27 Dzulqa'dah 1443  |  Senin 27 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Kasus Corona di Indonesia terus bertambah. Per hari ini, total kasus Corona di RI tembus di angka 1 juta.

Angka ini setelah ada penambahan 13.094 kasus baru pada Selasa (26/1/2021). Data ini tercatat per pukul 12.00 WIB tadi. Akumulasi kasus Corona di Indonesia menjadi 1.012.350.

Lalu tambahan pasien sembuh hari ini berjumlah 10.868, sehingga total kasus sembuh menjadi 820.356. Dan kasus meninggal bertambah 336 dengan total per Maret 2020 menjadi 28.468.

Dengan data terbaru ini, Indonesia mencatatkan diri sebagai negara di ASEAN pertama yang angka kasus Coronanya menembus 1 juta. Berdasarkan data statistik Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, Indonesia berada di atas Filipina dengan angka kasus 516.166. Data Johns Hopkins ini dituliskan per pukul 4.22 waktu setempat.

Berikut data akumulasi kasus Corona negara di ASEAN:

1. Indonesia: 1.012.350
2. Philippines: 516.166
3. Malaysia: 186.849
4. Myanmar: 137.957
5. Singapore: 59.366
6. Thailand: 14.646
7. Vietnam: 1.549
8. Cambodia: 460
9. Brunei: 175
10. Laos: 44

Untuk diketahui, berdasarkan data BPS, penduduk RI saat ini berjumlah 271,34 juta. Secara global kasus Corona berjumlah 25.297.072. Lalu kasus kematian global di angka 2.141.602. [yy/news.detik]

 

Fiqhislam.com - Kasus Corona di Indonesia terus bertambah. Per hari ini, total kasus Corona di RI tembus di angka 1 juta.

Angka ini setelah ada penambahan 13.094 kasus baru pada Selasa (26/1/2021). Data ini tercatat per pukul 12.00 WIB tadi. Akumulasi kasus Corona di Indonesia menjadi 1.012.350.

Lalu tambahan pasien sembuh hari ini berjumlah 10.868, sehingga total kasus sembuh menjadi 820.356. Dan kasus meninggal bertambah 336 dengan total per Maret 2020 menjadi 28.468.

Dengan data terbaru ini, Indonesia mencatatkan diri sebagai negara di ASEAN pertama yang angka kasus Coronanya menembus 1 juta. Berdasarkan data statistik Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, Indonesia berada di atas Filipina dengan angka kasus 516.166. Data Johns Hopkins ini dituliskan per pukul 4.22 waktu setempat.

Berikut data akumulasi kasus Corona negara di ASEAN:

1. Indonesia: 1.012.350
2. Philippines: 516.166
3. Malaysia: 186.849
4. Myanmar: 137.957
5. Singapore: 59.366
6. Thailand: 14.646
7. Vietnam: 1.549
8. Cambodia: 460
9. Brunei: 175
10. Laos: 44

Untuk diketahui, berdasarkan data BPS, penduduk RI saat ini berjumlah 271,34 juta. Secara global kasus Corona berjumlah 25.297.072. Lalu kasus kematian global di angka 2.141.602. [yy/news.detik]

 

Perlu Peran Masyarakat

Kasus Covid-19 Tembus Satu Juta, Menkes: Perlu Peran Masyarakat Kurangi Laju


Fiqhislam.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, melonjaknya angka kasus Covid-19 tentu membuat pemerintah harus bekerja ekstra keras ke depannya. Per hari ini, total kasus Covid-19 di Indonesia sudah menembus angka satu juta.

Budi mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan guna membantu pemerintah memutus mata rantai penularan kasus.

"Angka satu juta ini memberikan satu indikasi bahwa seluruh rakyat Indonesia harus bersama-sama dengan pemerintah, bekerja bersama-sama untuk mengatasi pandemi ini lebih keras lagi. Kita teruskan kerja keras kita," ujar Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Selasa, 26 Januari 2021.

