25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Ada Koruptor di Balik Penyerangan Novel Baswedan?


Fiqhislam.com - Penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal, saat pulang dari shalat subuh berjamaah di masjid dekat kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Senin (11/4).

Forum Indonesia untuk Trasparansi Anggaran (FITRA) mengkhawatirkan aksi penyerangan yang keji ini dilakukan oleh pihak-pihak tertentu atau koruptor yang memusuhi gerak pemberantasan korupsi oleh KPK.

FITRA meyakini tindakan teror ini adalah bentuk intimidasi terhadap Novel dan penyidik KPK lainya yang sedang membongkar kasus-kasus besar, terutama KTP-El.

Menurut Apung Widadi, Deputi Sekjen FITRA, presiden harus memerintahkan Kapolri segera menangkap pelaku dan aktor intelektualnya dalam waktu 24 jam. Layaknya Teroris, kata dia, ini adalah teror terhadap penegakkan hukum korupsi di Indonesia.  "Cara ini sangat kasar dan tidak gentleman, harus segera ditangkap pelaku dan aktornya," katanya. 

Koordinator Integritas, A. Paderi menyebut patut diduga ini adalah upaya perlawanan dan serangan terhadap gerakan antikorupsi di Indonesia.  "Integritas mendesak pihak kepolisian segera megungkap kasus ini," ujarnya. [yy/republika]

Ada Koruptor di Balik Penyerangan Novel Baswedan?


Fiqhislam.com - Penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal, saat pulang dari shalat subuh berjamaah di masjid dekat kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Senin (11/4).

Forum Indonesia untuk Trasparansi Anggaran (FITRA) mengkhawatirkan aksi penyerangan yang keji ini dilakukan oleh pihak-pihak tertentu atau koruptor yang memusuhi gerak pemberantasan korupsi oleh KPK.

FITRA meyakini tindakan teror ini adalah bentuk intimidasi terhadap Novel dan penyidik KPK lainya yang sedang membongkar kasus-kasus besar, terutama KTP-El.

Menurut Apung Widadi, Deputi Sekjen FITRA, presiden harus memerintahkan Kapolri segera menangkap pelaku dan aktor intelektualnya dalam waktu 24 jam. Layaknya Teroris, kata dia, ini adalah teror terhadap penegakkan hukum korupsi di Indonesia.  "Cara ini sangat kasar dan tidak gentleman, harus segera ditangkap pelaku dan aktornya," katanya. 

Koordinator Integritas, A. Paderi menyebut patut diduga ini adalah upaya perlawanan dan serangan terhadap gerakan antikorupsi di Indonesia.  "Integritas mendesak pihak kepolisian segera megungkap kasus ini," ujarnya. [yy/republika]

Teror ke Novel Baswedan Disebut Kejahatan Sangat Keji

Teror ke Novel Baswedan Disebut Kejahatan Sangat Keji


Teror ke Novel Baswedan Disebut Kejahatan Sangat Keji


Fiqhislam.com - Ikatan Alumni Fakultas Universitas Indonesia (Iluni FHUI) mengecam keras aksi teror yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan. Iluni FHUI menduga, aksi teror yang dialami Novel Baswedan berkaitan dengan kasus-kasus megakorupsi yang ditanganinya selaku Penyidik Senior di KPK. Ketua Iluni FHUI Ahmad Fikri Assegaf menyatakan teror terhadap Novel Baswedan adalah kejahatan yang sangat keji dan pelakunya harus diusut tuntas oleh kepolisian.

"Iluni FHUI mengimbau agar Kepolisian Republik Indonesia dapat segera mengusut aksi teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, dan meminta Presiden dan jajarannya serta seluruh masyarakat untuk memperkuat dukungan terhadap KPK dan pemberantasan korupsi," ujar Fikri, Selasa (11/4).

Fikri mengatakan, pemerintah perlu memberi perhatian, dukungan, dan perlindungan yang lebih kuat kepada pimpinan KPK dan seluruh staf agar tetap dapat menjalankan tugas sesuai mandat kelembagaan KPK. Menurut dia, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah yang mendukung pemeriksaan pihak-pihak yang diduga terlibat kasus korupsi, termasuk kasus mega-korupsi KTP-el yang sedang ditangani KPK.

Dia mengajak kepada seluruh alumni FHUI dan masyarakat luas untuk terus memberikan dukungan kepada KPK untuk tetap memiliki keberanian, integritas, dan komitmen kuat dalam memberantas korupsi di Indonesia. Fajar selaku Ketua Iluni FHUI juga mendoakan kesembuhan kepada Novel Baswedan dan semoga selalu diberikan kekuatan dan kesabaran oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. "Iluni FHUI berharap aksi teror serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari, baik terhadap KPK juga terhadap seluruh pihak yang bekerja untuk menjalankan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia," ungkap Fikri. [yy/republika]