25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Rakyat Turki memperingati Hari Republik Turki ke-98 pada Jumat 29 Oktober. Peringatan ini menandai lahirnya pemerintah Turki sebagai negara Republik.

Pada Jumat lalu, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengucapkan selamat kepada rakyatnya yang sedang memperingati Hari Republik Turki ke-98.

“Saya mengucapkan selamat kepada warga kami, yang tinggal di dalam dan luar negeri, dan semua sahabat kami, yang merupakan salah satu mata rantai emas dari sejarah kejayaan kami, pada kesempatan Hari Republik 29 Oktober,” kata Erdogan melalui sebuah pesan video seperti dilansir kantor berita Anadolu.

Erdogan juga memperingati dengan rasa terima kasih kepada Ghazi (veteran) Mustafa Kemal Ataturk, pendiri republik, dan saudara-saudara seperjuangannya yang gagah perkasa, yang memastikan kemenangan dalam Perang Kemerdekaan Turki. “Semoga Allah merahmati para martir kami yang mempercayakan tanah ini kepada kami dengan mengorbankan nyawa mereka.”

Hari Republik adalah hari libur nasional untuk memperingati proklamasi Ataturk atas Republik Turki pada 29 Oktober 1923. Erdogan menambahkan Turki meninggalkan fase paling serius dalam pandemi virus Corona dengan berhasil mengelolanya berkat kekuatan dan kapasitas infrastruktur layanan kesehatannya.

"Demikian pula dalam perekonomian, kita menutup tahun 2020, ketika ekonomi global menyusut lebih dari 3 persen, dengan tingkat pertumbuhan 1,8 persen,” ujar dia.

Selama periode ini, dukungan yang diberikan Turki kepada Libya, yang menghadapi serangan para pemberontak, dan Azerbaijan, yang berperang melawan pendudukan di Nagorno-Karabakh, telah mengubah nasib ketiga negara tersebut, tambah Erdogan.

“Kami telah menggagalkan upaya yang bertujuan untuk mengecualikan negara kami dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) dari sumber daya hidrokarbon di Mediterania Timur,” tambah dia, merujuk pada Turki dan hak maritim TRNC di wilayah tersebut.

Pemerintahan efektif

Presiden Erdogan menekankan bahwa pencapaian-pencapaian yang dilakukan Turki dalam bidang ekonomi, politik dalam negeri, dan kebijakan luar negeri meski menghadapi kesulitan pandemi, merupakan tanda penting dari efektivitas sistem pemerintahan presidensial yang menjadi infrastruktur yang kuat.

“Alhamdulillah kita semakin menjaga momentum ini, yang kita peroleh tahun lalu, pada 2021 juga di segala bidang, dan ekonomi, produksi, dan ekspor pada khususnya,” tambah dia.

“Sementara seratus tahun Republik kami (pada 2023) sekarang telah terlihat jelas di cakrawala, kami tidak akan membiarkan kekuatan apa pun, skenario kotor atau serangan berbahaya apa pun, yang membuat Turki tersandung, menghalangi kami dari jalan kami,” jelas dia. [yy/republika]