29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Komandan militer Amerika Serikat pada Rabu mengakui adanya narasi nyata bahwa Taliban memenangkan pertarungan untuk menguasai Afghanistan. Namun dia menekankan bahwa pengambilalihan kekuasaan "otomatis" bukan sesuatu yang pasti.

Hal itu disampaikan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley kepada Menteri Pertahanan Lloyd Austin ketika membahas situasi di Afghanistan jelang tenggat waktu penarikan pasukan AS pada 31 Agustus.

"Sekitar 212 dari 419 pusat distrik di Afghanistan sekarang berada di bawah kendali Taliban tetapi tidak satu pun dari 34 ibu kota provinsi dikuasai kelompok itu," kata Milley.

Namun, dia mengatakan Taliban telah mengumpulkan pasukan untuk mengisolasi pusat populasi negara itu, termasuk ibu kota, Kabul.

Sumber, https://www.aa.com.tr/id/dunia/as-yakin-taliban-tak-ambil-alih-kekuasaan-afghanistan-sesegera-mungkin/2311209.

Milley menyebut narasi pengambilalihan Taliban adalah propaganda yang sebagian besar dipromosikan oleh Taliban sendiri. "Aksi kekerasan relatif rendah karena liburan Iduladha, tetapi setelah itu kita akan mengetahuinya," kata dia lagi.

Milley menambahkan bahwa pasukan keamanan Afghanistan telah dilatih dengan baik oleh pasukan AS dalam 20 tahun terakhir.

Sementara itu, Austin mengatakan penarikan pasukan berjalan lancar dan AS masih berkomitmen untuk memberi bantuan nasihat dan keuangan kepada pemerintah dan pasukan keamanan Afghanistan. "Prioritas kami saat ini adalah mengamankan Bandara Kabul dan kontingen kecil personel militer dan warga sipil yang akan tetap berada di Kabul," ujar Austin. [yy/republika]

 

Fiqhislam.com - Komandan militer Amerika Serikat pada Rabu mengakui adanya narasi nyata bahwa Taliban memenangkan pertarungan untuk menguasai Afghanistan. Namun dia menekankan bahwa pengambilalihan kekuasaan "otomatis" bukan sesuatu yang pasti.

Hal itu disampaikan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley kepada Menteri Pertahanan Lloyd Austin ketika membahas situasi di Afghanistan jelang tenggat waktu penarikan pasukan AS pada 31 Agustus.

"Sekitar 212 dari 419 pusat distrik di Afghanistan sekarang berada di bawah kendali Taliban tetapi tidak satu pun dari 34 ibu kota provinsi dikuasai kelompok itu," kata Milley.

Namun, dia mengatakan Taliban telah mengumpulkan pasukan untuk mengisolasi pusat populasi negara itu, termasuk ibu kota, Kabul.

Sumber, https://www.aa.com.tr/id/dunia/as-yakin-taliban-tak-ambil-alih-kekuasaan-afghanistan-sesegera-mungkin/2311209.

Milley menyebut narasi pengambilalihan Taliban adalah propaganda yang sebagian besar dipromosikan oleh Taliban sendiri. "Aksi kekerasan relatif rendah karena liburan Iduladha, tetapi setelah itu kita akan mengetahuinya," kata dia lagi.

Milley menambahkan bahwa pasukan keamanan Afghanistan telah dilatih dengan baik oleh pasukan AS dalam 20 tahun terakhir.

Sementara itu, Austin mengatakan penarikan pasukan berjalan lancar dan AS masih berkomitmen untuk memberi bantuan nasihat dan keuangan kepada pemerintah dan pasukan keamanan Afghanistan. "Prioritas kami saat ini adalah mengamankan Bandara Kabul dan kontingen kecil personel militer dan warga sipil yang akan tetap berada di Kabul," ujar Austin. [yy/republika]

 

Taliban Kuasai Setengah dari Distrik

Taliban Kuasai Setengah dari Distrik di Afghanistan


Fiqhislam.com - Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Jenderal Mark Milley mengatakan, Taliban menguasai sekitar setengah dari pusat distrik Afghanistan, Rabu (21/7). Keberhasilan milisi itu dalam merebut wilayah menunjukkan situasi keamanan yang memburuk dengan cepat di Kabul.

