25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, setiap serangan Hizbullah akan direspons dengan keras. Hal ini ia sampaikan beberapa jam setelah militer Israel menggagalkan serangan organisasi Lebanon itu di utara Israel.

"Hizbullah harus tahu ini seperti bermain api, setiap serangan akan bertemu dengan kekuatan besar," kata Netanyahu seperti dilansir dari The Jerusalem Post, Selasa (28/7).

Bibi, sapaan akrabnya, mengatakan pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah salah dalam menentukan seberapa besar hasrat Israel mempertahankan diri. Netanyahu menambahkan Lebanon pun harus membayar harga yang sangat mahal atas kesalahan tersebut.

Netanyahu memperingatkan Israel akan menuntut pertanggungjawaban Hizbullah dan Lebanon atas setiap serangan dari Lebanon ke Israel. Politisi Partai Likud itu menambahkan Hizbullah melakukan perintah Iran dan merugikan Lebanon.

Perdana Menteri selanjutnya dan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz memerintah pasukan Israel untuk mencegah 'peristiwa serius yang dapat menimbulkan korban jiwa'. Ia menegaskan Israel pastikan akan melindungi nyawa pasukan dan warga sipilinya.

"Siapa pun yang berani menguji kekuatan militer Israel akan membahayakan dirinya sendiri dan asal negaranya," kata Gantz.

Menteri Pertahanan itu menambahkan serangan terhadap Israel hanya akan membawa balasan yang 'keras, tajam dan menyakitkan'. Ditanya apakah ia menyinggung Iran, Gantz menjawab 'Israel, pasukan keamanan akan bertindak dimanapun yang dibutuhkan, baik dekat maupun jauh'. [yy/republika]

 

Fiqhislam.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, setiap serangan Hizbullah akan direspons dengan keras. Hal ini ia sampaikan beberapa jam setelah militer Israel menggagalkan serangan organisasi Lebanon itu di utara Israel.

"Hizbullah harus tahu ini seperti bermain api, setiap serangan akan bertemu dengan kekuatan besar," kata Netanyahu seperti dilansir dari The Jerusalem Post, Selasa (28/7).

Bibi, sapaan akrabnya, mengatakan pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah salah dalam menentukan seberapa besar hasrat Israel mempertahankan diri. Netanyahu menambahkan Lebanon pun harus membayar harga yang sangat mahal atas kesalahan tersebut.

Netanyahu memperingatkan Israel akan menuntut pertanggungjawaban Hizbullah dan Lebanon atas setiap serangan dari Lebanon ke Israel. Politisi Partai Likud itu menambahkan Hizbullah melakukan perintah Iran dan merugikan Lebanon.

Perdana Menteri selanjutnya dan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz memerintah pasukan Israel untuk mencegah 'peristiwa serius yang dapat menimbulkan korban jiwa'. Ia menegaskan Israel pastikan akan melindungi nyawa pasukan dan warga sipilinya.

"Siapa pun yang berani menguji kekuatan militer Israel akan membahayakan dirinya sendiri dan asal negaranya," kata Gantz.

Menteri Pertahanan itu menambahkan serangan terhadap Israel hanya akan membawa balasan yang 'keras, tajam dan menyakitkan'. Ditanya apakah ia menyinggung Iran, Gantz menjawab 'Israel, pasukan keamanan akan bertindak dimanapun yang dibutuhkan, baik dekat maupun jauh'. [yy/republika]

 

Terlibat Baku Tembak

Israel dan Hizbullah Terlibat Baku Tembak di Perbatasan


Fiqhislam.com - Pasukan Israel dan milisi Hizbullah terlibat baku tembak di sepanjang perbatasan Israel - Libanon, Senin (27/7) waktu setempat. Ini merupakan salah satu pertempuran terberat antara keduanya dalam hampir satu tahun belakangan.

Juru bicara militer Arab Israel Avichay Adraee mengatakan pasukan Israel menggagalkan serangan oleh tiga atau empat orang yang menyusup beberapa meter di atas Garis Biru, yang membatasi penarikan mundur Israel tahun 2000 dari Lebanon. "Tidak ada korban di antara pasukan Israel," kata Adraee dikutip laman Aljazirah, Selasa.

