25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com -  Kasus harian Covid-19 di Indonesia pada hari ini, Minggu (26/12/2021) bertambah sebanyak 92.

Penambahan itu membuat total kasus selama pandemi menjadi 4.261.759 orang. Hal itu berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19.

Sementara itu, kasus kesembuhan terus mengalami tren positif. Hari ini, tercatat terdapat 148 pasien sembuh, sehingga totalnya menjadi 4.113.049 orang.

Namun, kasus kematian akibat Covid-19, tercatat 2 kasus pasien meninggal hari ini. Dengan penambahan itu, total pasien meninggal 144.055 orang.

Sementara itu, kasus aktif hari ini sebanyak 4.655 kasus. Jumlah tersebut berkurang sebanyak 58 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara 1.744 orang dinyatakan suspek. [yy/Puteranegara/okezone]

 

Fiqhislam.com -  Kasus harian Covid-19 di Indonesia pada hari ini, Minggu (26/12/2021) bertambah sebanyak 92.

Penambahan itu membuat total kasus selama pandemi menjadi 4.261.759 orang. Hal itu berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19.

Sementara itu, kasus kesembuhan terus mengalami tren positif. Hari ini, tercatat terdapat 148 pasien sembuh, sehingga totalnya menjadi 4.113.049 orang.

Namun, kasus kematian akibat Covid-19, tercatat 2 kasus pasien meninggal hari ini. Dengan penambahan itu, total pasien meninggal 144.055 orang.

Sementara itu, kasus aktif hari ini sebanyak 4.655 kasus. Jumlah tersebut berkurang sebanyak 58 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara 1.744 orang dinyatakan suspek. [yy/Puteranegara/okezone]

 

Varian Omicron

Kasus Bertambah, Varian Omicron Diduga Sudah Menyebar di Indonesia


Fiqhislam.com - Varian baru Covid-19 Omicron diduga telah menyebar di masyarakat. Hal itu setelah adanya penambahan 11 kasus baru varian Omicron di Indonesia.

Menurut Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menduga, ada potensi varian Omicron ada di masyarakat dalam jumlah yang masih terbatas. Karena Indonesia bukan negara yang menutup diri.

"Kita ini aktif melakukan penerbangan ke dan dari luar negeri, termasuk dalam hal ini yang ada kontak dengan Afrika, bisa itu Hong Kong, atau Eropa misalnya," kata Dicky melalui pesan suara yang diterima MNC Portal Indonesia, Minggu (26/12/2021).

Selain itu, sambung Dicky, pemerintah Indonesia juga sempat membuat kebijakan karantina hanya lima hari bagi para pelaku perjalanan luar negeri. Belum lagi ditambah surveillance genomic atau pelacakan dan pemantauan genom virus Corona yang masih sangat terbatas di Indonesia.

"Sehingga, semua itu menempatkan kita pada posisi yang tentu rawan atau besar kemungkinan sudah kemasukan dalam jumlah terbatas varian Omicron," terangnya.

Dicky juga menyoroti kasus pertama ditemukannya varian Omicron di Indonesia. Di mana, pasien pertama Omicron di Indonesia merupakan seorang petugas kebersihan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Namun, hingga saat ini belum diketahui siapa yang menularkan petugas tersebut.

"Omicron ini tiga kali lipat lebih cepat menular daripada Delta sehingga, kalau bicara ini sudah ada itu ya tentu sudah ada, ya tentu kalau yang Wisma Atlet ini kita harus melihat penyelidikan epidemiologinya," ungkap Dicky.

"Tapi yang jelas, kasus pertamanya yang menjadi penular dari si petugas kebersihan ini kan sulit dilacak kontaknya, nah ini yang membuat kita jadi cukup rawan dan oleh karena itu, sekali lagi, responding harus meningkatkan deteksi dini di masyarakat," sambungnya. [yy/Arie Dwi Satrio/sindonews]

 

46 Kasus Omicron di Indonesia

46 Kasus Omicron di Indonesia, 40 di Antaranya Sudah Divaksin 2 Kali


Fiqhislam.com - Kemenkes mencatat sudah 46 kasus varian Omicron yang terdeteksi di Indonesia. 40 di antaranya sudah divaksin dua kali.

"Ada yang belum vaksin 3 orang dan ada yang baru dapat vaksin 1 kali 3 orang. Tapi sebagian besar sudah divaksin (dua kali)" ujar Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi, Minggu (26/12/2021).

Siti menuturkan sebagian besar pasien Omicron di RI ini merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri. Kasus meningkat seiring kepulangan PMI ke Tanah Air.

"Sebagian besar dari pelaku perjalanan LN yang merupakan sebagian besar PMI yang saat ini mencapai 3.000-an per hari," ujarnya.

Selain itu kasus omicron meningkat juga karena adanya laporan yang masuk.

"Kalau meningkat karena makin banyak yang melaporkan adanya omicron ini artinya penyebaran omicron ini juga luas," paparnya.

Sebelumnya temuan kasus omicron di RI ini berasal dari hasil pemeriksaan WGS oleh Badan Litbangkes yang keluar pada tanggal 25 Desember 2021. Sebanyak 26 Kasus merupakan imported case, di antaranya 25 WNI yang baru pulang dari Malaysia, Kenya, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, Malawi, Spanyol, Inggris, Turki, dan 1 orang WNA Asal Nigeria. Sementara satu kasus positif merupakan Tenaga Kesehatan di RSDC Wisma Atlet. [yy/Indra Komara/news.detik]