25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Informasi tersebut dikatakan Kepala Bareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2019).

“Pelaku dua orang inisial RM dan RB. Keduanya anggota Polri aktif,” ujar Komjen Listyo kutip Antaranews.



Sebelumnya, Polri menyebut bahwa sejumlah tersangka penyerang penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu telah diamankan.

Menurut Karopenmas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono, dua tersangka penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan berinisal RB dan RM diamankan pada Kamis malam (26/12/2019) di Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membenarkan kabar bahwa pelaku penyerangan Novel menyerahkan diri.

“Sudah tahu saya. Ada dua orang,” ujar mantan Ketua MK ini singkat sebelum meninggalkan Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Sebelumnya diketahui, beredar kabar tentang penyerahan diri penyerang Novel. [yy/hidayatullah]

Informasi tersebut dikatakan Kepala Bareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2019).

“Pelaku dua orang inisial RM dan RB. Keduanya anggota Polri aktif,” ujar Komjen Listyo kutip Antaranews.



Sebelumnya, Polri menyebut bahwa sejumlah tersangka penyerang penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu telah diamankan.

Menurut Karopenmas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono, dua tersangka penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan berinisal RB dan RM diamankan pada Kamis malam (26/12/2019) di Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membenarkan kabar bahwa pelaku penyerangan Novel menyerahkan diri.

“Sudah tahu saya. Ada dua orang,” ujar mantan Ketua MK ini singkat sebelum meninggalkan Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Sebelumnya diketahui, beredar kabar tentang penyerahan diri penyerang Novel. [yy/hidayatullah]

Dua Tersangka Penyerang Novel Baswedan Diamankan

Dua Tersangka Penyerang Novel Baswedan Diamankan


Fiqhislam.com - Pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyebut bahwa sejumlah tersangka penyerang penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, telah diamankan.

Menurut Karopenmas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono, dua tersangka penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan berinisal RB dan RM diamankan pada Kamis malam (26/12/2019) di Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membenarkan kabar bahwa pelaku penyerangan Novel menyerahkan diri.

“Sudah tahu saya. Ada dua orang,” ujar mantan Ketua MK ini singkat sebelum meninggalkan Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (27/12/2019) kutip Antaranews.

Namun Mahfud tak membeberkan banyak respons terhadap penyerahan diri penyerang Novel kecuali kata, “Bagus”.

Sebelumnya diketahui, beredar kabar tentang penyerahan diri penyerang Novel.

Presiden Joko Widodo telah memberikan waktu kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis agar menuntaskan kasus penyerangan terhadap Novel hingga Desember 2019.

Pada 17 Juli 2019 lalu, Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel merekomendasikan Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol Tito Karnavian, agar melakukan pendalaman atas keberadaan 3 orang yang diduga terkait kasus teror itu, dengan membentuk tim teknis dengan kemampuan spesifik.

Pada 19 Juli 2019, Jokowi memberikan waktu 3 bulan kepada Tito untuk menyelesaikan kasus tersebut. [yy/hidayatullah]

Novel Heran Motif Pelaku Penyerangan Disebut Dendam Pribadi

Novel Heran Motif Pelaku Penyerangan Disebut Dendam Pribadi


Fiqhislam.com - Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Jumat (27/12), memastikan dua pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan telah ditangkap. Ia pun memastikan, dua terduga pelaku itu anggota kepolisian aktif.

"Inisialnya RM dan RB. Polisi aktif," kata dia saat konfrensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/12).

Pihak Polri juga belum mengungkap motif penyerangan. Namun dari informasi yang diterima oleh Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane, motif pelaku menyerang Novel adalah karena dendam. Neta juga mengungkap, dua polisi aktif pelaku penyerangan adalah anggota Brimob, Kelapa Dua, Depok, berpangkat brigadir.

"Karena merasa kesal dan dendam dengan ulah Novel, yang tidak dijelaskan yang bersangkutan kenapa yang bersangkutan dendam pada Novel," ujar Neta.

Pelaku, terang Neta, menyerang Novel dengan air aki mobil yang sudah dicampur air, yang telah disiapkan sebelumnya. Pelaku kemudian minta diantarkan oleh temannya ke kawasan perumahan Novel di kelapa gading dengan sepeda motor.

Hanya saja ujar Neta, temannya pelaku ini menyatakan tidak tahu menahu bahwa pelaku akan menyerang Novel. Tetapi, teman pelaku ini tetap ikut menyerahkan diri ke kantor poisi bersama pelaku.

"IPW memberi apresiasi terhadap kedua anggota Brimob tersebut, meski keduanya terlambat menyerahkan diri hingga kasus Novel melebar kemana-mana," jelasnya.

Novel Baswedan telah merespons hal ini. Dia mengapresasi pengungkapan oleh kepolisian, sekaligus merasakan keanehan atas dugaan motif penyerangan terhadapnya atas dasar dendam.

"Saya seharusnya mengapresiasi kerja Polri, tapi keterlaluan bila disebut bahwa penyerangan hanya sebagai dendam pribadi sendiri dan tidak terkait dengan hal lain, apakah itu tidak lucu dan aneh?" tambah Novel.

Namun, Novel enggan berkomentar lebih jauh mengenai proses tersebut.

"Saya tidak akan terlalu banyak berkomentar lagi, nanti penasihat hukum saja yang menyampaikan pernyataan," ucap Novel.

Atas pengungkapan ini, tim pendampingan hukum Novel Baswedan, tak percaya dua pelaku yang ditangkap kepolisian, bekerja mandiri dalam menjalankan aksinya. Salah satu tim anggota pendamping Novel, Yati Andriyani mendesak kepolisian mengusut dugaan keterlibatan seorang jenderal yang diyakini sebagai aktor utama penyerangan.

Kepolisian, pun diminta agar segera mengungkap motif utama serangan dengan air keras terhadap penyidik KPK. “Dugaan adanya keterlibatan kepolisian dalam kasus (penyerangan) Novel Baswedan sudah terbukti,” kata Yati kepada Republika, Jumat (27/12).

Kordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) itu menerangkan, keterlibatan anggota Polri dalam aksi keji terhadap Novel Baswedan, sejak awal sudah jelas. Keterlibatan anggota Polri itu yang menurut Yati, membuat, kepolisian selama ini tampak gamang mengungkap. Apalagi, kata dia, dengan adanya dugaan keterlibatan petinggi Polri.

"Kepolisian harus segera juga mengungkapkan jenderal yang terlibat," ujar Yati.

Tertangkapnya dua terduga pelaku penyerangan Novel Baswedan menjadi babak baru pengungkapan dalang aksi brutal dengan air keras tersebut. Setelah dua tahun lebih proses penyelidikan dan penyidikan, baru hari ini kepolisian merilis terduga pelaku.

Aksi penyerangan terhadap Novel Baswedan, terjadi pada 11 April 2017. Serangan dengan menyiram asam sulfat ke wajah penyidik KPK tersebut, dilakukan pada saat subuh hari saat Novel Baswedan hendak ke masjid di sekitaran rumah tinggalnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat serangan air keras tersebut, wajah Novel Baswedan terbakar. Dua matanya mengalami gangguan penglihtan. Mata kiri Novel cacat permanen, sedangkan mata sebelah kanannya berkurang kemampuan untuk melihat. [yy/republika]