25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Pasukan Turki akan menjalankan misi untuk mendukung pemerintahan Libya yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Government of National Accord (GNA). Saat ini negara di Afrika utara tersebut diguncang perang sipil memperebutkan kekuasaan.

"Kami akan menghadirkan mosi untuk mengirim pasukan segera setelah parlemen selesai reses. Insya Allah, akan lolos di parlemen pada 8-9 Januari untuk memenuhi undangan," kata Erdogan, dikutip dari AFP, Kamis (26/12/2019).



Pernyataan Erdogan ini disampaikan setelah pada Sabtu parlemen Turki meratifikasi kesepakatan kerja sama keamanan dan militer dengan pemerintah Libya di bawah kepemimpinan Fayez Al Sarraj.

Pada Rabu, Erdogan bersama menteri pertahanan dan kepala intelijen melakukan kunjungan mendadak ke Tunisia untuk membahas upaya gencatan senjata di Libya.

Konflik menjerumuskan Libya dalam kekerasan hingga 8 tahun kemudian, milisi pro-GNA dan orang kuat militer dari Tentara Nasional Libya, Khalifa Haftar, berlomba-lomba menguasai negara.

Erdogan bersumpah meningkatkan dukungan militer kepada GNA untuk memerangi Haftar. Sementara Turki dan Qatar mendukung GNA, di sisi lain Mesir, Uni Emirat Arab, dan Rusia mendukung Haftar. Hubungan Mesir dan Uni Emirat Arab dengan Turki tegang. [yy/iNews]