25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Alasan ISIS Pilih Spanyol Sebagai Target Teror


Fiqhislam.com - Aksi teror terjadi Barcelona, Spanyol. ISIS telah mengklaim teror tersebut sebagai aksi mereka.

Pemilihan Spanyol sebagai target teror pun disebut karena sejarah masa keislaman di Andalusia, Spanyol. "Sejarah Andalusia sebagai bumi kaum Muslimin selalu digunakan ISIS untuk jargon. Mereka menganggap Spanyol dulunya dimiliki oleh khilafah Islam karena dulu memang pernah berada di dalam wilayah khilafah Islamiyah," ujar pengamat terorisme dari Universitas Indonesia (UI), Ridwan Habib, kepada Republika.co.id melalui sambungan telepon, Jumat (18/8).

Selain itu, Ridwan menjelaskan, Spanyol itu merupakan salah satu penyumbang gerilyawan asing untuk ISIS yang cukup besar. Bisa juga disebut sebagai 'pejuang' teroris asing (foreign terrorist fighters atau FTF). Mereka adalah orang asing yang melakukan aksi terorisme di luar negerinya.

Mengingat saat ini mereka sedang dalam kondisi terdesak di Suriah dan Irak, mereka mengalihkan serangan ke tempat asal-usul mereka. "Foreign terrorist fighter dari Andalusia itu cukup banyak sehingga, ketika mereka sekarang sedang dalam kondisi terdesak di sana, mereka mengalihkan serangan ke tempat asalnya," jelas Ridwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, 13 orang tewas dan setidaknya 50 lainnya mengalami luka dalam serangan teroris di Barcelona, Kamis (18/8). Serangan terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat, seperti disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Spanyol, Katalan Joaquim Forn, dilansir dari Reuters.

Seorang pria, yang digambarkan berbadan langsing dan berusia pertengahan 20 tahunan, mengendarai mobil van putih dengan kecepatan tinggi sepanjang beberapa ratus meter ke arah Las Ramblas, berusaha menabrak sebanyak mungkin orang. Tak lama kemudian, ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan teror van tersebut. Klaim tersebut disampaikan melalui kantor berita Amaq, kantor berita yang memiliki hubungan afiliasi dengan ISIS. [yy/republika]

Alasan ISIS Pilih Spanyol Sebagai Target Teror


Fiqhislam.com - Aksi teror terjadi Barcelona, Spanyol. ISIS telah mengklaim teror tersebut sebagai aksi mereka.

Pemilihan Spanyol sebagai target teror pun disebut karena sejarah masa keislaman di Andalusia, Spanyol. "Sejarah Andalusia sebagai bumi kaum Muslimin selalu digunakan ISIS untuk jargon. Mereka menganggap Spanyol dulunya dimiliki oleh khilafah Islam karena dulu memang pernah berada di dalam wilayah khilafah Islamiyah," ujar pengamat terorisme dari Universitas Indonesia (UI), Ridwan Habib, kepada Republika.co.id melalui sambungan telepon, Jumat (18/8).

Selain itu, Ridwan menjelaskan, Spanyol itu merupakan salah satu penyumbang gerilyawan asing untuk ISIS yang cukup besar. Bisa juga disebut sebagai 'pejuang' teroris asing (foreign terrorist fighters atau FTF). Mereka adalah orang asing yang melakukan aksi terorisme di luar negerinya.

Mengingat saat ini mereka sedang dalam kondisi terdesak di Suriah dan Irak, mereka mengalihkan serangan ke tempat asal-usul mereka. "Foreign terrorist fighter dari Andalusia itu cukup banyak sehingga, ketika mereka sekarang sedang dalam kondisi terdesak di sana, mereka mengalihkan serangan ke tempat asalnya," jelas Ridwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, 13 orang tewas dan setidaknya 50 lainnya mengalami luka dalam serangan teroris di Barcelona, Kamis (18/8). Serangan terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat, seperti disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Spanyol, Katalan Joaquim Forn, dilansir dari Reuters.

Seorang pria, yang digambarkan berbadan langsing dan berusia pertengahan 20 tahunan, mengendarai mobil van putih dengan kecepatan tinggi sepanjang beberapa ratus meter ke arah Las Ramblas, berusaha menabrak sebanyak mungkin orang. Tak lama kemudian, ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan teror van tersebut. Klaim tersebut disampaikan melalui kantor berita Amaq, kantor berita yang memiliki hubungan afiliasi dengan ISIS. [yy/republika]

Korban Serangan Teror di Spanyol Berasal dari 24 Negara

Korban Serangan Teror di Spanyol Berasal dari 24 Negara


Korban Serangan Teror di Spanyol Berasal dari 24 Negara


Fiqhislam.com - Dua serangan teror dengan modus kendaraan menabrak kerumunan orang, melanda Spanyol. Sedikitnya 13 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya luka-luka. Banyak warga asing yang ikut menjadi korban.

Teror kendaraan menabrak kerumunan orang terjadi di Barcelona dan Cambrils pada Kamis (17/8) waktu setempat, hanya berselang beberapa jam. Seperti dilansir CNN, Jumat (18/8/2017), otoritas Catalonia, yang menjadi lokasi Barcelona dan Cambrils, menyebut para korban serangan teror diketahui berasal dari 24 negara.

Negara-negara itu antara lain Spanyol, Prancis, Jerman, Belanda, Argentina, Venezuela, Belgia, Peru, Rumania, Irlandia, Kuba, Yunani, Macedonia, Inggris, Austria, Pakistan, Taiwan, Kanada, Ekuador, Amerika Serikat, Filipina, Kuwait, Turki dan China.

Otoritas Spanyol tidak menjelaskan lebih rinci soal asal para korban tewas. Dalam pernyataan terpisah, Kantor Kementerian Luar Negeri Belgia mengkonfirmasi satu warganya sebagai salah satu korban tewas dalam teror van di Barcelona.

Seperti dilansir Reuters, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, memastikan 26 warganya menjadi korban luka dalam teror di Barcelona. Dari 26 warga Prancis yang luka-luka, sedikitnya 11 orang di antaranya mengalami luka serius. Menlu Le Drian juga akan mengunjungi langsung Barcelona untuk menengok warganya yang luka-luka. Konsulat Prancis di Barcelona terus berkomunikasi dengan otoritas Spanyol.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menyebut delapan warganya terdampak teror di Barcelona. Empat orang di antaranya mengalami luka-luka, tiga orang membutuhkan bantuan konsuler dan satu orang lainnya belum diketahui keberadaannya.

Konsulat China di Barcelona menegaskan tidak ada warga negaranya yang menjadi korban teror. Namun seorang turis Hong Kong diketahui mengalami luka ringan, setelah sebuah mobil van menabrak kerumunan orang di kawasan La Rambla yang sibuk dan ramai turis.

Otoritas Belanda menyebut tiga warganya menjadi korban luka dalam serangan teror itu. Kemudian seorang diplomat Yunani melaporkan tiga warga, yang terdiri atas seorang wanita dan dua anak-anak, luka-luka dalam teror di Barcelona. Empat warga Irlandia keturunan Filipina juga dilaporkan luka-luka dalam teror ini.

Pelaku yang mendalangi teror van di Barcelona masih terus diburu polisi, setelah berhasil melarikan diri usai beraksi pada Kamis (17/8) waktu setempat. Sedangkan lima pelaku yang mendalangi teror di Cambrils, telah ditembak mati oleh polisi usai dicurigai hendak melakukan serangan bom. [yy/news.detik]