29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Polisi Israel membebaskan aktivis Palestina beberapa jam setelah menahannya di Yerusalem Timur pada Ahad (6/6).

Pasukan Israel menahan Muna al-Kurd, 23, dalam penggerebekan di rumahnya di lingkungan Sheikh Jarrah, membawanya ke tujuan yang tidak diketahui pada Ahad. Ayah Muna, Nabil al-Kurd, membenarkan penahanan putrinya oleh pasukan Israel.

"Polisi juga mencari putra saya Mohammed, yang sempat ditahan bulan lalu," ujar dia.

Sumber yang dekat dengan keluarga al-Kurd mengatakan Mohammed telah menyerahkan diri ke polisi Israel, beberapa jam setelah penangkapan saudara perempuannya. Beberapa jam kemudian, pengacara Muna, Nasir al-Awda, mengatakan dia dibebaskan dari pusat penahanan al-Masqubiyya di Yerusalem Barat. Masih belum jelas penyebab penangkapan dua aktivis Palestina tersebut.

Dalam klip video yang beredar luas di media sosial, ayah mereka meminta warga Sheikh Jarrah untuk berkumpul di luar kantor polisi Israel di jalan Salah al-Din, Yerusalem tengah, untuk menuntut pembebasan kedua aktivis tersebut. Dia menuduh otoritas Israel berusaha untuk membungkam semua kritik atas tindakan Israel di Yerusalem.

Tidak ada komentar dari polisi Israel atas laporan tersebut.

Muna al-Kurd, sarjana komunikasi dan jurnalisme, termasuk salah satu dari 27 keluarga Palestina yang menghadapi ancaman penggusuran di lingkungan Sheikh Jarrah. Dia adalah salah satu wanita Palestina yang memimpin protes terhadap pengusiran paksa Israel dan ancaman pemindahan di Sheikh Jarrah.

Pada April, pengadilan Israel memutuskan untuk mengusir delapan keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah demi kelompok pemukim Yahudi, memicu ketegangan di seluruh wilayah Palestina. [yy/republika]

 

Fiqhislam.com - Polisi Israel membebaskan aktivis Palestina beberapa jam setelah menahannya di Yerusalem Timur pada Ahad (6/6).

Pasukan Israel menahan Muna al-Kurd, 23, dalam penggerebekan di rumahnya di lingkungan Sheikh Jarrah, membawanya ke tujuan yang tidak diketahui pada Ahad. Ayah Muna, Nabil al-Kurd, membenarkan penahanan putrinya oleh pasukan Israel.

"Polisi juga mencari putra saya Mohammed, yang sempat ditahan bulan lalu," ujar dia.

Sumber yang dekat dengan keluarga al-Kurd mengatakan Mohammed telah menyerahkan diri ke polisi Israel, beberapa jam setelah penangkapan saudara perempuannya. Beberapa jam kemudian, pengacara Muna, Nasir al-Awda, mengatakan dia dibebaskan dari pusat penahanan al-Masqubiyya di Yerusalem Barat. Masih belum jelas penyebab penangkapan dua aktivis Palestina tersebut.

Dalam klip video yang beredar luas di media sosial, ayah mereka meminta warga Sheikh Jarrah untuk berkumpul di luar kantor polisi Israel di jalan Salah al-Din, Yerusalem tengah, untuk menuntut pembebasan kedua aktivis tersebut. Dia menuduh otoritas Israel berusaha untuk membungkam semua kritik atas tindakan Israel di Yerusalem.

Tidak ada komentar dari polisi Israel atas laporan tersebut.

Muna al-Kurd, sarjana komunikasi dan jurnalisme, termasuk salah satu dari 27 keluarga Palestina yang menghadapi ancaman penggusuran di lingkungan Sheikh Jarrah. Dia adalah salah satu wanita Palestina yang memimpin protes terhadap pengusiran paksa Israel dan ancaman pemindahan di Sheikh Jarrah.

Pada April, pengadilan Israel memutuskan untuk mengusir delapan keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah demi kelompok pemukim Yahudi, memicu ketegangan di seluruh wilayah Palestina. [yy/republika]

 

Serangan Polisi Israel

Serangan Polisi Israel Lukai 10 Warga Palestina di Yerusalem


Fiqhislam.com - Pasukan Israel pada Minggu melukai sedikitnya 10 orang yang melakukan aksi protes untuk mendukung aktivis Palestina di Yerusalem Timur.

Warga Palestina menggelar protes di luar kantor polisi Israel di jalan Salah al-Din untuk mendukung para aktivis yang ditahan. Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa polisi Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut ke arah para pengunjuk rasa.

Empat warga Palestina terluka oleh peluru karet dan enam lainnya, termasuk dua anak-anak dan seorang petugas medis, terluka akibat granat kejut. Salah satu warga yang terluka dirawat di rumah sakit.

Pada April, pengadilan Israel memutuskan untuk mengusir delapan keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah demi kelompok pemukim Yahudi, memicu ketegangan di seluruh wilayah Palestina.

Sementara itu, polisi Israel juga melukai seorang pemuda Palestina yang memprotes pemukiman ilegal Yahudi di kota Ramallah, wilayah pendudukan Tepi Barat, dengan tembakan langsung.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan warga Palestina itu mengalami cedera di kepala dan dirawat di rumah sakit. Serangan Israel di Gaza dan Tepi Barat menewaskan sedikitnya 289 orang, termasuk wanita dan anak-anak, serta meninggalkan jejak kehancuran.

Pusat kesehatan, kantor media dan sekolah juga menjadi sasaran serangan Israel. [yy/republika]