Budi mengatakan, seluruh ahli epidemiologi mengatakan bahwa untuk mengatasi pandemi ini, hal utama yang harus dilakukan adalah mengurangi laju penularan virus corona. "Istilah kerennya, kita harus flatten the curve, kita harus mengurangi laju virusnya," ujar Budi.

Dengan begitu, lanjutnya, akan mengurangi beban fasilitas kesehatan sehingga pemerintah bisa secara gradual terus mengurangi laju penularan virus Corona sampai menghilangkannya sama sekali.

"Untuk itu, ada dua hal yang kita harus kerja keras, sangat keras, ekstra keras bersama-sama. Pertama, kita harus sangat disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Kedua, kita harus bekerja keras bersama-sama berkoordinasi melakukan testing, tracing, dan treatment (3T)," ujarnya.

Untuk 3T menjadi tanggungjawab Kementerian Kesehatan . "Di sini kami di Kementerian Kesehatan akan bekerja keras, sangat keras untuk memastikan bahwa program testing, tracing, dan isolasi mandiri bisa kita lakukan dan kita eksekusi dengan baik," tuturnya.

Program 3M dan 3T ini terkait Covid-19 selalu diulang-ulang pemerintah untuk tidak dianggap sepele oleh seluruh elemen masyarakat. Dua hal ini menjadi kunci mengurangi laju kasus penularan virus Corona. "Saya percaya bahwa seluruh rakyat Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar untuk bisa melakukan ini bersama-sama." [yy/tempo]

 

Sebaran Kasus Positif

Tembus 1 Juta Lebih, Ini Sebaran Kasus Positif Corona di RI Hari Ini


Fiqhislam.com - Pemerintah melaporkan penambahan kasus positif virus Corona (COVID-19) sebanyak 13.094 hari ini. DKI Jakarta menjadi provinsi yang menyumbang kasus Corona terbanyak hari ini.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, yang dipublikasikan Humas BNPB, Selasa (26/1/2021), total kumulatif kasus Corona di RI berjumlah 1.012.350 hari ini. Data tersebut dikumpulkan setiap hari per pukul 12.00 WIB.

Hari ini tercatat Jawa Barat menyumbang 3.924 kasus baru positif Corona. Disusul DKI Jakarta (2.314 kasus) dan Jawa Tengah (1.678 kasus).

Seluruh provinsi mencatat temuan kasus baru positif Corona hari ini.

Pemerintah juga melaporkan jumlah pasien yang sembuh dari Corona hari ini sebanyak 10.868 orang. Secara kumulatif, ada 820.356 kasus kesembuhan di Indonesia.

Sedangkan jumlah pasien Corona yang meninggal hari ini sebanyak 336 orang. Secara kumulatif, saat ini ada 28.468 pasien Corona di RI yang meninggal dunia.

Pemerintah hari ini memeriksa 75.194 spesimen Corona. Selain itu, pemerintah masih memantau 82.156 kasus suspek Corona di Tanah Air.

Berikut ini sebaran 13.094 kasus Corona di RI 26 Januari 2021:

