25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS) Aziz Yanuar menyebutkan, sejumlah pesan dari kliennya untuk kegiatan reuni 212 yang rencananya diadakan di Masjid Az Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor. Pemindahan lokasi Reuni 212 karena Satgas Covid-19 tidak mengeluarkan surat rekomendasi untuk pelaksanaan yang rencananya pada 2 Desember 2021 di kawasan Monas.

Aziz menyampaikan, HRS pada prinsipnya mendukung kegiatan masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya. Reuni 212 dipandang sebagai salah satu sarana anak bangsa dalam mengemukakan pendapat.

"HRS mendukung aspirasi masyarakat dalam penyampaian pendapat di muka umum yang dilindungi Undang-Undang," kata Aziz kepada Republika, Selasa (30/11).

Melalui Aziz, HRS berpesan kepada para peserta 212 agar menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan tersebut. HRS juga menitip pesan agar Reuni 212 tidak dijadikan agenda politik dan menghina seseorang.

"HRS mendukung, apalagi jika tidak anarkis, tidak hina pribadi orang, tidak ada agenda politik, dilakukan dengan tertib & super damai serta dilakukan dengan santun & ramah," ujar Aziz.

Selain itu, HRS masih terus menggaungkan revolusi akhlak seperti pernah diucapkannya ketika kembali ke Indonesia pada 2020. Salah satu poin revolusi akhlak ialah menjaga kedamaian Tanah Air. "Aksi damai adalah bagian dari revolusi akhlak," ucap Aziz menirukan pesan dari HRS.

Rencananya, Reuni 212 bakal berkonsep menjadi munajat di Masjid Az Zikra yang akan disiarkan secara virtual. Agenda Reuni 212 tahun 2021 juga diisi dengan doa bersama untuk almarhum Ustadz Ameer Azzikra putra almarhum Arifin Ilham. Kemudian Panitia menghimbau kepada seluruh alumni 212 untuk mengadakan aksi kemanusiaan seperti pembagian paket sembako, bedah rumah, membersihkan tempat ibadah, membersihkan sungai, pengobatan gratis.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endre Zulpan menegaskan, pihaknya belum memberikan izin terhadap aksi massa Reuni 212. Izin tersebut belum diberikan karena beberapa persyaratan administrasi belum dipenuhi oleh pihak panitia.

"Namun kita belum memberikan rekomendasi karena kelengkapan administrasi persyaratan-persyaratan belum dipenuhi," kata Zulpan saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (25/11). [yy/republika]

 

Fiqhislam.com - Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS) Aziz Yanuar menyebutkan, sejumlah pesan dari kliennya untuk kegiatan reuni 212 yang rencananya diadakan di Masjid Az Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor. Pemindahan lokasi Reuni 212 karena Satgas Covid-19 tidak mengeluarkan surat rekomendasi untuk pelaksanaan yang rencananya pada 2 Desember 2021 di kawasan Monas.

Aziz menyampaikan, HRS pada prinsipnya mendukung kegiatan masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya. Reuni 212 dipandang sebagai salah satu sarana anak bangsa dalam mengemukakan pendapat.

"HRS mendukung aspirasi masyarakat dalam penyampaian pendapat di muka umum yang dilindungi Undang-Undang," kata Aziz kepada Republika, Selasa (30/11).

Melalui Aziz, HRS berpesan kepada para peserta 212 agar menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan tersebut. HRS juga menitip pesan agar Reuni 212 tidak dijadikan agenda politik dan menghina seseorang.

"HRS mendukung, apalagi jika tidak anarkis, tidak hina pribadi orang, tidak ada agenda politik, dilakukan dengan tertib & super damai serta dilakukan dengan santun & ramah," ujar Aziz.

Selain itu, HRS masih terus menggaungkan revolusi akhlak seperti pernah diucapkannya ketika kembali ke Indonesia pada 2020. Salah satu poin revolusi akhlak ialah menjaga kedamaian Tanah Air. "Aksi damai adalah bagian dari revolusi akhlak," ucap Aziz menirukan pesan dari HRS.

