29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Karena, Erdogan dinilainya merupakan bagian dari Ikhwanul Muslimin (IM) yang telah dicap teroris oleh pemerintah Mesir.

Syukri menyebut pernyataan itu mencerminkan fakta keterikatan Erdogan dengan Organisasi Ikhwanul Muslimin (IM) yang dicap teroris. Dan, Erdogan dinilai condong menyebarkan pemikiran radikal yang merupakan jati diri IM.

Menurut Syukri, ambisi Erdogan agar persoalan kematian Mohamed Mursi dibesar-besarkan adalah bentuk ekses dan menciptakan konflik internal untuk kepentingan keterpilihannya. ''Perilaku Erdogan menunjukkan kedengkian mendalam atas capaian dan kesuksesan bangsa dan pemimpin mesir,'' kata dia sebagaimana dilansir Alarabiya, Jumat (21/6).   

Sebelumnya, Presiden Turki Tayyip Erdogan bersumpah pada Rabu untuk berusaha memastikan Pemerintah Mesir diadili di pengadilan internasional atas kasus kematian mantan Presiden Muhammad Mursi.

Mursi meninggal diduga akibat menderita serangan jantung ketika persidangannya di pengadilan Mesir pada awal pekan ini.

Erdogan mengungkapkan pernyataan tersebut pada kampanye pemilihan umum di Istanbul. Dia menyebut, "Mursi bukan meninggal dunia, dia dibunuh."

Selain itu, Erdogan juga menyerukan agar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bertindak atas kasus kematian Mursi. Erdogan menambahkan bahwa dia akan membawa isu tersebut di Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Jepang pada akhir bulan ini. [yy/republika]

Karena, Erdogan dinilainya merupakan bagian dari Ikhwanul Muslimin (IM) yang telah dicap teroris oleh pemerintah Mesir.

Syukri menyebut pernyataan itu mencerminkan fakta keterikatan Erdogan dengan Organisasi Ikhwanul Muslimin (IM) yang dicap teroris. Dan, Erdogan dinilai condong menyebarkan pemikiran radikal yang merupakan jati diri IM.

Menurut Syukri, ambisi Erdogan agar persoalan kematian Mohamed Mursi dibesar-besarkan adalah bentuk ekses dan menciptakan konflik internal untuk kepentingan keterpilihannya. ''Perilaku Erdogan menunjukkan kedengkian mendalam atas capaian dan kesuksesan bangsa dan pemimpin mesir,'' kata dia sebagaimana dilansir Alarabiya, Jumat (21/6).   

Sebelumnya, Presiden Turki Tayyip Erdogan bersumpah pada Rabu untuk berusaha memastikan Pemerintah Mesir diadili di pengadilan internasional atas kasus kematian mantan Presiden Muhammad Mursi.

Mursi meninggal diduga akibat menderita serangan jantung ketika persidangannya di pengadilan Mesir pada awal pekan ini.

Erdogan mengungkapkan pernyataan tersebut pada kampanye pemilihan umum di Istanbul. Dia menyebut, "Mursi bukan meninggal dunia, dia dibunuh."

Selain itu, Erdogan juga menyerukan agar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bertindak atas kasus kematian Mursi. Erdogan menambahkan bahwa dia akan membawa isu tersebut di Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Jepang pada akhir bulan ini. [yy/republika]

Kematian Mursi Menyoroti Perlakuan Kejam di Penjara

Kematian Mursi Menyoroti Perlakuan Kejam di Penjara


Fiqhislam.com - Kematian mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursi telah menyoroti kondisi mengerikan yang dihadapi oleh tahanan politik di Mesir di bawah pemerintahan Abdel Fattah el-Sisi. Mursi sebelumnya dinyatakan meninggal pada Senin (17/6) setelah pingsan di dalam jeruji besi.

Pria berusia 67 tahun itu memiliki beberapa masalah kesehatan, termasuk diabetes dan gangguan ginjal. Ia telah dikurung dalam penjara selama hampir enam tahun menyusul penggulingannya dalam kudeta militer Juli 2013 yang dipimpin oleh Alsisi.

