25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Tercatat pada 2 Desember 2021 bertambah 311 kasus. Sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini lebih dari 4,2 juta kasus atau sebanyak 4.256.998 kasus.

Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat 388 orang. Sehingga total sebanyak 4.105.352 orang sembuh.

Sementara, jumlah yang meninggal kembali bertambah 10 orang. Sehingga total meninggal menjadi 143.850 orang.

Sebelumnya, total kasus positif Covid-19 di Indonesia per tanggal 1 Desember 2021 berjumlah 4.256.687 orang. Untuk kasus yang sembuh sebanyak 4.104.964 orang, sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 143.840 orang.

Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia ini dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman https://www.kemkes.go.id/. [yy/sindonews]

 

Fiqhislam.com - Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Tercatat pada 2 Desember 2021 bertambah 311 kasus. Sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini lebih dari 4,2 juta kasus atau sebanyak 4.256.998 kasus.

Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat 388 orang. Sehingga total sebanyak 4.105.352 orang sembuh.

Sementara, jumlah yang meninggal kembali bertambah 10 orang. Sehingga total meninggal menjadi 143.850 orang.

Sebelumnya, total kasus positif Covid-19 di Indonesia per tanggal 1 Desember 2021 berjumlah 4.256.687 orang. Untuk kasus yang sembuh sebanyak 4.104.964 orang, sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 143.840 orang.

Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia ini dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman https://www.kemkes.go.id/. [yy/sindonews]

 

Varian Omicron

Omicron Bermutasi di Belanda Ngamuk di Afrika Selatan


Fiqhislam.com - Otoritas Belanda pada Selasa mengumumkan varian baru Covid -19, Omicron, telah ada di negara itu sejak lama sebelum Afrika Selatan melaporkan keberadaannya dan mengumumkannya kepada dunia.

Menurut lembaga kesehatan masyarakat nasional di negara yang dikenal dengan RIVM, varian itu ditemukan pada dua sampel pada 19 November dan 23 November dan salah satu penderitanya tidak memiliki riwayat perjalanan.

RIVM menginformasikan, berdasarkan temuan sampel, diyakini varian Omicron telah menyebar di Belanda.

Kepala RIVM Aura Timen juga mengkonfirmasi kepada AFP bahwa varian tersebut sudah ada di negaranya.

“Oleh karena itu, pihak berwenang Belanda telah diberitahu tentang dua kasus tersebut dan sekarang sedang melakukan pelacakan kontak,” kata lembaga tersebut Rabu (1/12/2021).

Menurut lembaga itu, salah satu dari dua orang yang terinfeksi varian tersebut telah mengunjungi Afrika bagian selatan

Kedua kasus tersebut juga ditemukan lebih awal dari kasus seseorang yang dipastikan terinfeksi varian Omicron baru-baru ini.

Orang tersebut dipastikan terinfeksi varian tersebut setelah ia diyakini milik sekelompok penumpang dari Afrika Selatan yang tiba di Amsterdam Jumat lalu. [yy/sindonews]

 

Vaksin

Vaksin Disebut Efektif Hadapi Omicron


Fiqhislam.com - Varian baru Covid-19, Omicron kini membuat banyak negara kalang kabut, tidak terkecuali Indonesia. Pengajar Biologi Molekuler Universitas Yarsi, Ahmad Rusdan Handoyo menilai meski Omicron kini menjadi ancaman, efektivitas vaksin Covid-19 masih bagus.

"Insya Allah vaksin Covid-19 masih bagus untuk Omicron. Jadi, tidak usah pilih-pilih vaksin karena yang penting mendapatkan dosis lengkap," ujarnya saat mengisi konferensi virtual bertema Jelang Natal Tahun Baru (Nataru), Waspada Omicron, Kamis (2/12).

Ia mengungkapkan data yang menarik. Orang-orang yang tak mengetahui telah terinfeksi Covid-19, kemudian mendapat vaksin, maka kekebalan tubuhnya semakin bagus, bahkan luar biasa dan super immunity. "Vaksin Covid-19 aman. Jangan lupa divaksin karena gratis," ujarnya.

Namun, ia mengingatkan jangan hanya melakukan vaksinasi. Gunakan juga masker yang benar dan tepat yang melindungi hidung, mulut, hingga dagu. "Kalau setelah makan ingin ngobrol tunggu dulu, habis makan pakai masker kemudian baru ngobrol," ujarnya.

Ia juga menyarankan agar memilih beraktivitas di tempat terbuka. Sebab, masih ada peluang terinfeksi virus ini jika tak melakukan protokol kesehatan. Apalagi, Covid-19 kini mulai menginfeksi usia lebih muda sejak ada varian Delta.

"Mungkin anak muda yang terinfeksi virus ini mengalami gejala ringan, tetapi ada lanjut usia atau yang punya penyakit penyerta (yang bisa tertular). Kemudian bisa menularkan kepada mereka yang belum divaksin, ini yang menjadi perhatian," katanya.

Ia juga mengingatkan, varian Delta ataupun varian lain setelah ini pasti menyasar yang belum divaksin. Karena itu, ia mengingatkan tetap gunakan masker dan lakukan protokol kesehatan meski telah divaksin. [yy/republika]