Rencananya, Reuni 212 bakal berkonsep menjadi munajat di Masjid Az Zikra yang akan disiarkan secara virtual. Agenda Reuni 212 tahun 2021 juga diisi dengan doa bersama untuk almarhum Ustadz Ameer Azzikra putra almarhum Arifin Ilham. Kemudian Panitia menghimbau kepada seluruh alumni 212 untuk mengadakan aksi kemanusiaan seperti pembagian paket sembako, bedah rumah, membersihkan tempat ibadah, membersihkan sungai, pengobatan gratis.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endre Zulpan menegaskan, pihaknya belum memberikan izin terhadap aksi massa Reuni 212. Izin tersebut belum diberikan karena beberapa persyaratan administrasi belum dipenuhi oleh pihak panitia.

"Namun kita belum memberikan rekomendasi karena kelengkapan administrasi persyaratan-persyaratan belum dipenuhi," kata Zulpan saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (25/11). [yy/republika]

 

Rencana Terbaru Reuni 212

Rencana Terbaru Reuni 212: Pagi di Patung Kuda, Siang di Az Zikra


Fiqhislam.com - Panitia Reuni 212 kembali memperbarui jadwal penyelenggaraan Reuni 212. Sebelumnya, panitia menyebut Reuni 212 akan diselenggarakan di Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, kini panitia menyebut aksi juga akan digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Hal itu disampaikan oleh Steering Committee Reuni 212 Slamet Ma'arif. Adapun Reuni 212 digelar dalam dua bentuk acara, yaitu aksi bertajuk 'Aksi Superdamai' yang digelar pagi hari di Patung Kuda, Jakarta Pusat, serta silaturahmi dan dialog dengan 100 tokoh. Acara ini akan digelar di Masjid Az Zikra.

"Setelah memperhatikan situasi dan perkembangan yang ada serta masukan dari ulama dan umat maka Reuni Alumni 212 tahun 2021 akan diadakan dalam bentuk: 1. Aksi Superdamai untuk menyampaikan pendapat yang dilindungi UU No 9 Tahun 1998 dengan tema: Bela Ulama, Bela MUI dan Ganyang Koruptor yang bertempat di Kawasan Patung Kuda Jakarta, Kamis 2 Desember 2021 jam 08.00-11.00 WIB dengan Wajib menjaga Protokol kesehatan dan Ciri khas 212," bunyi keterangan yang diterima, Selasa (30/11/2021).

Slamet mengatakan pihaknya sudah memberi surat pemberitahuan terkait aksi ini ke Polda Metro Jaya. Namun belum dijelaskan apakah polisi memberi izin untuk aksi tersebut.

"Surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya telah diberikan hari Senin, 29 November 2021 Jam 14.00-14.50 WIB," katanya.

Kemudian acara Reuni 212 kembali digelar dari pukul 12.30 sampai 15.30 WIB di Masjid Az Zikra. Acara ini berbentuk silaturahmi dan dialog dengan tokoh.

"Silaturahmi dan Dialog 100 Tokoh dengan tema: Bersama mencari Solusi untuk keselamatan NKRI. Kamis, 2 Desember 2021 jam 12.30-15.30 WIB di Aula Masjid Az Zikra Bogor," jelasnya.

Sebelumnya, panitia PA 212 menyatakan tetap akan menggelar acara Reuni 212 pada 2 Desember mendatang. Reuni 212 akan diadakan di Masjid Az Zikra Sentul, Bogor, Jawa Barat.

"Setelah mendengar masukan dari para Ulama dan Tokoh 212 serta paparan dari pihak lainnya, maka panitia Reuni Akbar 212 memutuskan: Pelaksanaan Reuni 212 Tahun akan diadakan secara terbatas dengan menerapkan Protokol Kesehatan di Masjid Az Zikra Sentul, Bogor, Jawa Barat, sekaligus doa bersama untuk Almarhum Ust Ameer Azzikra, putra alm KH M Arifin Ilham, dan disiarkan secara virtual dan live streaming," bunyi keterangan tertulis yang diterima, Senin (29/11). [yy/news.detik]