27 Dzulqa'dah 1443  |  Senin 27 Juni 2022

basmalah.png

Obama Batalkan Pertemuan dengan Duterte || Duterte Sebut Obama 'Anak Pelacur' || Saya Bukan Boneka Amerika


Fiqhislam.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama membatalkan rencana pertemuannya dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte setelah ia menyebut pemimpin Negeri Paman Sam itu sebagai “anak pelacur”. Kedua pemimpin itu dijadwalkan untuk bertatap muka untuk pertama kalinya pada penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Laos pekan ini.

Juru bicara Gedung Putih yang dilansir Sky News, Selasa (5/9/2016) mengatakan pertemuan tersebut dibatalkan setelah Duterte menghina Obama.

Hinaan itu dilontarkan Duterte saat memberikan komentar kepada reporter mengenai pertemuannya dengan Obama Senin kemarin. Rody, sapaan akrab Duterte mengatakan akan mencaci Obama jika yang bersangkutan memulai pembahasan mengenai hak asasi manusia (HAM).

“Anda (Obama) harus bersikap hormat. Jangan hanya melemparkan pertanyaan. Son of a whore (Anak pelacur), saya akan mencacimu di forum (internasional) itu,” ujar Duterte saat itu.

Ini bukan pertama kalinya kata tidak senonoh dan kasar itu digunakan Duterte ketika berbicara di depan publik dan menyebut seseorang. Sebelumnya, julukan "anak pelacur" juga sempat dialamatkan Duterte kepada Duta Besar (Dubes) AS untuk Filipina Phillip Goldberg bahkan kepada pimpinan umat Katolik sedunia Paus Fransiskus.

Sedikitnya 2.400 nyawa melayang dalam waktu dua bulan setelah The Punisher, julukan untuk Duterte, resmi dinobatkan sebagai presiden pada 30 Juni. Korban jiwa sebanyak itu tak lain adalah hasil operasi militer untuk memberangus pengedar narkoba yang menolak menyerahkan diri ke kantor polisi.

Kebijakan ini banyak menuai kritik dari para aktivis HAM, dunia internasional, bahkan intitusi keagamaan. Namun, semua itu tidak dipedulikan Duterte yang merasa bahaya dari narkotika jauh lebih besar dan penting untuk ditindaklanjuti.

Melalui pertemuan bilateral yang direncanakan pekan lalu, Obama yang berharap bisa berbicara baik-baik dengan Duterte soal pemberantasan narkoba di negaranya. Sayangnya, niatan presiden kulit hitam pertama AS itu tampaknya belum bisa diwujudkan. [yy/okezone]

Obama Batalkan Pertemuan dengan Duterte || Duterte Sebut Obama 'Anak Pelacur' || Saya Bukan Boneka Amerika


Fiqhislam.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama membatalkan rencana pertemuannya dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte setelah ia menyebut pemimpin Negeri Paman Sam itu sebagai “anak pelacur”. Kedua pemimpin itu dijadwalkan untuk bertatap muka untuk pertama kalinya pada penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Laos pekan ini.

Juru bicara Gedung Putih yang dilansir Sky News, Selasa (5/9/2016) mengatakan pertemuan tersebut dibatalkan setelah Duterte menghina Obama.

Hinaan itu dilontarkan Duterte saat memberikan komentar kepada reporter mengenai pertemuannya dengan Obama Senin kemarin. Rody, sapaan akrab Duterte mengatakan akan mencaci Obama jika yang bersangkutan memulai pembahasan mengenai hak asasi manusia (HAM).

“Anda (Obama) harus bersikap hormat. Jangan hanya melemparkan pertanyaan. Son of a whore (Anak pelacur), saya akan mencacimu di forum (internasional) itu,” ujar Duterte saat itu.

Ini bukan pertama kalinya kata tidak senonoh dan kasar itu digunakan Duterte ketika berbicara di depan publik dan menyebut seseorang. Sebelumnya, julukan "anak pelacur" juga sempat dialamatkan Duterte kepada Duta Besar (Dubes) AS untuk Filipina Phillip Goldberg bahkan kepada pimpinan umat Katolik sedunia Paus Fransiskus.

Sedikitnya 2.400 nyawa melayang dalam waktu dua bulan setelah The Punisher, julukan untuk Duterte, resmi dinobatkan sebagai presiden pada 30 Juni. Korban jiwa sebanyak itu tak lain adalah hasil operasi militer untuk memberangus pengedar narkoba yang menolak menyerahkan diri ke kantor polisi.

Kebijakan ini banyak menuai kritik dari para aktivis HAM, dunia internasional, bahkan intitusi keagamaan. Namun, semua itu tidak dipedulikan Duterte yang merasa bahaya dari narkotika jauh lebih besar dan penting untuk ditindaklanjuti.