Sejak saat itu, Mursi tidak mendapat perawatan medis. Keluarganya hanya diizinkan mengunjungi di penjara sebanyak tiga kali dan ia ditahan di sel isolasi sebanyak 23 jam sehari. Menurut pedoman PBB hal tersebut digolongkan sebagai penyiksaan.

"Kematian mantan Presiden Mursi terjadi setelah peganiayaan Pemerintah selama bertahun-tahun, pengurungan berkepanjangan, perawatan medis yang tidak memadai, dan perampasan kunjungan keluarga dan akses ke pengacara," kata Direktur Human Rights Watch (HRW) Timur Tengah dan Afrika Utara, Sarah Leah Whitson, dikutip Aljazirah.

Hal yang dialami Mursi rupanya adalah salah satu contoh di antara para tahanan lain yang mengalami nasib serupa. Di bawah pemerintahan El-Sisi, pasukan keamanan Mesir telah terlibat dalam intimidasi dan penangkapan lawan politik dan aktivis masyarakat sipil setidaknya 60 ribu orang termasuk para pemimpin Ikhwanul Muslimin yang dilarang seperti Mursi.

"Anggota Ikhwanul Muslimin adalah yang ditargetkan untuk kurungan isolasi," kata seorang peneliti Mesir dengan Amnesty International, Hussein Baoumi.

Selain itu, HRW juga mengungkapkan kematian tahanan karena tidak mendapatkan perawatan kesehatan adalah hal yang umum terjadi. Berdasarkan data HRW, lebih dari 300 tahanan di Mesir sejak 2013 meninggal karena tidak mendapatkan perawatan kesehatan dan disiksa.

Di sisi lain, Pemerintah Mesir telah berulang kali membantah penyiksaan terjadi di penjara negaranya. Setelah rilis laporan HRW 2017, Mesir memblokir laman kelompok hak asasi manusia tersebut dan mengadakan konferensi pers yang membantah semuanya.

Seorang konsultan hukum senior yang berbasiis di Doha, Taher Abdelmuchsen berpendapat pemerintah mesir tidak mungkin mengambil tindakan meskipun ada kecaman dari kelompok HAM. "Alsisi tidak peduli dengan laporan HAM karena dia sudah mengamankan hubungannya dengan sekutu-sekutunya," kata Abdelmuchsen.

Namun, laporan-laporan tersebut seharusnya dapat memberi gambaran pada komunitas internasional. Laporan tersebut bisa menjadi alasan untuk menekan Alsisi memperbaiki situasi para tahanan. [yy/republika]

Mursi, Presiden Mesir Penghafal Al-Quran

Mursi, Presiden Mesir Penghafal Al-Quran


Fiqhislam.com - Duka mendalam dirasakan sebagian besar warga Mesir atas meninggalnya mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursi. Mursi meninggal saat menjalani sidang kasus bentrokan masyarakat di luar istana kepresidenan yang menyebabkan korban jiwa pada 2012.

Sejak ia memimpin Ikhwanul Muslimin, Mursi begitu terkenal. Hingga akhirnya dia menjadi warga sipil pertama yang menjadi presiden di Mesir. Ia terpilih secara demokratis pada Juni 2012. Mursi pun berhasil memenangkan suara rakyat sebanyak 51,7 persen.

Pada awal karir politiknya, Mursi menjabat sebagai anggota parlemen Mesir. Salah satu pencapaiannya yakni membantu menengahi gencatan senjata antara Israel-Hamas.

Lahir di Desa El-Adwah, Utara Mesir, Mursi juga dikenal sebagai Presiden Mesir pertama yang hafal Alquran.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun menilai Mursi sebagai pejuang rakyat. Pujian lainnya diberikan dari Anggota Fraksi PKS DPR RI, Tamsil Linrung. Ia menilai Mursi merupakan pemimpin yang menginspirasi dan menjadi teladan bagi pemimpin-pemimpin muslim. [yy/republika]