25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Nama Pesantren Waria Al-Fattah Jogja Hanya Tertulis di Kotak AmalFiqhislam.com - Keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fattah Waria di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghebohkan warga setempat. Bahkan, ormas Islam dari Front Jihad Islam berencana menyegel pesantren itu hingga memaksa kepolisian datang memberikan perlindungan.

Jika dilihat sekilas tidak ada plang yang menunjukkan pesantren itu hanya khusus bagi waria. Di rumah berdinding kayu itu memang tidak terdapat papan nama Ponpes, kecuali terdapat kotak amal bertuliskan "Ponpes Waria Al-Fattah". 

Selain itu, di salah satu dinding menempel kertas jadwal kegiatan ponpes itu seperti Jamaah Shalat lima waktu, tausiah, tahlil, pembacaan asma'ul husna, serta kajian trasgender dalam perspektif Islam.

Hari ini, sejumlah ormas Islam dari Front Jihad Islam mendatangi Ponpes tersebut di bawah komando komandan ormas, Abdurrahman. Menurut dia, kedatangannya ke Ponpes hanya untuk mengklarifikasi keberadaan Popnpes Waria serta kabar mengenai upaya penyusunan Fiqih Waria oleh pimpinan Ponpes itu.

"Kami tidak ada rencana kekerasan kita intinya hanya untuk 'tabayyun' (klarifikasi)," kata Abdurrahman, saat ditemui di lokasi, Jumat (19/2/2016).

Menurut Abdurrahman, melalui tim investigasi dari FJI Yogyakarta diperoleh informasi bahwa Ponpes Waria tersebut telah menyusun Fiqih Waria. "Kami keberatan karena tidak ada sejarahnya fiqih waria. Di zaman Nabi Luth itu sudah ditentang," ujarnya.

Selain menyoroti penyusunan Fiqih Waria, Dia berharap keberadaan ponpes itu bukan justru sebagai tempat untuk berlindung para waria. "Kalau pondok itu memang untuk bertobat kembali ke jalan yang benar ya tidak masalah, tapi kalau hanya sebagai kedok, maka bisa jadi masalah," tegasnya.

Pimpinan Ponpes Al-Fattah, Sinta Ratri mengatakan, kegiatan yang dilakukan di Ponpes Waria Al-Fattah selama ini merupakan ibadah yang dengan yang dilakukan masyarakat lainnya, sehingga diharapkan tidak ada lagi ancaman penyegelan terhadap ponpes yang dia pimpin.

"Kami di sini benar-benar melakukan ibadah, doa dan ritual sama dengan umat Islam pada umumnya," imbuhnya.

Pendamping Waria di Ponpes itu, Ustadz Arif menambahkan selain kegiatannya wajar, kabar mengenai rencana pembuatan Fiqih Waria itu juga tidak benar.

"Kami selama ini hanya memberikan pemahaman mengenai kenyamanan beribadah kaum waria, serta pemahaman mengenai benar atau tidak kaum waria memiliki hak beribadah," tuturnya.

Diancam Ormas, Pondok Pesantren Dijaga Ketat Polisi

Sejumlah aparat Kepolisian Sektor Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjaga ketat Pondok Pesantren Al-Fattah Waria, menyusul adanya ancaman penyegelan oleh organisasi masa Islam tertentu.

"Ada laporan ancaman yang kami terima dari pihak Ponpes, mereka minta perlindungan," kata Kepala Kepolisian Sektor Kecamatan Banguntapan, Komisaris Polisi Suharno saat melakukan penjagaan di Ponpes Waria yang terletak di Kampung Celenan, Dusun Sayangan, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Bantul (19/02/2016).

Sebelumnya, juga tersebar pesan berantai pada telepon seluler kalangan wartawan Yogyakarta yang isinya terkait ancaman penyegelan pondok pesantren waria oleh ormas Islam Front Jihad Islam (FJI) Yogyakarta.

Menurut Suharno, untuk menjaga situasi tetap kondusif, pihaknya mengerahkan personel Polsek Banguntapan, bekerja sama dengan Polres Kabupaten Sleman, serta Koramil setempat.

"Pengamanan kami lakukan tanpa ada batas waktu, ini wilayah saya. Kami juga akan mengerahkan Babinsa untuk berjaga setiap hari, tiap detik untuk melakukan pengamanan," kata dia.

Menurut dia, pimpinan Ponpes beserta anggotanya saat ini dievakuasi di Polsek Banguntapan, dan sebagian di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta.

Kepala Dusun Sayangan, Gatot Indrianto mengaku belum lama mengetahui adanya Ponpes Waria di wilayahnya. Informasi mengenai ponpes itu justru didapatkan dari para tamu yang pernah menanyakan mengenai alamat ponpes tersebut.

Meski demikian, Gatot tidak ingin terjadi aksi kekerasan di wilayahnya. "Setahu saya ini adalah rumah neneknya ibu Sinta Ratri (Ketua Ponpes Waria). Kami justru tahu dari orang luar mengenai kegiatan di sini," tandas dia. [yy/rimanews]