29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

"Mereka mengutuk Iran karena dianggap turut campur urusan dalam negeri Irak. Selanjutnya mereka membakar gedung konsulat, Jumat 7 September 2018," Al Jazeera melaporkan. "Saat konsulat dibakar, kondisi gedung kosong."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Ghassemi, mengatakan kepada kantor berita milik pemerintah, Fars, sebelum aksi penyerangan terhadap kantor konsulat warga Iran diminta meninggalkan kota tersebut.

Sementara itu, Al Arabiya melaporkan, lapangan terbang Basra diserang empat roket pada Sabtu 8 September 2018. Menurut keterangan salah seorang pejabat di Basra kepada Associated Press, pelaku serangan roket Katyusha belum diketahui dan tidak menimbulkan korban jiwa.

"Tidak diketahui siapa pelaku serangan pada Sabtu pagi itu. Aksi ini menyusul serbuan terhadap kantor konsulat Iran di Basra pada Jumat malam," katanya tanpa menyebutkan identitas.

Basra, kota di sebelah selatan Irak dan dihuni mayoritas Syiah yang memiliki kedekatan dengan para ulama di Iran. Selama beberapa tahun, kota kaya minyak itu kerap heboh unjuk rasa menuntut pemberantasan korupsi, pengangguran dan rendahnya layanan sosial. [yy/tempo]