29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Tercatat pada hari ini Selasa, 4 Januari 2022 bertambah 299 kasus sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini sebanyak 4.263.732 kasus.

Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 307.627 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Selain itu, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat 168 orang sehingga totalnya mencapai 4.114.969 orang sembuh.

Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 3 orang. Dengan demikian, jumlah korban meninggal akibat virus Corona menjadi 144.105 orang.

Sebelumnya, total kasus positif Covid-19 di Indonesia per tanggal 3 Januari 2022 berjumlah 4.263.433 orang. Untuk kasus yang sembuh sebanyak 4.114.801 orang, sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 144.102 orang.

Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia ini dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman https://www.kemkes.go.id/. [yy/Binti Mufarida/sindonews]

 

Fiqhislam.com - Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Tercatat pada hari ini Selasa, 4 Januari 2022 bertambah 299 kasus sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini sebanyak 4.263.732 kasus.

Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 307.627 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Selain itu, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat 168 orang sehingga totalnya mencapai 4.114.969 orang sembuh.

Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 3 orang. Dengan demikian, jumlah korban meninggal akibat virus Corona menjadi 144.105 orang.

Sebelumnya, total kasus positif Covid-19 di Indonesia per tanggal 3 Januari 2022 berjumlah 4.263.433 orang. Untuk kasus yang sembuh sebanyak 4.114.801 orang, sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 144.102 orang.

Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia ini dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman https://www.kemkes.go.id/. [yy/Binti Mufarida/sindonews]

 

Gabungan Infeksi Flu dan Corona

Florona Gabungan Infeksi Flu dan Corona, Ini Gejala dan Bahayanya


Fiqhislam.com - Florona merupakan gabungan infeksi flu dan corona yang bersamaan. Tidak seperti Alpha, Beta, Delta, Omicron, florona bukanlah varian mutan dari virus corona. Ini merupakan kasus infeksi saluran pernapasan ganda yang disebabkan oleh Covid-19 dan patogen influenza.

Dilansir dari Times of India, Selasa (4/1/2022) ketika virus dari kedua infeksi ini hadir secara bersamaan di dalam tubuh, kondisi ini disebut sebagai florona. Baik influenza dan flu menyebabkan infeksi pada sistem pernapasan yang menyebabkan gejala yang kurang lebih sama.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seseorang dapat menderita kedua infeksi pada saat yang sama dan berbagi gejala yang sama seperti sakit tenggorokan, batuk, pilek, demam, sakit kepala dan kelelahan. Tingkat keparahan kondisi tergantung dari orang ke orang.

Beberapa memiliki gejala ringan, sementara yang lain mengalami tanda parah. Namun kedua kondisi tersebut bisa berakibat fatal jika tidak ditangani tepat waktu. Pada Covid-19 seseorang mengalami kehilangan rasa dan penciuman, yang tidak berhubungan dengan flu.

Bahkan komplikasi pasca infeksi yang terlihat dalam kasus Covid-19 hilang ketika terinfeksi oleh virus influenza. Sebagai penyakit pada sistem pernapasan bagian atas, baik flu maupun Covid-19 ditularkan melalui partikel aerosol yang terkontaminasi virus yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi saat batuk, berbicara, atau bersin.

Ketika orang yang sehat menghirup udara atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus, patogen memasuki sistem pernapasan di mana ia mulai berkembang biak. Biasanya diperlukan waktu dua sampai 10 hari untuk gejala muncul setelah terinfeksi virus. Juga, risiko penyebaran virus ke orang lain lebih besar selama hari-hari awal.

Dengan penurunan suhu, risiko influenza atau flu meningkat sehingga bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan ganda. Para ahli khawatir tentang infeksi ganda bahkan tahun lalu selama pandemi, tetapi tidak ada kasus seperti itu yang dilaporkan saat itu.

Bisa jadi itu karena lockdown ketat yang diberlakukan di berbagai belahan dunia. Sementara saat ini ada pelonggaran peraturan sehingga infeksi ganda baru dilaporkan tahun ini. [yy/Diana Rafikasari/sindonews]