29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

"Serangan bermusuhan terhadap misi asing ini diulangi dengan misil-misil yang jatuh di dalam kompleks Kedutaan AS. Selagi mengutuk tindakan ilegal ini, kami menginstruksikan pasukan keamanan kami untuk menangkap para penyerang dan membawa mereka ke pengadilan," kata Perdana Menteri Adel Abdul-Mahdi pada Senin (27/1) waktu setempat dikutip laman Anadolu Agency.

Abdul-Mahdi memang tak dapat menoleransi serangan tersebut. Menurutnya, aksi-aksi demikian dapat mengubah Irak menjadi zona konflik.



Pada 2 Januari lalu, dua roket katyusha menghantam Zona Hijau di Baghdad. Roket tersebut mendarat tak jauh dari gedung Kedubes AS. Sebanyak enam orang terluka akibat peristiwa tersebut.

Serangan roket katyusha itu dilancarkan tepat dua hari setelah AS membunuh Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani di Bandara Internasional Baghdad. Irak mengecam aksi pembunuhan tersebut. Ia khawatir negaranya akan menjadi medan pertempuran AS dengan Iran.

Beberapa hari setelah pembunuhan Soleimani, Iran memang melancarkan puluhan misil ke pangkalan militer Ain al-Asad di Irak. Pangkalan tersebut diketahui turut dihuni pasukan AS. Kendati demikian, tak ada korban jiwa dalam serangan itu. [yy/republika]