Melalui pertemuan bilateral yang direncanakan pekan lalu, Obama yang berharap bisa berbicara baik-baik dengan Duterte soal pemberantasan narkoba di negaranya. Sayangnya, niatan presiden kulit hitam pertama AS itu tampaknya belum bisa diwujudkan. [yy/okezone]

Presiden Filipina Rodrigo Duterte Sebut Obama 'Anak Pelacur'

Presiden Filipina Rodrigo Duterte Sebut Obama 'Anak Pelacur'


Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama sebagai 'anak pelacur'. Hal ini dilontarkan Duterte sembari bersumpah dirinya tidak akan dikuliahi soal HAM oleh Obama.

Sesaat sebelum terbang ke Laos untuk menghadiri KTT ASEAN, seperti dilansir AFP, Senin (5/9/2016), Duterte menggelar konferensi pers di Davao City, kota asalnya. Dalam konferensi pers itu, Duterte ditanya soal rencana pertemuannya dengan Obama yang juga hadir dalam KTT ASEAN.

Duterte mungkin saja menghadapi pertanyaan dari Obama soal kematian 2.400 orang di Filipina sejak dua bulan terakhir Duterte menjabat. Polisi Filipina memastikan 900 orang tewas dalam operasi mereka, sedangkan sisinya disebut 'masih dalam penyelidikan'.

"Anda seharusnya lebih menghormati. Tidak begitu saja melemparkan pertanyaan dan pernyataan. Anak pelacur, saya akan mengutuk Anda di forum itu," ucap Duterte merujuk pada Obama, dalam konferensi pers itu.

"Kita akan berkubang di lumpur seperti babi, jika Anda melakukan itu kepada saya," imbuhnya.

Duterte dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Obama, pada Selasa (6/9) sore, di sela-sela KTT ASEAN. Duterte sebelumnya mengkritik PBB usai organisasi dunia itu mengkritik melonjaknya angka pembunuhan di Filipina. Duterte juga menolak bertemu Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam KTT ASEAN.

Sedangkan dalam pernyataannya usai polisi mengumumkan 2.400 orang tewas dalam dua bulan terakhir, Duterte justru menyatakan akan ada lebih banyak penjahat yang tewas dibunuh.

"Akan ada lebih banyak lagi yang dibunuh hingga pengedar narkoba terakhir disingkirkan dari jalanan. Hingga pengelola pabrik narkoba (terakhir) dibunuh, kita akan terus melanjutkannya," terang Duterte. [yy/news.detik]

Saya Bukan Boneka Amerika

Saya Bukan Boneka Amerika


Hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte semakin memanas akibat isu pembunuhan di luar hukum yang dituduhkan AS ke Filipina. Padahal, keduanya akan bertemu di Laos pekan ini, karena Obama akan menghadiri pertemuan pemimpin Asia Tenggara.

Para pejabat Gedung Putih sebelumnya mengatakan Obama akan menghadapi langsung Duterte, terkait penanganan Filipina terhadap pengedar narkoba. AS menuduh Filipina melakukan pembunuhan di luar hukum, atau eksekusi oleh pemerintah dilakukan tanpa proses hukum.

Namun, tampaknya orang nomor satu Filipina tidak gentar akan tanggapan panas tersebut. "Dia (Obama) pikir dia siapa? Saya bukan boneka Amerika. Saya presiden dari sebuah negara yang berdaulat dan saya tidak bertanggung jawab kepada siapapun kecuali orang-orang Filipina," kata Duterte seperti dilansir CNN, Senin (5/9).

Bahkan, tanpa ragu ia melontarkan umpatan yang cukup kasar dan ditunjukkan untuk Obama. "Son of the bitch, i will swear at you," ujar Duterte.

Duterte turut menyalahkan AS sebagai dalang kerusuhan di Mindanao, dengan mengatakan kalau itu merupakan masalah yang diwariskan Amerika Serikat. Ia merasa, itu terjadi karena AS telah menginvasi Filipina dan mamaksa orang-orang tunduk, sampai membuat semua orang memiliki catatan mengerika pembunuhan di luar hukum.

"Lihatlah hak asasi manusia Amerika selama ini, cara mereka memperlakukan para migran di sana," kata Duterte.

Sebagai tanggapan, Barack Obama mengusulkan rencana pertemuan dengan Duterte untuk tidak usah dilanjutkan saja. Obama berdalih kalau ia ingin setiap pertemuan yang dilakukan merupakan langkah produktif, dengan kesepakatan yang bisa dibawa setelah pertemuan dan bukan sebaliknya.

"Saya selalu ingin memastikan jika saya memiliki pertemuan yang produktif dan kita mendapatkan sesuatu untuk dilakukan," ujar Obama. [yy/republika]