Dia mengatakan pasukan Hizbullah itu, yang berjumlah antara tiga dan lima milisi, telah menyeberang kembali ke Libanon. Sumber-sumber Libanon mengatakan tidak ada korban Hizbullah.

Satu sumber Libanon yang meminta anonim menyebut Hizbullah telah menembakkan peluru kendali ke sebuah tank Israel. Namun, juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak mengetahui adanya insiden semacam itu.

Insiden ini terjadi di daerah Pertanian Shebaa, yang diduduki oleh Israel dan diklaim oleh Libanon. PBB menganggap wilayah itu sebagai bagian dari tanah Suriah yang direbut oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967.

Seorang saksi mata Reuters di Libanon menghitung belasan peluru Israel mengenai daerah itu. Peluru juga mendarat di dekat posisi militer Israel. Api membakar dan asap naik dari daerah itu.

Sekitar satu jam setelah laporan awal Israel tentang insiden keamanan di daerah itu, militer Israel memerintahkan bagi warga Israel yang tinggal di sepanjang perbatasan utara untuk tinggal di dalam rumah. "Libanon dan Hizbullah akan memikul tanggung jawab atas serangan apa pun dari wilayah Libanon," ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tak lama sebelum laporan insiden tersebut.

Sumber Libanon yang mengetahui serangan ini mengatakan serangan Hizbullah terjadi sebagai pembalasan atas kematian seorang milisi Hizbullah yang tewas dalam serangan Israel di tepi Damaskus Senin pekan lalu. Menyusul pembunuhan dua anggota Hizbullah di Damaskus Agustus lalu, pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah bersumpah untuk menanggapi jika Israel membunuh lebih banyak milisinya di Suriah, meskipun wakil pemimpin kelompok pada Ahad kemarin menampik untuk perang dengan Israel.

Hizbullah telah mengerahkan milisi di Suriah sebagai bagian dari upaya yang didukung Iran untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam konflik yang memicu protes terhadap kekuasaannya pada 2011. Israel melihat kehadiran Hizbullah dan sekutunya Iran di Suriah sebagai ancaman strategis dan telah meningkatkan ratusan serangan terhadap target terkait Iran di sana. [yy/republika]

 

Bantah Terlibat Baku Tembak

Hizbullah Bantah Terlibat Baku Tembak dengan Israel


Fiqhislam.com - Kelompok Syiah Libanon yang didukung Iran, Hizbullah, membantah pasukannya telah mencoba menyusup ke perbatasan Libanon-Israel, Senin (27/8) waktu setempat. Hizbullah juga membantah bahwa pihaknya terlibat dalam bentrokan di daerah Shebaa Farms yang disengketakan.

Pernyataan kelompok itu dikeluarkan setelah seorang juru bicara militer Israel mengatakan pasukan Israel telah menggagalkan upaya infiltrasi oleh pasukan teror Hizbullah melintasi batas dengan wilayah yang diduduki Israel. Sumber-sumber Libanon mengatakan kepada Reuters bahwa Hizbullah melakukan operasi terhadap militer Israel, beberapa hari setelah seorang anggota kelompok itu terbunuh dalam sebuah dugaan serangan Israel di Suriah.

Hizbullah mengatakan dalam pernyataannya bahwa insiden Senin adalah "sepihak" dan bahwa pasukan Israel telah bergerak dengan gugup di wilayah itu karena kondisi siaga yang tinggi. "Tidak ada bentrokan atau tembakan dari pihak kami dalam insiden hari ini," katanya.

"Tanggapan kita terhadap kesyahidan Ali Kamel (Mohsen) pasti akan datang," ujar pernyataan mereka menambahkan.

Wilayah Pertanian Shebaa ditempati oleh Israel dan diklaim oleh Libanon. PBB menganggap wilayah itu sebagai bagian dari tanah Suriah yang direbut oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967. [yy/republika]