersalah sampai dinyatakan bersalah dan saya kira dia memiliki hak, namun menurut saya adalah tindakan bijak bila Vatikan memberhentikannya dari jabatan yang sekarang. Dan saya kira masa di mana Gereja menyelidiki tindakan yang mereka lakukan sendiri sudah berlalu," katanya.

"Kardinal Pell perlu kembali ke Australia secepat mungkin sehingga masalah ini bisa diselesaikan. Dan ini hanya bisa ditangani oleh polisi, bukan oleh penyelidikan yang dilakukan Gereja."

Kardinal Pell tidak akan berpartisipasi dalam peradilan oleh media

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah tayangan 7:30, Rabu malam, Kardinal Pell mengatakan dia tidak membenci dan tidak punya keinginan melakukan hal yang buruk terhadap mereka yang melakukan tuduhan terhadap dirinya, namun mereka salah.

Kardinal mengatakan ABC tidak memiliki izin menghancurkan reputasi orang yang tidak bersalah. Dia mengatakan berhak mendapatkan praduga tidak bersalah dan keadilan, dan bukannya kecaman segera. Dia mengatakan tidak akan ambil bagian dalam peradilan oleh ABC dan media lainnya.

Kardinal Pell juga merujuk polisi tidak pernah meminta untuk menanyai dirinya. Dia mengatakan tampaknya beberapa elemen di kepolisian Victoria membocorkan informasi kepada ABC. [yy/republika]

Paus Belum Bersikap Terkait Pelecehan Seksual Kardinal Pell

Paus Belum Bersikap Terkait Pelecehan Seksual Kardinal Pell

Paus Fransiskus, Ahad (31/7), mengatakan akan menunggu sampai sistem hukum Australia bertindak sebelum mengambil sikap pada Kardinal George Pell, yang diselidiki di tanah airnya atas tuduhan pelecehan seksual.

Tapi, Paus, yang berbicara kepada wartawan di pesawat dalam perjalanan pulang ke Roma dari Polandia, mengatakan Pell yang menjabat menteri ekonomi kuat Vatikan, tidak harus menjalani sidang oleh media atau rumor.

Komisaris Polisi negara bagian Victoria Graham Ashton mengatakan pada program stasiun radio Melbourne pada Kamis polisi Victoria telah menyelidiki tuduhan terhadap Pell selama lebih dari satu tahun. "Ini ada di tangan sistem peradilan dan seseorang tidak bisa dihakimi sebelum sistem peradilan. Keadilan harus berfungsi dan keadilan oleh media atau keadilan dengan rumor tidak membantu. Setelah sistem peradilan berbicara, saya akan berbicara," kata Paus saat menjawab pertanyaan.

Dia mengatakan Pell memiliki hak untuk manfaat atas keraguan seperti semua mereka yang dituduh. Kelompok korban telah meminta paus untuk memecat Pell, pejabat Vatikan paling tinggi yang dituduh melakukan pelecehan seksual atau agar Pell mengundurkan diri.

Pell dipandang sebagai ujian bagi Paus karena ia telah bersumpah tidak menoleransi pelecehan seksual di gereja dengan mengatakan akan memecat uskup yang terbukti bersalah melakukan pelecehan atau menutupinya. Ashton menegaskan laporan televisi Australia pada Rabu, tuduhan rinci pelecehan berasal dari 1970-an hingga 1990-an dalam wawancara dengan terduga korban.

Dalam pernyataan dikeluarkan di Roma pada Rabu, kantor Pell membantah semua tuduhan yang dibuat pada program itu. ABC mengatakan telah memperoleh delapan pernyataan polisi dari pengadu, saksi dan anggota keluarga yang membantu dengan penyelidikan.

Media itu mengatakan tidak menerima informasi dari polisi untuk ceritanya. Jaksa penuntut umum menolak berkomentar kepada Reuters, Kamis.

Pell adalah seorang imam di pedesaan Victoria pada 1970-an dan 1980-an sebelum ia menjadi uskup agung Melbourne pada 1996 dan Uskup Agung Sydney pada 2001. Dia bertugas di Vatikan pada tahun 2014.

Pada awal tahun ini, Pell bersaksi di penyelidikan pemerintah Australia pada kasus pelembagaan pelecehan anak, di mana ia mengatakan gereja membuat pilihan merugikan dengan menolak untuk percaya anak-anak telah dilecehkan, memindahkan pemimpin imam tertuduh dari paroki ke paroki dan lebih mengandalkan konseling imam untuk memecahkan masalah. [yy/republika]