29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Trump tak akan Bersopan-sopan Lagi pada Clinton

Fiqhislam.com - Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump menyatakan tidak akan bersopan-sopan lagi dalam melawan calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton setelah Hillary resmi menjadi calon presiden pada Konvensi Nasional Demokrat.

Trump mengakhiri kampanye lima hari di tujuh negara bagian. Di Colorado, para penggemarnya meneriakan ' borgol dia' ketika Trump menyebut nama Clinton. Para pendukung Trump mengatakan Hillary pantas diperkarakan atas caranya menangani kebijakan luar negeri AS pada masa pertama pemerintahan Presiden Barack Obama dan karena menggunakan server email pribadi selama menjabat.

Trump sebelumnya berusaha mengesampingkan teriakan para penggemarnya dengan menegaskan bahwa tujuan utama dia adalah mengalahkan Hillary pada Pemilu Presiden 8 November. Tetapi begitu pendukung dia kembali meneriakkan slogan "borgol dia" di Colorado Springs, Trump akhirnya menyerah menuruti kata pendukungnya.

"Sejujurnya, saya mulai sepakat dengan Anda semua. Tidak ada lagi Mr. Nice Guy," kata Trump.

Kemudian di Denver dia mengubah intonasinya ketika mendengar slogan itu dengan berkata, "Saya akan bilang apa yang akan saya lakukan, jujur saja, saya baru saja mengalahkan dia pada 8 November dalam jajak pendapat. Dia akan menjadi bencana."

Trump diejek habis-habisan pada Konvensi Nasional Demokrat di Philadelphia yang di antaranya menghadirkan para pembicara dari politisi republiken bahwa dia tidak punya temperamen sebagai presiden.

Hillary Clinton sendiri berkata pada pidato penerimaannya sebagai calon presiden dari partainya bahwa Pemilu kali ini adalah momen untuk merenungkan negeri ini. [yy/republika]

Trump tak akan Bersopan-sopan Lagi pada Clinton

Fiqhislam.com - Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump menyatakan tidak akan bersopan-sopan lagi dalam melawan calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton setelah Hillary resmi menjadi calon presiden pada Konvensi Nasional Demokrat.

Trump mengakhiri kampanye lima hari di tujuh negara bagian. Di Colorado, para penggemarnya meneriakan ' borgol dia' ketika Trump menyebut nama Clinton. Para pendukung Trump mengatakan Hillary pantas diperkarakan atas caranya menangani kebijakan luar negeri AS pada masa pertama pemerintahan Presiden Barack Obama dan karena menggunakan server email pribadi selama menjabat.

Trump sebelumnya berusaha mengesampingkan teriakan para penggemarnya dengan menegaskan bahwa tujuan utama dia adalah mengalahkan Hillary pada Pemilu Presiden 8 November. Tetapi begitu pendukung dia kembali meneriakkan slogan "borgol dia" di Colorado Springs, Trump akhirnya menyerah menuruti kata pendukungnya.

"Sejujurnya, saya mulai sepakat dengan Anda semua. Tidak ada lagi Mr. Nice Guy," kata Trump.

Kemudian di Denver dia mengubah intonasinya ketika mendengar slogan itu dengan berkata, "Saya akan bilang apa yang akan saya lakukan, jujur saja, saya baru saja mengalahkan dia pada 8 November dalam jajak pendapat. Dia akan menjadi bencana."

Trump diejek habis-habisan pada Konvensi Nasional Demokrat di Philadelphia yang di antaranya menghadirkan para pembicara dari politisi republiken bahwa dia tidak punya temperamen sebagai presiden.

Hillary Clinton sendiri berkata pada pidato penerimaannya sebagai calon presiden dari partainya bahwa Pemilu kali ini adalah momen untuk merenungkan negeri ini. [yy/republika]

Minta Rusia Bongkar E-Mail Hillary, Trump Akui Guyon

Minta Rusia Bongkar E-Mail Hillary, Trump Akui Guyon

Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik; Donald Trump, mengaku bercanda atau guyon ketika meminta intelijen Rusia untuk membongkar sekitar 30 ribu e-mail rivalnya, Hillary Clinton.
 
Permintaan Trump agar Rusia melakukan spionase terhadap calon presiden AS dari Partai Demokrat itu telah memicu kemarahan pejabat dan tokoh AS. Mereka menyalahkan Trump karena meminta asing membobol sistem keamanan AS demi kepentingan politik.

Guyon Donald Trump itu dipicu tuduhan kubu Hillary bahwa Rusia menolong Trump untuk memenangkan Pemilu Presiden AS November 2016 nanti dengan meretas e-mail Komite Nasional Partai Demokrat (DNC) dan dokumennya disebarkan oleh WikiLeaks.

Pihak WikiLeaks membantuh bocornya dokumen itu berkat aksi intelijen Rusia. Salah satu isi dokumen tersebut adalah konspirasi untuk menyingkirkan rival Hillary sesama partai yakni, Bernie Sanders.

“Jika Rusia atau negara lain, atau orang yang memiliki 33 ribu e-mail Hillary Clinton dihapus secara ilegal, mungkin mereka harus berbagi dengan FBI!,” tulis Donald Trump di Twitter.

”Rusia, jika Anda mendengarkan, saya berharap Anda dapat menemukan 30 ribu e-mail yang hilang,” lanjut Donald Trump.

