25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Ini Mudharat Jika Aturan Peredaran Miras Dipermudah

Fiqhislam.com - Wakil Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengatakan, kalau aturan pelonggaran peredaran miras direalisasikan maka semakin banyak tempat-tempat penjualan miras.

"Pelanggaran menjual miras kepada anak di bawah umur juga akan semakin banyak. Kita tahu pengawasan di daerah-daerah terkait miras sangat lemah,” ujar Fahira, Jumat, (18/9).

Memang dalam beberapa hari ini di media sosial, penolakan pelonggaran peredaran miras sudah ramai. Bahkan hal ini  sempat jadi trending topic nomor satu beberapa kali.

"Saya rasa hal ini  harus jadi perhatian dari Presiden. Sudah cukup banyak kegaduhan yang terjadi belakangan ini."

Menurutnya, tak perlu ditambah dengan kegaduhan baru dengan mengeluarkan kebijakan yang tidak bermanfaat bagi rakyat banyak.

Di tempat terpisah, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pelonggaran aturan pengendalian miras tak boleh dibiarkan. Pelonggaran aturan bisa menyebabkan miras kembali marak dijual.

"Kami  menolak upaya pelonggaran aturan pengendalian miras. Sebab miras merupakan sumber kejahatan," ujarnya.

Diduga Ada Mafia Miras di Balik Upaya Pelonggaran

Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini, mengatakan pihaknya menolak keras upaya pelonggaran penjualan minuman keras (miras). Sebab, pelonggaran penjualan miras membahayakan moralitas generasi muda.

"Menurut saya, harus diselidiki apakah ada manuver dari mafia-mafia miras untuk melonggarkan upaya pengendalian miras. Ini laik dicermati," katanya, Jumat (18/9).

Kalau untuk mengetahui siapa di balik dalangnya upaya pelonggaran penjualan miras ini memang harus diselidiki. "Kita tidak boleh suuzon saja, makanya perlu dilakukan penyelidikan."

PKS, ujar Jazuli, jelas menolak keras pelonggaran penjualan miras. Walaupun di sisi lain tidak bisa menutup seluruh penjualan miras karena ada orang tertentu yang tidak dilarang minum miras.

"Tetapi dari sisi penjualannya harus diperketat dan dikendalikan untuk mencegah anak-anak di bawah umur membeli miras," katanya.
 
Pejabat, lanjutnya, juga jangan hanya melihat penjualan miras dari aspek ekonomi. Pejabat harus memikirkan efek miras bagi moralitas generasi muda.

Ekonomi Indonesia Bisa Bangkit tanpa Jualan Miras

Rencana pemerintah melonggarkan aturan Dirjen Dagri No. 04/2015 tentang tata cara penjualan minuman beralkohol golongan A tak boleh dibiarkan. Pelonggaran aturan pengendalian miras ini dikhawatirkan menyebabkan miras beredar bebas.

"Jangan takut dengan lesunya ekonomi. Kita bisa membangkitkan ekonomi tanpa jualan alkohol kok, asal terus mendekatkan  diri ke Allah (SWT), nanti dialirkan rezekinya," kata Ustaz Erick Yusuf, Kamis (17/9).

Terdapat ayat dalam Alquran kalau orang terus mendekatkan diri pada Allah maka akan dialirkan rezekinya. "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri, beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka, berkah dari langit dan bumi. Tetapi jika mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (QS, 7:96)."

Di tempat terpisah, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, meski ekonomi sedang lesu, Menteri Perdagangan tak boleh menghalalkan segala cara untuk menggerakkan ekonomi. Apalagi negara kita mayoritas penduduknya Islam yang menilai miras itu sumber kejahatan yang diharamkan.

"Jangan hanya demi kepentingan ekonomi lalu mengabaikan nilai-nilai agama dan etika yang eksis di masyarakat. Jangan biarkan miras beredar luas hanya demi ekonomi," ujarnya. [yy/republika]