1. Aceh: 5 (kumulatif 9.149)
2. Sumatera Utara: 90 (kumulatif 20.403)
3. Sumatera Barat: 31 (kumulatif 26.527)
4. Riau: 132 (kumulatif 28.448)
5. Jambi: 39 (kumulatif 4.328)
6. Sumatera Selatan: 134 (kumulatif 13.911)
7. Bengkulu: 18 (kumulatif 4.481)
8. Lampung: 126 (kumulatif 9.318)
9. Bangka Belitung: 79 (kumulatif 4.187)
10. Kepulauan Riau: 28 (kumulatif 7.891)
11. DKI Jakarta: 2.314 (kumulatif 254.580)
12. Jawa Barat: 3.924 (kumulatif 131.322)
13. Jawa Tengah: 1.678 (kumulatif 118.204)
14. DI Yogyakarta: 325 (kumulatif 20.054)
15. Jawa Timur: 967 (kumulatif 108.017)
16. Banten: 525 (kumulatif 24.961)
17. Bali: 542 (kumulatif 24.340)
18. Nusa Tenggara Barat: 50 (kumulatif 7.130)
19. Nusa Tenggara Timur: 221 (kumulatif 4.350)
20. Kalimantan Barat: 33 (kumulatif 3.798)
21. Kalimantan Tengah: 31 (kumulatif 11.577)
22. Kalimantan Selatan: 97 (kumulatif 17.537)
23. Kalimantan Timur: 557 (kumulatif 37.971)
24. Kalimantan Utara: 110 (kumulatif 6.695)
25. Sulawesi Utara: 200 (kumulatif 12.820)
26. Sulawesi Tengah: 156 (kumulatif 6.878)
27. Sulawesi Selatan: 348 (kumulatif 45.637)
28. Sulawesi Tenggara: 33 (kumulatif 9.261)
29. Gorontalo: 4 (kumulatif 4.172)
30. Sulawesi Barat: 61 (kumulatif 3.273)
31. Maluku: 49 (kumulatif 6.315)
32. Maluku Utara: 31 (kumulatif 3.362)
33. Papua: 136 (kumulatif 14.869)
34. Papua Barat: 20 (kumulatif 6.584)

[yy/news.detik]

 

Kasus WNI Positif COVID di Luar Negeri

Kasus WNI Positif COVID di LN Jadi 2.948 Hari Ini, Begini Sebarannya


Fiqhislam.com - Warga negara Indonesia (WNI) yang terpapar COVID-19 di luar negeri kembali bertambah. Per hari ini, terdapat 2.948 kasus WNI positif virus Corona.

Data perkembangan tersebut disampaikan Kemlu melalui akun Twitter @Kemlu_RI pada Selasa (26/1/2021). Data terkait perkembangan Corona di luar negeri tersebut diperbarui secara berkala setiap pukul 08.00 WIB.

"WNI terkonfirmasi di luar negeri adalah 2.948: 2.090 sembuh, 171 meninggal, dan 687 dalam perawatan," tulis Kemlu.

Kemlu menyampaikan tambahan WNI yang positif Corona ada di Korea Selatan dan Yordania. Sedangkan tambahan WNI yang dinyatakan sembuh ada di Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Yordania.

"Tambahan WNI terkonfirmasi COVID-19 di Korea Selatan dan Yordania, sembuh di Korea Selatan, UAE, dan Yordania," tulisnya.

Berikut ini sebaran kasus WNI positif Corona di luar negeri per 26 Januari 2021:

