25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Ustadz Adi Hidayat (UAH) menanggapi munculnya fenomena spirit doll atau boneka arwah. Sejumlah artis di Indonesia pun mengadopsinya. Selain itu, hal tersebut juga menimbulkan berbagai pandangan di tengah-tengah masyarakat.

Ia mengatakan, mengapa harus boneka arwah yang diadopsi. Padahal, masih banyak anak yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Sebab jika dilihat dari ajaran agama Islam, sesuatu yang dianggap memiliki ruh adalah yang dianggap hidup.

"Kenapa enggak anak beneran saja? Kan masih ada fakir miskin yang butuh perhatian," ungkapnya, seperti dikutip dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, Selasa (18/1/2022).

Menurut UAH, apabila dilihat dalam kacamata Islam, arwah itu punya bab sendiri, begitu juga boneka ada pembahasan tersendiri. Arwah itu jamak dari kata ruh, sesuatu yang bernyawa atau hidup. Sementara boneka merupakan benda mati yang umumnya hanya dijadikan mainan.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, apabila dipahami bisa jadi dalam boneka tersebut adalah jin, bukan arwah yang selama ini diyakini oleh si pemiliknya. Kemudian di dalam Islam jika hal itu terjadi maka bisa dikatakan sebagai penyimpangan.

"Islam tidak memahami dengan demikian, boleh jadi itu jin yang dipaksakan hadir dalam boneka itu, kemudian dipahami sebagai arwah yang hinggap di dalamnya," terangnya.

Ditambah lagi jika orang yang memiliki boneka arwah itu meyakini, hingga mengharapkan sesuatu maka jatuhnya adalah syirik. Kemudian termasuk penyimpangan akidah, sebab ia bergantung kepada selain Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Itu penyimpangan dari ketentuan Islam, karena Islam tidak memahami arwah masuk ke dalam boneka," ujar Ustadz Adi Hidayat.

Lebih lanjut ia menerangkan, orang yang sengaja membuat boneka itu, bukan untuk mainan anak-anak kecil tapi ditujukan sebagai boneka arwah, kelak dihisab sangat berat di hadapan Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Itu orang paling zalim, membuat sesuatu seakan-akan ciptaan Allah. Langsung sama Allah diberikan pertanggungjawaban. Ketika dia tidak mampu, maka akan dilemparkan ke dalam neraka paling tinggi," tuturnya.

Oleh karena itu, UAH mengimbau umat Islam tidak terjerumus ke dalam hal-hal musyrik. Apalagi meyakini bahwa boneka arwah bisa membawa keberuntungan, sehingga diperlakukan dan dirawat layaknya manusia.

"Bagi umat Islam itu ada kaitannya dengan akidah, akidah sifatnya ketat karena menentukan arah kesalehan," pungkasnya. Wallahu a'lam bishawab. [yy/Novie Fauziah/okezone]