25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Pasukan Israel menembak dan membunuh warga Palestina dalam bentrokan yang pecah di pemukiman Israel di Tepi Barat. Kementerian Kesehatan Palestina dan medis mengatakan sejumlah warga Palestina juga terluka dalam peristiwa ini.

Militer Israel mengatakan sekitar 700 warga Palestina berkumpul di selatan Kota Nablus, Palestina pada Jumat. Mereka mengatakan pengunjuk rasa membakar ban, melempar batu dan bom molotov ke arah tentara dan polisi perbatasan.

Dalam pernyataannya militer Israel mengatakan respons pasukan mereka 'bermaksud membubarkan kerusuhan'. "Kami mengetahui laporan seorang warga Palestina terbunuh dan sejumlah warga Palestina terluka," kata militer Israel, Jumat (6/8).

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan seorang pria yang terbunuh sempat dilarikan ke rumah sakit Nablus tapi tidak tertolong. Mereka mengatakan korban berusia 38 tahun.

Dalam pernyataannya layanan ambulan Bulan Sabit Palestina mengatakan 21 warga Palestina terluka oleh tembakan tentara Israel. Sebagian besar dari mereka ditembak dengan peluru karena. Beberapa dirawat karena menghirup gas air mata.

Tepi Barat salah satu wilayah yang ingin Palestina jadikan bagian dari negara mereka di masa depan. Kekerasan melonjak sejak perundingan antara Palestina dan Israel yang disponsori Amerika Serikat (AS) tahun 2014 gagal.

Hampir setiap hari warga Palestina menggelar unjuk rasa di Beita, selatan Kota Nablus. Mereka menyuarakan kemarahan atas pemukiman Israel. Demonstrasi kerap berakhir dengan bentrokan dengan petugas keamanan Israel.

Pemukim Israel setuju untuk meninggalkan pemukiman itu pada bulan Juli sesuai dengan kesepakatan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. Setelah warga Palestina menyalakan api dalam unjuk rasa mereka sehingga memenuhi pemukiman Israel dengan asap selama beberapa pekan.

Namun sejumlah bangunan warga Israel tetap berdiri, terkunci dan dijaga militer. Palestina yang mengklaim tanah tersebut berjanji melanjutkan unjuk rasa. [yy/republika]

 

Fiqhislam.com - Pasukan Israel menembak dan membunuh warga Palestina dalam bentrokan yang pecah di pemukiman Israel di Tepi Barat. Kementerian Kesehatan Palestina dan medis mengatakan sejumlah warga Palestina juga terluka dalam peristiwa ini.

Militer Israel mengatakan sekitar 700 warga Palestina berkumpul di selatan Kota Nablus, Palestina pada Jumat. Mereka mengatakan pengunjuk rasa membakar ban, melempar batu dan bom molotov ke arah tentara dan polisi perbatasan.

Dalam pernyataannya militer Israel mengatakan respons pasukan mereka 'bermaksud membubarkan kerusuhan'. "Kami mengetahui laporan seorang warga Palestina terbunuh dan sejumlah warga Palestina terluka," kata militer Israel, Jumat (6/8).

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan seorang pria yang terbunuh sempat dilarikan ke rumah sakit Nablus tapi tidak tertolong. Mereka mengatakan korban berusia 38 tahun.

Dalam pernyataannya layanan ambulan Bulan Sabit Palestina mengatakan 21 warga Palestina terluka oleh tembakan tentara Israel. Sebagian besar dari mereka ditembak dengan peluru karena. Beberapa dirawat karena menghirup gas air mata.

Tepi Barat salah satu wilayah yang ingin Palestina jadikan bagian dari negara mereka di masa depan. Kekerasan melonjak sejak perundingan antara Palestina dan Israel yang disponsori Amerika Serikat (AS) tahun 2014 gagal.

Hampir setiap hari warga Palestina menggelar unjuk rasa di Beita, selatan Kota Nablus. Mereka menyuarakan kemarahan atas pemukiman Israel. Demonstrasi kerap berakhir dengan bentrokan dengan petugas keamanan Israel.

Pemukim Israel setuju untuk meninggalkan pemukiman itu pada bulan Juli sesuai dengan kesepakatan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. Setelah warga Palestina menyalakan api dalam unjuk rasa mereka sehingga memenuhi pemukiman Israel dengan asap selama beberapa pekan.

Namun sejumlah bangunan warga Israel tetap berdiri, terkunci dan dijaga militer. Palestina yang mengklaim tanah tersebut berjanji melanjutkan unjuk rasa. [yy/republika]

 

Israel Balas Gaza dengan Bom

Diserang Balon, Israel Balas Gaza dengan Bom


Fiqhislam.com - Pesawat Israel mengaku telah mengebom Jalur Gaza, Palestina, pada Sabtu (6/8). Militer Israel menyebut, situs-situs Hamas menjadi target sebagai tanggapan atas serangan balon-balon pembakar yang diluncurkan dari daerah kantong Palestina.

Tidak ada laporan segera mengenai korban atau kerusakan dari serangan tersebut. Militer Israel mengklaim, target serangannya ialah situs peluncuran roket dan kompleks milik Hamas, kelompok perlawanan Palestina yang mengatur Gaza.

Hamas tidak segera berkomentar. Sejak gencatan senjata 21 Mei yang mengakhiri 11 hari pertempuran Israel-Hamas, warga Palestina di Gaza secara sporadis meluncurkan balon berisi bahan pembakar melintasi perbatasan.

Balon-balon itu menyebabkan kebakaran yang telah membakar ladang di Israel. Palestina mengatakan, balon pembakar sengaja dilepaskan untuk menekan Israel agar melonggarkan pembatasan di daerah kantong pantai yang diperketat selama pertempuran Mei.

Peluncuran balon sebagian besar surut setelah Israel melonggarkan beberapa pembatasan di Gaza. Akan tetapi, pada Jumat, balon kembali diluncurkan dari Gaza dan menyebabkan setidaknya empat kebakaran di daerah dekat perbatasan Israel-Gaza.

"Serangan udaranya merupakan tanggapan terhadap peluncuran balon pembakar terus-menerus dari Gaza ke Israel sepanjang hari," ujar militer Israel.

Kebakaran di sepanjang perbatasan Gaza meletus pada Jumat ketika Israel secara terpisah saling tembak di perbatasan utaranya dengan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon. Insiden terjadi pada hari ketiga serangan lintas perbatasan di tengah ketegangan regional yang lebih luas dengan Iran. [yy/republika]