29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Turki Bergolak, Kekerasan Mematikan Terjadi di Kota Utama Kurdi

Fiqhislam.com - Kekerasan mematikan terjadi di kota utama Kurdi, Diyarbakir di Turki. Pasukan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) memblokir jalan dan terlibat bentrok dengan pasukan keamanan.

Pertempuran terjadi anatara pasukan keamanan Turki dan gerilyawan Kurdi pada Selasa (15/3), pascaserangan bom di Ankara pada Ahad (13/3). Pertempuran melibatkan tank, helikopter, dan mobil lapis baja.

Satu petugas polisi dan tiga militan Kurdi tewas di Diyarbakir, dan polisi kedua tewas di kota Nusaybin di mana PKK melancarkan serangan. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil pada Ahad. Para pejabat keamanan menyalahkan dua anggota PKK atas insiden tersebut.

Kekerasan meningkat di tenggara Turki sejak dua setengah tahun gencatan senjata runtuh pada Juli. Para militan telah memfokuskan serangan terhadap pasukan keamanan di kota-kota yang kini di berlakukan jam malam.

Pihak berwenang mengatakan, jam malam diberlakukan di beberapa bagian Diyarbaki sejak pukul 03.00, setelah militan mulai mendirikan barikade, menggali parit dan menanam bahan peledak.

Di tempat lain di tenggara, tank di pangkalan militer di kota Sirnak menembakkan peluru ke parit dan barikade. Saksi melihat asap mengepul dari wilayah itu saat tembakan dan ledakan terjadi di sekitar kota.

Militer Turki menanggapi pemboman Ankara dengan meluncurkan serangan udara pada Senin (14/3), memukul daerah pegunungan Qandil Irak utara yang menjadi pangkalan utama PKK. militer diperkirakan telah menewaskan 45 militan PKK, menghancurkan dua depot senjata dan dua posisi roket Katyusha.

Pertempuran dengan Kurdi Meluas Usai Bom Ankara

Pertempuran antara pasukan keamanan Turki dan para militan Kurdi meluas pada Selasa (15/4). Militer mengerahkan tank, helikopter dan mobil lapis baja setelah satu pengeboman bunuh diri yang merenggut 37 jiwa di ibu kota Ankara.

Kekerasan yang mematikan terjadi di Diyarbakir, kota terbesar di bagian tenggara Turki yang mayoritas penduduknya etnis Kurdi. Di kota itu para militan Partai Pekerja Kurdi (PKK) memblokade jalan-jalan dan bentrok dengan pasukan keamanan sepanjang malam sementara sebuah helikopter polisi terbang di atas, kata beberapa saksi mata.

Seorang personel polisi dan tiga orang militan terbunuh di Diyarbakir dan seorang personel polisi lagi terbunuh di kota Nusaybin, tempat PKK melancarkan sebuah serangan, kata sumber-sumber keamanan. Belum ada pihak yang mengkalim bertanggung jawab atas pengeboman mobil pada Ahad yang mencabik-cabik satu pusat transportasi yang dipadati orang di Ankara.

Namun, para perwira keamanan telah menyalahkan dua anggota PKK yang dilarang sebagai pelakunya. Kekerasan telah melanda wilayah tenggara Turki sejak satu gencatan senjata PKK yang telah berlangsung 2,5 tahun gagal pada Juli. Para militan memfokuskan serangan-serangan mereka atas pasukan keamanan di kota-kota di kawasan itu, beberapa di antaranya berada dikenai jam malam.

Jam malam diberlakukan di bagian Diyarbakir mulai pukul 3 pagi waktu setempat setelah para militan mulai membuat barikade-barikade, menggali parit-parit dan menanam bahan peledak. Jam malam diperluas ke beberapa jalan di kota itu karena bentrokan-bentrokan berlangsung pada pagi hari.

Baku tembak dan ledakan-ledakan terdengar di kota itu. Polisi yang menggunakan kendaraan lapis baja berjaga-jaga di sudut-sudut jalan dan menyerukan orang-orang tidak keluar rumah. Di bagian lain di wilayah tenggara, tank-tank di pangkalan militer di kota Sirnak menyerang barikade dan parit. Saksi mata melihat kepulan asap dari kawasan-kawasan yang digempur sementara baku tembak dan ladakan-ledakan terdengar di beberapa sudut kota itu.

Militer Turki menanggapi pengeboman Ankara dengan melancarkan serangan-serangan udara pada Senin, menyerang kawasan pegunungan Qandil, di bagian utara Irak, tempat pangkalan-pangkalan utama PKK berada. Pihak militer memperkirakan 45 orang militan terbunuh, menghancurkan dua depot senjata dan dua posisi roket Katyusha. [yy/republika]