1. Aljazair: 12 WNI (sembuh)
2. Albania: 1 WNI (stabil)
3. Amerika Serikat: 183 WNI (127 sembuh, 31 stabil, 25 meninggal)
4. Arab Saudi: 270 WNI (89 sembuh, 80 stabil, 101 meninggal)
5. Australia: 11 WNI (10 sembuh, 1 stabil)
6. Austria: 3 WNI (2 sembuh, 1 stabil)
7. Azerbaijan: 15 WNI (11 sembuh, 4 stabil)
8. Bahrain: 29 WNI (28 sembuh, 1 stabil)
9. Bahama: 1 WNI (sembuh)
10. Bangladesh: 5 WNI (sembuh)
11. Belanda: 24 WNI (18 sembuh, 1 stabil, 5 meninggal)
12. Belgia: 11 WNI (6 sembuh, 5 stabil)
13. Bosnia & Herzegovina: 3 WNI (sembuh)
14. Brunei Darussalam: 7 WNI (6 sembuh, 1 stabil)
15. Ceko: 8 WNI (2 sembuh, 6 stabil)
16. Chile: 1 WNI (stabil)
17. Denmark: 5 WNI (2 sembuh, 3 stabil)
18. Ekuador: 1 WNI (sembuh)
19. Ethiopia: 6 WNI (sembuh)
20. Filipina: 33 WNI (sembuh)
21. Finlandia: 3 WNI (2 sembuh, 1 stabil)
22. Hungaria: 22 WNI (21 sembuh, 1 stabil)
23. Ghana: 1 WNI (meninggal dunia)
24. Hungaria: 21 WNI (20 sembuh, 1 stabil)
26. India: 75 WNI (sembuh)
27. Inggris: 97 WNI (79 sembuh, 12 stabil, 6 meninggal)
28. Irlandia: 2 WNI (sembuh)
29. Italia: 27 WNI (22 sembuh, 5 stabil)
30. Jepang : 28 WNI (2 sembuh, 26 stabil)
31. Jerman: 36 WNI (11 sembuh,22 stabil, 3 meninggal)
32. Kamboja: 5 WNI (2 sembuh, 3 stabil)
33. Kazakhstan: 5 WNI (3 sembuh, 2 stabil)
34. Korea Selatan: 130 WNI (125 sembuh, 5 stabil)
35. Libya: 1 WNI (meninggal)
36. Madagaskar: 1 WNI (stabil)
37. Malaysia: 168 WNI (52 sembuh, 114 stabil, 2 meninggal)
38. Maladewa: 11 WNI (9 sembuh, 1 stabil, 1 meninggal)
39. Meksiko: 3 WNI (1 sembuh, 2 stabil)
40. Mesir: 30 WNI (27 sembuh, 3 stabil)
41. Makedonia Utara: 2 WNI (1 sembuh, 1 stabil)
42. Mozambik: 1 WNI (stabil)
43. Myanmar: 2 WNI (sembuh)
44. Nambia: 1 WNI (sembuh)
45. Nigeria: 2 WNI (sembuh)
46. Oman: 20 WNI (2 sembuh, 18 stabil)
47. Pakistan: 34 WNI (33 sembuh, 1 stabil)
48. UEA: 102 WNI (82 sembuh, 15 stabil, 5 meninggal)
49. Prancis: 4 WNI (3 sembuh, 1 stabil)
50. Polandia: 1 WNI (stabil)
51. Portugal: 15 WNI (stabil)
51. Qatar: 188 WNI (173 sembuh, 14 stabil, 1 meninggal)
52. RRT (Makau): 3 WNI (sembuh)
53. RRT (Hong Kong): 137 WNI (122 sembuh, 15 stabil)
54. Rusia: 29 WNI (28 sembuh, 1 stabil)
55. Singapura: 281 WNI (222 sembuh, 57 stabil, 2 meninggal)
56. Serbia: 2 WNI (stabil)
57. Siprus: 1 WNI (sembuh)
58. Spanyol: 24 WNI (13 sembuh, 10 stabil, 1 meninggal)
59. Sudan: 21 WNI (sembuh)
60. Suriah: 37 WNI (35 sembuh, 2 stabil)
61. Swedia: 1 WNI (stabil)
62. Swiss: 3 WNI (stabil)
63. Taiwan: 143 WNI (26 sembuh, 117 stabil)
64. Thailand: 3 WNI (1 sembuh, 2 stabil)
65. Timor Leste: 3 WNI (1 Sembuh) (2 stabil)
66. Tunisia: 14 WNI (stabil)
67. Turki: 72 WNI (59 sembuh, 10 stabil, 3 meninggal)
68. Vatikan: 20 WNI (18 sembuh, 2 stabil)
69. Vietnam: 1 WNI (stabil)
70. Yordania: 31 WNI (27 sembuh, 3 stabil, 1 meninggal)
72. Kapal pesiar: 185 WNI (170 sembuh, 9 stabil, 6 meninggal)
73. Uzbekistan: 19 WNI (18 sembuh, 1 meninggal)
74. Suriname: 3 WNI (sembuh)
75. Kuwait: 175 WNI (165 sembuh, 5 stabil, 5 meninggal)
76. Kanada: 10 WNI (7 sembuh, 3 stabil)
77. Lebanon: 1 WNI (stabil)
78. Rumania: 12 WNI (9 sembuh, 3 stabil)
79. Slovenia: 2 WNI (2 sembuh)
80. Panama: 1 (stabil)
81. Kapal Pesiar: 185 WNI (179 sembuh, 6 meninggal)

[yy/news.detik]