27 Dzulqa'dah 1443  |  Senin 27 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Isaac Herzog resmi menjadi presiden Israel ke-11 pada Rabu (7/7). Dia berjanji untuk menyembuhkan perpecahan mendalam di masyarakat Israel saat mengambil sumpah jabatan.

"Misi saya, misi masa jabatan saya, adalah melakukan segalanya untuk membangun kembali harapan,” kata Herzog dalam pidato pelantikan.

Dengan satu tangan di atas kitab Yahudi di hadapan Knesset atau parlemen Israel, Herzog mengambil posisi seremonial yang dirancang untuk berfungsi sebagai kompas moral negara. Dia berjanji untuk menjadi presiden semua orang. "Dari saya, dari kita semua, adalah untuk menurunkan nada, untuk menurunkan api, untuk menenangkan keadaan," ujar pria berusia 60 tahun itu dikutip dari Aljazirah.

Ruang parlemen dihiasi dengan karangan bunga lili putih yang besar untuk peresmian Herzog sebagai presiden. Para rabi militer meniup terompet, diikuti dengan penampilan paduan suara anak-anak. Mereka yang berkumpul menyanyikan lagu kebangsaan Israel.

Di tengah tepuk tangan, Herzog dan presiden yang akan turun jabatan Reuven Rivlin melangkah bersama-sama dari mimbar. "Yang benar adalah bahwa saya sedikit iri pada Anda," kata Rivlin dalam sebuah surat kepada Herzog yang diterbitkan sebelumnya di Twitter.

Herzog merupakan anak dari Chaim yang menjabat sebagai presiden Israel pada 1980-an dan menjabat sebagai duta besar Israel untuk PBB. Terpilihnya sebagai presiden untuk masa jabatan selama tujuh tahun.

Kakek presiden baru, Yitzhak HaLevi Herzog, adalah kepala rabi pertama di negara itu. Pamannya, Abba Eban, menjabat sebagai menteri luar negeri dan duta besar untuk PBB dan Amerika Serikat.

Herzog terpilih menjadi presiden oleh Knesset bulan lalu. Dia sebelumnya menjabat sebagai ketua Partai Buruh dan ketua oposisi di parlemen. Setelah meninggalkan politik pada 2018, dia menjabat sebagai kepala Badan Yahudi, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja sama dengan pemerintah Israel untuk mempromosikan imigrasi Yahudi ke Israel. Selain itu juga untuk melayani komunitas Yahudi di luar negeri.

Sebagian besar fungsi presiden adalah untuk menerima pejabat asing dan peran seremonial lainnya. Namun presiden memiliki kekuatan untuk memberikan pengampunan. Itu bisa menjadi bagian dari agenda nasional jika mantan perdana menteri Benjamin Netanyahu, yang diadili karena tuduhan korupsi, pernah dihukum.

Presiden juga bertanggung jawab untuk memilih pemimpin partai politik untuk membentuk koalisi pemerintahan dan menjabat sebagai perdana menteri setelah pemilihan parlemen. Tugas ini telah dilakukan Rivlin lima kali saat menjabat, terakhir setelah pemilihan parlemen 23 Maret.

Pelantikan Herzog dilakukan kurang dari sebulan setelah Israel mengambil sumpah pemerintahan baru di bawah Perdana Menteri Naftali Bennett. terpilihnya Bennett setelah mencapai kesepakatan koalisi dengan Menteri Luar Negeri Yair Lapid.

Benjamin Netanyahu dicopot dari jabatannya setelah 12 tahun menjabat sebagai perdana menteri dan terpanjang dalam sejarah Israel. Dia sekarang menjabat sebagai pemimpin oposisi. [yy/republika]