19 Syawal 1443  |  Sabtu 21 Mei 2022

basmalah.png

Umat Jangan Sibuk dengan Khilafiyah

Fiqhislam.com - Fenomena perselisihan antar umat Islam dalam persoalan khilafiyah (perbedaan pendapat) sebaiknya dihentikan saja. Demikian imbauan Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat, Fahmi Salim, MA.

Imbauan itu disampaikannya dalam rangka menyikapi terjadinya eskalasi penistaan terhadap Masjid Al-Aqsha oleh Zionis Israel belakangan ini.

Menurut Fahmi Salim, perselisihan internal umat Islam dimanfaatkan Israel sebagai momen menggempur habis-habisan Al-Aqsha.

“Imbauan (MIUMI) kepada kaum Muslimin untuk merapatkan shaf, bersatu. Karena Israel berani mengambil alih Al-Aqsha, pada saat umat ini sedang sibuk berkelahi dengan sesamanya,” ujarnya di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Jumat (18/09/2015).

Menurutnya, umat Islam saat ini terlalu banyak melakukan kompromi politik yang sangat merugikan umat Islam sendiri.

“Kita disibukkan dengan khilafiyah yang tidak ada ujung pangkalnya,” ujarnya pada acara penyampaian pernyataan bersama 21 tokoh Indonesia itu.

Daripada sibuk dengan khilafiyah, menurutnya, lebih baik umat bersatu menentang penjajahan Zionis Israel terhadap Al-Quds.

“Mari kita sama-sama mendukung perjuangan kawan-kawan kita untuk Palestina,” imbaunya dalam acara gelaran Asia Pasific Community (ASPAC) for Palestine itu.

Sementara itu, Sekretaris Umum Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Heri Efendi, mengatakan sejak saat ini mestinya umat Islam konsen terhadap Palestina.

“Apakah harus menunggu Al-Aqsha betul-betul hancur baru kaum Muslimin bergerak? Kita jawab, ‘tidak!’,” ujarnya menegaskan.

“Tidak berlebihan jika kita menyebut permasalahan Al-Aqsha adalah masalah utama umat manusia di muka bumi ini saat ini,” tambah Sekjen PB Mathla’ul Anwar Oke Setiadi.

Diberitakan sebelumnya, Sekjen MIUMI Pusat Ustadz Bachtiar Nasir juga menyerukan persatuan kaum Muslimin.

“Umat Islam di Indonesia sudah sangat memerlukan persatuan dan rapatnya barisan. Ukhuwah harus dinomorsatukan,” kata Ustadz Bachtiar. [yy/hidayatullah]