Melalui akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Trump mengatakan permintaanya pada Rusia hanya beranda. ”Lelucon baru di kota adalah bahwa Rusia membocorkan e-mail DNC , yang seharusnya tidak pernah ditulis (bodoh), karena Putin menyukai saya,” papar Trump.

"Tentu saja saya sedang menyindir," katanya kepada Fox News. Mantan Wali Kota New York, Rudy Giuliani, juga menanggap permintaan pada Rusia untuk memata-matai Hillay hanya beranda.

”Dia bercanda," kata mantan Walikota New York Rudy Giuliani kepada CNN Kamis (28/7/2016). ”Jika dia memberitahu Anda  ’saya bercanda’ Anda dibawa pada kata-katanya.” [yy/sindonews]

Jika Hillary Menang Pilpres, AS Disebut Bakal Perang di Suriah

Jika Hillary Menang Pilpres, AS Disebut Bakal Perang di Suriah

Hillary Rodham Clinton akan meluncurkan perang di Suriah jika dia menang Pemilu Presiden (Pilpres) Amerika Serikat November nanti. Hal itu disampaikan kandidat calon presiden Partai Green (Partai Hijau), Jill Stein, dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat di Philadelphia.
 
”Dia (Hillary Clinton) ingin memulai perang udara di Suriah,” kata Stein pada hari Kamis, yang dikutip Sputniknews, Jumat (29/7/2016).

Stein melanjutkan bahwa AS akan melihat perang diperluas di bawah pemerintahan Hillary.

Selama pemerintahan Barack Obama, di mana Hillary Clinton menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS pada 2009-2013, AS terlibat dalam operasi militer banyak wilayah di luar negeri, termasuk di Irak, Libya dan Suriah.

Pada hari Rabu, juru bicara tim kampanye Hillary Clinton, James Rubin, mengatakan bahwa dia tidak percaya AS akan pernah menengahi kesepakatan perdamaian di Suriah.

Rubin menjelaskan bahwa Washington tidak memiliki leverage dalam negosiasi perdamaian, karena AS telah memainkan peran militer dan politik sederhana dalam konflik yang sedang berlangsung di Suriah.

Pemerintah Obama sudah lama ingin meluncurkan perang di Suriah untuk memaksa rezim Presiden Bashar al-Assad lengser. Namun, rencana itu tidak terlaksana karena parlemen AS tidak memberikan izin. [yy/sindonews]

Giliran Putra Trump Tuding Obama Jiplak Pidatonya

Giliran Putra Trump Tuding Obama Jiplak Pidatonya

Putra Donald Trump, Donald Trump Jr, tampaknya tidak bisa melupakan tudingan yang menyatakan ibunya telah menjiplak pidato Michelle Obama beberapa waktu lalu. Sebagai gantinya, ia pun balik menuding Presiden Obama telah melakukan hal yang sama saat berpidato dalam konvensi Partai Demokrat.

Dalam akun Twitternya, Donald Trump Jr menyatakan: "Saya merasa terhormat bahwa POTUS telah menjiplak sebaris kata-kata dari pidato saya minggu lalu." Potus dalam cuitan itu merujuk pada Presiden Barack Obama yang berpidato untuk memberikan dukungan kepada Hillary Clinton.

Dikutip dari Washington Post, Jumat (29/7/2016), sebaris kata-kata dalam pidato Obama yang dianggap telah menjiplak pidato dari Trump Jr adalah kata-kata "Itu bukan Amerika yang saya tahu." Namun begitu, kata-kata yang dianggap menjiplak itu telah sering digunakan baik oleh Obama maupun presiden AS di masa lalu. Selain itu, kata-kata yang digunakan oleh keduanya pun memiliki konteks pernyataan yang berbeda.

Berikut adalah kutipan pidato Trump Jr di Cleveland: Ada begitu banyak pekerjaan yang haru dilakukan. Kami tidak akan menerima keadaan negara kita saat ini karena terlalu sulit untuk berubah. Itu bukan Amerika yang saya tahu. Kita akan melepaskan semangat kreatif dan energi dari semua orang Amerika. Kita akan membuat sekolah kita yang terbaik di dunia untuk setiap satu warga Amerika, setiap etnis tunggal dan latar belakang.

Sedangkan berikut adalah kutipan pidato Obama di Philadelphia: Apa yang kita dengar di Cleveland pekan lalu tidak terlalu Republik dan yakin itu tidak konservatif. Apa yang kita dengar adalah visi yang sangat pesimis dari negara dimana kita saling berhadapan dan berpaling dari seluruh dunia. Tidak ada solusi yang serius untuk menekan masalah, hanya mengipasi kebencian dan menyalahkan dan marah dan benci. Dan itu bukan Amerika yang saya tahu. Amerika yang saya tahu penuh keberanian, dan optimisme, serta kecerdikan. Amerika yang sayah tahu adalah baik dan murah hati.

Obama selama ini juga sering menggunakan kata-kata "Amerika yang saya tahu," dan "bukan Amerika yang saya tahu" di hadapan publik. Seperti saat berbicara dalam pidato dalam peringatan tewasnya anggota kepolisian di Dallas beberapa waktu lalu. "Ini bukan tentang hitam atau putih. Semua orang menolong satu sama lain dan bergerak pergi. Lihat, itulah Amerika saya tahu." [yy/sindonews]