"Momentum strategis tampaknya seperti dengan Taliban," kata Jenderal Milley.

Milley mengatakan, lebih dari 200 dari 419 pusat distrik berada di bawah kendali Taliban. Bulan lalu, dia mengatakan Taliban menguasai 81 pusat distrik di Afghanistan. Sementara kelompok itu tidak mengambil alih ibu kota provinsi mana pun, mereka menekan setengah dari wilayah Afghanistan.

Ketidakamanan telah meningkat di Afghanistan dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian besar didorong oleh pertempuran di provinsi-provinsinya ketika pasukan asing pimpinan AS menyelesaikan penarikan dan Taliban melancarkan serangan besar, mengambil distrik dan penyeberangan perbatasan.

Pemerintah menuduh Taliban menghancurkan ratusan gedung pemerintah di 29 dari 34 provinsi di negara itu. Taliban menyangkal tuduhan perusakan besar-besaran oleh para milisi.

Sebanyak 15 misi diplomatik dan perwakilan NATO di Afghanistan pada awal pekan, mendesak Taliban untuk menghentikan serangannya. Desakan ini muncul hanya beberapa jam setelah pihak saingan Afghanistan gagal menyepakati gencatan senjata pada pertemuan perdamaian di Doha.

Presiden AS Joe Biden telah mengakhiri secara resmi misi militer AS di Afghanistan pada 31 Agustus. Dia berupaya melepaskan diri dari konflik yang dimulai setelah serangan Alqaeda di AS pada 11 September 2001. Hampir semua tentara AS, kecuali yang melindungi kedutaan di Kabul dan bandara, telah meninggalkan negara itu. [yy/ihram]

 

Klaim Soal Kuasai Afghanistan Hanyalah Proganda

AS: Klaim Soal Kuasai Afghanistan Hanyalah Proganda Taliban Semata


Fiqhislam.com - Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) , Mark Milley mengatakan Afghanistan belum dikuasai oleh Taliban. Dia menyebut, narasi bahwa Afghanistan telah dikuasai Taliban hanyalah propaganda kelompok itu.

Milley mengatakan sekitar 212 dari 419 pusat distrik di Afghanistan sekarang berada di bawah kendali Taliban. Tetapi, dia mengatakan tidak satu pun dari 34 ibu kota provinsi telah direbut oleh kelompok itu.

Namun, dia mengatakan Taliban telah mengumpulkan pasukan di pinggiran sekitar setengah dari ibu kota provinsi itu dalam upaya untuk mengisolasi pusat populasi negara itu, termasuk, Kabul.

Dia mengatakan, narasi pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban akhirnya adalah propaganda, yang sebagian besar dipromosikan oleh Taliban.

Namun, dia mengakui bahwa tampaknya Taliban memiliki momentum strategis dan mengatakan ada beberapa kemungkinan hasil, termasuk beberapa jenis penyelesaian yang dinegosiasikan atau Taliban sepenuhnya menguasai Afghanisan.

"Kekerasan relatif rendah sekarang karena (liburan Idul Adha), tetapi setelah Idul Adha, kami akan mengetahuinya. Saya tidak berpikir akhir permainan telah ditentukan," ucapnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (22/7/2021).

Dirinya kemudian menambahkan bahwa pasukan keamanan Afghanistan telah dilatih dengan baik oleh pasukan AS dalam 20 tahun terakhir dan kondisi paska penarikan pasukan akan menjadi pembuktian kemampuan pasukan keamanan Afghanistan.

"Ini, akan menjadi ujian kemauan dan kepemimpinan rakyat Afghanistan, pasukan keamanan Afghanistan, dan pemerintah Afghanistan," tukasnya. [yy/sindonews]