25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Kemarahan Erdogan muncul setelah Macron mengatakan bahwa Turki tak berhak mengharapkan dukungan Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO dalam operasi antiteror yang dijalankannya di Suriah.

Turki melancarkan perang di Suriah pada 9 Oktober 2019 untuk mengusir militan Kurdi YPG/PKK dari sepanjang perbatasan. Operasi ini juga bertujuan membantu kepulangan jutaan pengungsi Suriah di Turki yang mengungsi sejak perang sipil beberapa tahun silam.



Menurut Erdogan, Macron mesti memeriksa kepalanya sebelum mengaitkan NATO dengan perang Turki di Suriah.

"Lihat lah Macron, saya berbicara kepada Anda dari Turki, tapi saya akan memberi tahu Anda lagi di NATO. Pertama, periksa otak Anda yang telah mati," kata Erdogan, dikutip dari Anadolu.

Lebih lanjut Erdogan menegaskan, Prancis tak punya hak dan wewenang berada di Suriah.

"Rezim (Suriah) juga tidak mengundang Anda ke sana," kata Erdogan.

Dia juga mengingatkan Macron bahwa Prancis tak berhak mengusir Turki dari NATO.

"Mengusir atau tidak mengusir Turki dari NATO. Apakah Anda punya wewenang untuk membuat keputusan seperti itu?" ujarnya. [yy/iNews]