29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Ada beberapa pesan yang sebaiknya langsung dihapus jika terlihat masuk ke dalam email. Langkah ini sangat penting untuk menghindari potensi serangan dengan cara menghapus pesan sensitif untuk berjaga-jaga. Sebab, kemungkinan pesan yang dikirim bisa mengundang kejahatan siber seperti phishing.

Berikut tips Kaspersky, dirangkum dari keterangan tertulis, Minggu (5/12/2021), menyeleksi pesan sensitif mana saja yang sebaiknya dihapus dari kotak masuk email:

1. Data Otentikasi

Sebagian besar layanan modern menghindari pengiriman kata sandi sementara. Mengirim kata sandi melalui email yang tidak terenkripsi adalah ide yang buruk.

Tetapi beberapa perusahaan masih mengirim kata sandi melalui email . Selain itu, bahkan karyawan terkadang mengirim kata sandi, login, dan jawaban mereka sendiri atas pertanyaan rahasia.

Pesan-pesan tersebut lah diincar oleh penjahat siber. Dengan akses ke sumber daya perusahaan, mereka bisa mendapatkan informasi tambahan untuk manipulasi rekayasa sosial dan meluncurkan serangan lebih lanjut.

2. Notifikasi Layanan Online

Kita pasti pernah memperoleh segala bentuk pemberitahuan dari layanan online, seperti konfirmasi pendaftaran, tautan pengaturan ulang kata sandi, notifikasi pembaruan kebijakan privasi.

Pesan ini mungkin tidak menarik bagi siapa pun, namun pesan berisikan layanan berlangganan Anda secara spesifik.

Dalam kebanyakan kasus, pesan masuk adalah kunci utama untuk semua layanan. Dengan mengetahui layanan apa saja yang digunakan, penyerang dapat meminta perubahan kata sandi dan masuk melalui pesan masuk Anda.

3. Pemindaian Dokumen Pribadi

Pengguna korporat sering tergoda untuk menggunakan kotak pesan masuk mereka sebagai semacam penyimpanan file cloud, terutama jika pemindai kantor mengirimkan pindaian melalui email .

Salinan paspor, ID pembayaran pajak, dan dokumen lainnya yang sering digunakan untuk keperluan rutin atau perjalanan bisnis.

Sebaiknya segera menghapus semua pesan yang berisi informasi pribadi dari email. Hanya unduh dan simpan dokumen di penyimpanan terenkripsi.

4. Dokumen Bisnis yang Sensitif

Bagi sejumlah karyawan, pertukaran dokumen merupakan bagian integral dari alur kerja perusahaan. Sayangnya, beberapa dokumen mungkin bernilai tidak hanya untuk kolega Anda, tetapi juga untuk penjahat siber.

5. Data Pribadi

Data pribadi, seperti resume dan CV, dokumen aplikasi hingga pendaftaran, dan sebagainya, juga dapat masuk ke pesan masuk email .

Ketika orang-orang memberikan izin kepada perusahaan untuk menyimpan dan memproses data pribadi mereka, mereka mengharapkan informasi tersebut tersimpan dengan aman dan terlindungi. Demikian pula dengan para pembuat kebijakan (regulator), terutama di negara-negara dengan undang-undang perlindungan data yang ketat.

Untuk itu Kaspersky menyarankan untuk menghapus informasi apa pun yang mungkin menarik bagi para hacker, tidak hanya dari kotak masuk tetapi juga dari folder “terkirim dan dihapus”.

Jika perusahaan mengharuskan Anda untuk mengirim informasi sensitif secara komersial melalui email, gunakan enkripsi. Gunakan pula fitur autentikasi dua faktor jika memungkinkan. [yy/Intan Rakhmayanti/sindonews]